0.9

6.1K 1.6K 289
                                        











felix pusing.

badannya terasa diguncang dan pipinya terasa ditepuk beberapa kali. sayup-sayup suara memanggil namanya juga terdengar dan mengeras seiring dengan guncangan yang semakin kuat.

pemuda itu lantas tersentak di tempat. membuka matanya perlahan dan langsung menemukan lino sedang mencengkram kedua lengan atasnya.










"lo mau ngapain naik ke loteng sambil merem?!" nadanya panik, begitu juga dengan rupanya. "gua denger suara gedubrak begitu gua samperin lo mau naik ke loteng, tapi mata lo merem."

"terus lo ngapain naik ke sana pagi buta gini ha?!" lanjut lino yang justru membuat pusing di kepalanya semakin mendera.


felix berusaha mengatur napasnya yang tak teratur pasca tersentak tadi. disaat yang bersamaan, dia juga berusaha mencerna seluruh ucapan lino.

naik ke loteng sambil menutup mata?

yang benar saja, mana mungkin felix melakukan itu.

naik ke loteng saat pagi buta?

tidak kok, dia bersama chaewon naik ke atas sana saat siang hari.









"ah iya chaewon," gumam felix, nyaris tak terdengar. dia kemudian beralih menatap lino, "kak, chaewon mana?"




































"chaewon? chaewon siapa?"

[iv] nightmare side ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang