Chapter 2. Arnando Briande

501 31 0
                                        

Cuma mau bilang ini cuma fiksi.Bukan nyata,ini cuma kisah belaka.

"Siap-siap ganti baju kalian kita pergi ke lapangan basket!"titah Bapak Dany selaku guru olahraga.

Semua murid bersorak ria,apalagi bagi kaum laki-laki.Termasuk Brian,Sean,Alex dan Jody.

Nia tersenyum tipis saat melihat kelakuan Brian yang seperti anak kecil.Karena menurut Nia,Brian itu manis-manis ngeselin.

"Udah lah jangan diliatin mulu"celetuk Fara yang membuat Nia cepat-cepat memaling kan wajahnya kearah lain.

"Ganti baju sii!"ajak Nia pada Nasyifa,Aura dan Fara.

"Tunggu!"teriak Nasyifa sambil mengambil baju olahraganya.

"Oke!"

***

"Gue males lah main Basket,lagi haid"ucap Nia pada Zaskia yang sedang mengumpulkan uang untuk menyewa lapangan basket.

Zaskia mengangguk dan mengumpulkan uang pada perempuan yang ingin main basket.Menurut Nia dirinya sangat capek karena jalan Sekolah dengan Lapangan basket sangat jauh.Ditambah kondisi nya,haid.

"Bodo,lebih baik gue liatin doi main basket"gumam Nia.Matanya liar mencari keberadaan Brian yang dibawah.

Ya,Nia duduk diatas.Yang tak lain adalah tempat para penonton istirahat.Jadi,Nia leluasa melihat para pemain basket dari atas.

Mata Nia bergerak mengikuti satu objek,yaitu Brian.

Setelah beberapa menit dirasa Brian tidak membalas tatapan Nia.Nia menjadi bosan sendiri dan Badmood.

Nia mempunyai akal.

"Fara temenin gue beli aqua di bawah yuk!"ajak Nia pada Fara yang sedang sibuk dengan ponselnya.

Fara mengangguk dan mengekori Nia berjalan menuju kantin lapangan basket.

"Ada Aqua nya kak?"tanya Nia.

Si kakak mengangguk dan mengambil kan sebotol Aqua untuk Nia yang tertata rapi di kulkas.

Mata Nia tak sepenuhnya fokus ke kakak.Tapi fokus ke Brian yang sedang tidur di lapangan basket dengan posisi telentang.

Rasanya Nia ingin tertawa terpingkal-pingkal saat itu juga.

Setelah membayar Aqua.Nia kembali keatas yang diikuti Fara.

Nia duduk manis disamping Fara.

Pertandingan basket dimulai.

Qila-manusia terheboh-asik memberikan semangat pada anak 12 IPS yang sedang tanding dengan anak 12 IPA.

Nia hanya memandangi Brian dari bawah.Mata Nia terkesima saat mata Brian bertemu dengannya.

Nia langsung cepat membuang muka.Bukannya marah,tapi Nia malu.

Nia menoleh ke arah Nasyifa yang sedang duduk berdekatan dengan Sean.Disitu juga ada Rona.

"Dasar cinta rumit!"gumam Nia sambil terkekeh.

"Eh Ra,gue gak bisa lho bikin emoji android jadi iphone.Ajarin gue dong!"pinta Nia.

"Pakek Apl ****"

"Iya ko gabisa ya?"tanya Nia sambil mengeluarkan handphonenya.

"Gue beneran bisa kok!"timpal Fara.

"Gue ada kok liat totur nya di yutup!"tambah Fara sambil menunjukkan history nya.

Nia cepat-cepat merampas handphone Fara.


"Waktu nya masih lama yha?"tanya Nia pada Fara.

"Beberapa jam lagi,"sahut Fara yang mulai memperhatikan keberadaan Ikshan.

"Enak banget ya jadi lo Far,Ikshan tuh peka.Ga kaya dia yang selalu gak peka"celetuk Nasyifa,suaranya dibuat sedih.

"Iya tuh,iri gue!"tambah Aura.

Fara hanya tersenyum tipis.

"Eh btw itu lho hape gue gak bisa diubah jadi emoji iphone karena itu apl buat hape Xiomi.Lo tahu kan hape gue oppo!"sarkas Nia.

"Iya emang hape gue Xiomi"balas Fara polos.Hendak rasanya Nia menampol kepala sahabatnya itu.Tapi niatnya ia urungkan karena Fara sahabatnya.

BRIANIA

Nia sedang tidur dengan posisi telentang di kasur.Nia menggigit bibir bawahnya mengingat Brian yang menatapnya saat itu.

Nia mengambil handphonenya di nakas.

Ciwi-ciwi.

Nia:haduhh gue ga bisa bobok kayak gini mikirn Brian terus!

Nasyifa:Ciee ciee Niaa!!asikk!!

Nia:Apan sih lo Sean!

Nasyifa:Idih gak usah sebut-sebut nama dia yang tak kunjung peka😔.

Aura:Baperan banget sii lo!

Fara:Kasian Syif,dasar Sean!

Nia:Gue doain dirambut Sean ada kutu nya.

Aura:Aminnn!!!setuju banget gua dah.

Fara:Amin.

Nia tertawa terpingkal pingkal membaca room chat nya dengan sahabat-sahabatnya.

Hingga satu pesan masuk lagi ke handphone Nia.

0857236453**:Haii!!

BRIANIA

"KAMPRET!curang lo woi!"teriak Jody ke Ikshan."Bodo lah!"balas Ikshan dengan mata yang fokus ke layar tv yang mehubungkan PS.

"Nub banget sih lo Jod!"cibir Alex yang tiba-tiba datang di tengah-tengah Ikshan dan Jody.

"Bodo lah Lex!bully aja terus!"pasrah Jody.Alex mengendikkan bahunya lalu memakan snack yang diambil dari kulkas Brian.

"Eh bagi dong!"pinta Sean merebut snack dari tangan Alex."Selo Yan"nasihat Ikshan yang me pause game nya dan ikut memakan snack.

"Lama-lama gue bangkrut kalo kalian datang kerumah gue!"celetuk Brian yang diambang pintu hendak masuk.

Alex terkekeh dan menunjukkan jari V sign.

"Emm enak banget sih Bri!beli dimana lo?"

"Eh anak monyet!jangan panggil gue Bri!panggil gue Brian!kalok Bri kan kayak cewek!"protes Brian.

"Bodo kaga peduli!"

"Serah lo ae Jod!"

"Eh.."

Semuanya menoleh serempak ke arah Jody."Brian,kalo lo disuruh milih antara Nia dan Zaskia...lo pilih siapa?"tanya Jody.

Brian linglung seketika.

"Au!"

"Pilih Nia aja,dari pada si Zaskia!banyak mulutnya!"ucap Alex yang diangguki serempak oleh Ikshan dan Jody serta Sean.

"Gue pilih Zaskia.."ucap Brian.

BRIANIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang