3.2

5.2K 1.3K 44
                                        














jujur saja ya, sebenarnya felix sangat-sangat ingin tahu apa maksud dibalik omongan lino. tapi sayang, felix malah sok cuek dan sok tidak ingin tahu.

dan lagi, felix juga tidak ada waktu untuk memikirkan lino. sebab sampai lewat beberapa hari pun felix hanya memikirkan cara agar dia bisa segera bertemu dengan seungmin.














"pa, tumpukan koran lama disimpen di mana ya?"

konversasi yang dimulai oleh lino itu berhasil menarik perhatian felix.

"di loteng tuh kayanya, lupa mulu papa mau ngeloak."

"oh, oke."

"mau buat apa memang? koran lama mah, udah di makan rayap mungkin."

"aku cek dulu ya, pa."








sosok pria paruh baya tadi hanya mengangguk lalu melenggang mendekati felix yang sedang duduk di sofa ruang tengah.

"kok papa ngerasa makin hari mama sama lino kok jadi aneh?"

si pemuda berjengit.

"apalagi waktu itu kamu bilang jangan kebanyakan akting ke mama, papa gak ngerti."

butuh sekian detik bagi felix untuk menjawab, "mama memang kebanyakan akting, papa aja yang gatau." ujarnya sembari melirik sang papa, "papa juga gatau 'kan kalau mama ga suka sama chaewon dari awal?"

"apa?"

"papa terlalu fokus buat nyenengin mama sampai papa gatau kalau mama gak suka sama chaewon."

"maksud kamu?" papa menggeleng pelan, "but chaewon never told me..."

"chaewon realized that papa was too focused on mom,  jadi chaewon rasa gak ada gunanya beri tahu papa."

pria itu hanya bergeming.

































"jadi aku rasa, chaewon hilang karena kemauan dia sendiri. karena dia sudah capek dibenci sama mama."

[iv] nightmare side ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang