"kak, where we are going?"
"sudah gua bilang, gua bakal jelasin semuanya kenapa mama kasar sama chaewon."
"yes i know, but why do we have to go far like this? why do we have to take a car? apa cerita semuanya di rumah enggak bisa?"
lino menggeleng, "lo harus lupain semuanya felix."
"apa?"
felix mengernyit, berusaha menyesuaikan pandangan dengan cahaya yang berebut masuk ke dalam matanya.
aktivitas pemuda itu dilanjut dengan mengusap kepala sebelum akhirnya memandang jendela sebelah yang menampakkan banyak kendaraan berlalu lalang.
detik selanjutnya felix sadar, dia sedang berada di dalam mobil dan duduk di bagian jok belakang. lalu jok depanㅡ
"aku sama kak lino?" gumamnya tertahan kala menemukan sosok yang seratus persen mirip dengannya juga lino.
jadi suara yang sempat mengusiknya tadi adalah percakapan antara dirinya dengan lino?
inisiatif, felix lantas mendekatkan jemari pada pundak dirinya yang sedang duduk di depan itu, "o-oh, nembus lagi..."
seakan tidak percaya pemuda lee giliran berusaha menyentuh pundak lino, "nembus juga..." lirihnya kemudian.
felix menarik napas panjang sebagai hasil jika dia mulai lelah dengan semuanya. dia lelah tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan chaewon dan menghentikan lino sekarang juga.
ah, semua itu terasa hanya bayangan di benak felix.
lagipula kalau dia bisa menghentikan lino, apa masa yang sudah terjadi bisa berubah? maksud felix, apa chaewon tidak perlu menghilang di waktu setelah ini?
"jadi, lo bakal jelasin semuanya sekarang 'kan? lo bilang gabisa cerita di rumah."
lino mendesah kasar, "mama gasuka sama chaewon."
"iya, gua juga tau. tapi kenapa? kenapa mama gasuka chaewon? kenapa mama sering ngelarang ini-itu bahkan ngomong jahat sama chaewon?"
"maㅡ"
tin! tin! tin!
"sialan!" lino tidak melanjutkan omongannya. pemuda itu justru menaikkan maskernya hingga sebatas hidung dan semakin menambah kecepatannya.
tunggu masker?
ah, jadi begitu.
lino selalu menggunakan masker ataupun make up untuk menyembunyikan identitasnya. dasar bedebah licik.
"kenapa kok lo cepetin mobilnya?" pemuda dengan wajah persis dengan felix itu bertanya dan mengarahkan pandangan ke jendela samping, "loh, itukan chaeㅡ"
lino lantas mendorongnya kasar, "bangsat jangan liat samping!"
"the fucㅡare you crazy?! kepala gua kebentok jendela tolol!"
felix di belakang sekedar mengernyit. pemuda itu bilang chae? chaewon?
dia kemudian menoleh ke arah jendela, langsung menemukan chaewon di dalam sebuah taksi yang tampak lebih cepat dari mobil lino.
"c-chaewon!" seru felix, dia dengan panik melihat jalanan sekitar. "loh seungmin?!"
dan lebih mengejutkannya lagi, felix menangkap sosok seungmin di trotoar seberang sana. sedang tersenyum rancu seakan menikmati adu kecepatan kendaraan keduanya.
seungmin kemudian mengatakan sesuatu, membuat semua yang ada dipandangan felix bergerak lambat.
'ini salah,' begitu yang terbaca dari gerak bibir seungmin. tapi menurut felix, semua yang terjadi sekarang adalah salah. salah yang mana yang dimaksud seungmin?
"kak, kak jangan bego! itu depan persimpangan sama pom bensiㅡKAK WOI ITU BENERAN CHAEWON LOH?!"
"sial."
"KAK LINO OTAK LO DI MANA SIH HAH?! ITU CHAEWON JUGA NGAPAIN LARI KE TENGAH JALAN SIH ANJIR?!?!?"
"KAK, ITU CHAEWON NYURUH BERHENTI GAK SIH??? KAK LAMBATIN MOBILNYA, KAK LINO!! KAK, NANTI CHAEWON KETABRAK LOH?!?!?!??!"
meskipun pemuda mirip felix itu terus berteriak, lino tetap melajukan mobil dalam kecepatan yang sama.
dalam waktu singkat mendekat ke arah chaewon dan menghantam badan si gadis hingga terlempar cukup jauh.
entah mengapa, felix lagi-lagi merasa dejavu.
ㅡ
a/n:
4 part lagi menuju ending, aku mau nanya bentar xixi boleh dong~
sejauh ini, apa pendapat kalian soal cerita ini?
dijawab ya huhu, luv yuuuu<3
KAMU SEDANG MEMBACA
[iv] nightmare side ✓
Fanfictionfelix dan mimpi anehnya. ft. felix, chaewon. est. 2019 ⚠️ violence, harsh words, lowercase, unrevised
![[iv] nightmare side ✓](https://img.wattpad.com/cover/187330093-64-k805305.jpg)