entah untuk yang keberapa kali, felix terbangun.
kini setelah matanya berhasil terbuka, nuansa putih langsung ditangkapnya.
bau khas rumah sakit serta bunyi alat yang tampak memantau detak jantungnya itu memenuhi indra felix. beberapa selang dan perban juga terlihat terpasang di tubuhnya.
tak lama kemudian seorang dokter masuk ke ruangan dan terkejut melihat felix telah sadar. dengan sesegera mungkin, dokter itu mengecek keadaan felix sebelum akhirnya berlari memanggil seseorang.
"felix?!"
itu, papa.
"kamu sudah sadar nak?" papa menggenggam tangan felix, "gimana perasaanmu? kamu baik-baik aja 'kan?"
"l-lumayan," lirih si pemuda agak serak, pandangan sayunya membuat papa semakin mengeratkan genggaman, "aku...kenapa?"
"kecelakaan, felix lupa hm?"
"mungkin," felix mengulum bibir. mulutnya masih kaku untuk dibuat bicara, "kak lino sama mama mana?"
"mereka pergi, engga tau ke mana."
dalam diam felix mengingat ucapan lino sebelum gelap mengambil alih kesadarannya.
'lo harus lupain semuanya, felix. kalo kayak gini lo 'kan bisa pingsan beberapa hari dan lupain semuanya ya kan?'
'maaf felix.'
'enjoy your time, gua pergi dulu.'
lino ternyata benar-benar pergi setelah membuat felix berdarah-darah seperti itu.
"sudah lumayan lama mereka pergi." lanjut papa, "dari kamu kecelakaan habis nganterin hyunjin ke rumah, mereka ninggalin papa sama kamu. papa enggak peduli soal mama dan lino, yang jadi fokus papa selama iniㅡharusnya papa gak biarin kamu nganterin hyunjin sendirian malem-malem. papa nyesel."
tunggu, kecelakaan setelah mengantar hyunjin?
bukannya felix baru saja kecelakaan gara-gara lino?
"nganterin hyunjin? bukan yang sama kak lino?"
papa mengangkat alis, "kok sama kak lino? itu 'kan sudah lama sebelum kamu liburan ke villa, sebelum chaewon hilang."
"kok?"
"kamu ingetnya yang itu ya? papa jadi makin nyesel kamu kecelakaan dua kali. apalagi waktu yang sama lino, cuma kamu yang luka. lino engga."
bukannya lino memang sengaja melakukan itu?!
"k-kalo yang sekarang?" tanya felix.
"yang sekarang 'kan papa sudah bilang habis nganterin hyunjin. mana tempat kecelakaannya sama, deket persimpangan pom bensin itu, kamu tau 'kan?"
felix mengernyit.
"setelah itu, kamu koma 6 bulan terakhir ini. hyunjin sampe shock, dia sering dateng jengukin kamu, sampe nangis-nangis juga pernah soalnya ngerasa bersalah. padahal kamu kecelakaan juga bukan gara-gara dia."
"t-terus?"
"terus ya gitu, gak gimana-gimana. lino sama mama pergi tanpa alasan. chaewon belum ketemu juga haha memang kayaknya kamu sama papa takdirnya ditinggal sama orang yang disayang mulu." balas papa dengan tawa hambar yang justru terdengar pilu untuk felix.
"chaewon belum ketemu?"
"belum,"
felix terdiam sesaat.
kalau dipikir-pikir lino memang berhasil menjalankan niatnya untuk menyelakai felix dan dia juga berhasil untuk membuat felix lupa.
lino berhasil membuat lupa berbagai kejadian yang dilihat felix sebelum chaewon hilang.
felix melupakan soal kecelakaan di persimpangan itu, soal lino yang dengan sengaja menabrakkan sisi kiri mobil supaya hanya felix yang terluka.
melupakan soal chaewon-lah si gadis yang mendadak berdiri di tengah jalan dan malah mengingat chaewon yang tertabrak.
"chaewon...." gumamnya.
"chaewon kenapa?"
felix kembali bertempur dengan pikirannya.
dia mengingat kembali semua informasi yang dia dapat dalam mimpi selama dia koma.
dari waktu yang terus berputar bahkan berulang, pertemuannya dengan seungmin, penjelasan, potongan koran dan selebaran, fakta soal lino, nama asli, sampai dia yang tidak bisa menyentuh apapun dan justru mengalami hari-hari yang sudah dia lewati.
"astaga..."
"kenapa sih lix? kamu baru sadar loh, jangan kebanyakan mikir dulu."
bukannya menjawab, felix malah memandang papa dengan tatapan yang sulit diartikan.
"papa, felix bodoh banget ya?"
bagaimana bisa felix lupa? padahal jelas lino sendiri yang menyembunyikan chaewon selama ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
[iv] nightmare side ✓
Fanfictionfelix dan mimpi anehnya. ft. felix, chaewon. est. 2019 ⚠️ violence, harsh words, lowercase, unrevised
![[iv] nightmare side ✓](https://img.wattpad.com/cover/187330093-64-k805305.jpg)