28. Jengah

6.3K 262 0
                                        

Annyeonghaseyo choneun Dita in mida.. Yuhuuu!! (sok banget lu ah pke bahasa korea segala_-)😂 Kemarin mau double up tapi ga ada signal, jadi aku tunda hari ini.. Maap yak😁 Okehhh...

Selamat membaca kisah ini:)

♥♥♥

Gadis itu melangkahkan kakinya menuju cafetaria dengan kesal, karna lagi2 Nathan meninggalkannya.
Dan sumpah, ia kesal saat tahu ia hanya dikerjai oleh si gesrek Bryan.

"Sabar lah Sel, kita kan bisa nyusul" Jasmine berkata menenangkan

Selena diam. Ia mencoba untuk mengontrol emosinya. Tapi sesampainya di cafetaria, mata Selena melotot sempurna ketika melihat Rebecca dan kawan2nya bergabung di mejanya alias singgasananya para cogan populer di GHS. Secara kan belum ada satupun cewek yg diperbolehkan duduk disana, sejak dulu ia sudah mengincarnya tapi malah anak baru itu yang mendapatkannya? Selena semakin geram.

"EH BRYAN!" teriak Selena

Bryan yg sedang memakan makanannya pun hampir tersedak dan menengok ke arah asal suara dengan cepat.

"Mampus gue, nenek lampir murkaa!" gumam Bryan

Mendengar gumaman Bryan, semua penghuni di meja itu terbahak.

"LO BOHONGIN GUE IH! MAKE UP GUE NGGAK RUSAK!" Selena meluapkan emosinya

"Yaa makanya klo nglakuin suatu hal itu yg teliti, jangan gegabah! Salah sendiri mudah banget ditipu" timpal Nathan kembali dengan suara dingin dan wajah datarnya

Selena membeku mendengarnya, ia tidak salah dengar kan? Bukannya Nathan sudah membuang sisi dinginnya? Bukan hanya Selena saja, semua yg mendengarnya pun terdiam.

"Nath.. Hehe.. Iyaiya maaf, km jangan marah ya sama aku" Selena langsung merengek

"Eh aku gabung dong, boleh kan?" lanjut Selena

"Punya mata nggak? Udah penuh" jawab Nathan masih dingin

Semuanya makin terdiam. Mereka berfikir mungkin Nathan sudah terlalu jengah dengan sikap Selena. Tentu saja, memang ada yg suka diganggu?

"Sel, lo bisa nggak berhenti gangguin gue? Lo cewek, masa nggak malu ngejar2 cowok? Lo punya harga diri kan?" tanya Nathan sinis

Selena hampir menangis, matanya sudah memerah. Sumpah demi apapun, ia belum pernah dipermalukan di tempat umum seperti ini.

"Gue nggak akan ganggu lo klo lo mau ngeliat ke arah gue Nath. Skrg gue tanya, lo bisa nggak sedikit aja ngehargain perasaan gue?" jawab Selena sambil mati2an menahan air matanya

"Lo pernah mikir nggak kenapa gue nggak pernah ngeliat ke arah lo?"

"Kenapa? Gue kurang apa? Gue cantik, gue populer, gue kaya, bahkan gue anak ketua yayasan! Apa yg kurang Nath?" ujar Selena

"Nah itu, gue nggak suka cewek yg suka sesumbar tentang harta orang tuanya. Gue juga nggak suka cewek yg pke make up tebel ke sekolah, lo anak sekolah Sel bukan tante2. Lo pikir kelakuan lo bagus banget selama ini? Yg sok berkuasa, ngebully sana sini cuma karena lo anak ketua yayasan? Sampah!" ketus Nathan

The Cold Boy Nathan [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang