2.2

5.6K 1.4K 66
                                        












suasana hening dalam ruangan justru membuat pikiran felix lebih leluasa untuk mengambil alih kesadarannya.

pemuda itu benar-benar tidak bisa beristirahat dengan tenang.

rentetan kejadian yang sudah dia alami terus berulang di dalam sana. membentuk adegan reka ulang yang memabukkan hingga mampu membuat perut felix terasa mual.





















"papa,"

"hm?"

"chaewon mana?"

bisa dilihat papanya yang terperangah di tempat, "chaewon masih hilang felix, kamu lupa?"

bukan, felix hanya ingin memastikan.

kalau dia memang kembali ke malam itu, artinya chaewon belum ditemukan.

harusnya memang begitu, tapi kenapa sebagian diri felix malah berkecamuk marah seakan chaewon yang tidak pernah hilang itu benar?

lalu bagian yang lain juga masih mengingat dengan baik chaewon yang dilupakan oleh semua orang.

jika diibaratkan, badan felix memang satu. namun di dalamnya terdapat banyak bagian yang memegang opininya masing-masing.

opini perihal kejadian yang sudah dilihatnya entah itu dalam mimpi atau bukan.
















"chaewon pasti baik-baik saja felix, kamu tenang saja."

dasar munafik.

melihat ibunya berkata demikian membuat felix semakin termakan amarah. ibu tirinya itu selalu mencari muka di depan papanya.

berlagak menyayangi chaewon dan mengatakan chaewon baik-baik saja padahal dalam hati berharap chaewon tidak pernah kembali, felix yakin.

"berhentilah mama, gak perlu banyak gaya biar keliatan sayang chaewon."

"apa maksudmu?"

"mama banyak lagak, kebanyakan akting. aku kesel lihatnya."































rahang ibu terlihat mengeras sementara papa hanya menoleh penuh tanda tanya.

[iv] nightmare side ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang