3.8

5.1K 1.3K 317
                                        















setelah kejadian ketahuan lino tadi, felix hanya mampu berdiam diri di kamar. jantungnya terus berpacu meskipun sudah lewat sekian menit dari kejadian.

sampai-sampai suara degupan membuncah itu berhasil memenuhi telingan felix.

entahlah, felix seperti sedang dilanda rasa takut namun dia sendiri tidak tahu apa yang membuatnya takut. mungkinㅡlino? entahlah.











"lix, lo sibuk engga?" panggilan lino terdengar dari luar disusul ketukan pada pintu kamar felix, "bantuin gua dong?"

"b-bantuin apa?"

"ada lah, lo keluar dulu makanyaa."

felix tiba-tiba saja berubah panik.

bantuin gak ya bantuin gak ya bantuin gak ya bantuin gak ya bantuin gak ya, ah bodo bantuin aja deh!

felix mengangguk, meyakinkan diri sendiri kemudian beralih membuka pintu kamarnya. lino di sana tampak senang mengetahui felix mau membantunya.

"bantuin apa?" lontar yang lebih muda.

"nyari name tag gua waktu sma, tadi jatuh tapi gatau jatuh ke mana. gua nyari mulai tadi engga ketemu."

"name tag? biarin aja lah, udah ga kepake juga?"

"orang kaya lo mah mana ngerti yang namanya kenang-kenangan."

lagi.

lino menciptakan senyum itu lagi.


































"terakhir jatuh di mana?" celetuk felix.

"di sekitaran ruang tamu, gua udah puterin sampe ndelesor juga gak ada."

sesuai perkataan lino, felix mulai menuju ke ruang tamu. mencari di setiap sisi yang sekiranya menjadi tempat name tag itu berada.

"coba di bawah sofa panjang, lo cek coba." titah lino.

felix menyanggupi, berganti mencari di bawah sofa yang dia maksud, "gak ada."

"ya ngeceknya jangan gitu doang! sampe merunduk, ndelesoran coba!"

mau tidak mau dia menuruti apa kata lino. mulai menjatuhkan diri pada karpet dan mengecek benar bagian bawah sofa.



























sampai akhirnya felix merasakan hawa tidak enak di belakangnya.




















"kak? lo ngapain?"

"coba tebak~"

"apㅡ"

bugh!









































kepala belakang felix dipukul dengan tongkat kayu oleh lino.

[iv] nightmare side ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang