4.9

5.9K 1.3K 239
                                        














felix membuka kelopak perlahan.

begitu terbuka sempurna, pandangannya langsung disapa oleh kaca depan mobil yang menunjukkan berbagai kendaraan berlalu-lalang.

pemuda itu kemudian menoleh ke samping dan menemukan lino sedang memegang kendali dengan air muka yang tidak dapat dijelaskan.

untuk memastikan jika dia benar-benar mengulang semuanya lagi, didekatkanlah telapak tangan pada pundak lino.

"oh, gak nembus." serunya sedikit takjub.

"lo kenapa megang-megang pundak? jangan ganggu gua nyetir."

"sorry, but can i ask you something?"

"apa?"

"where we are going?"

"sudah gua bilang, gua bakal jelasin semuanya kenapa mama kasar sama chaewon."

ah, jawabannya sama persis.

"but why do we have to go far like this? why do we have to take a car?"

lino menggeleng, "lo harus lupain semuanya felix."

bahkan lino juga memberikan gestur serupa seperti saat ia berbicara dengan pemuda yang sepenuhnya mirip dengan felix.

memang benar, felix kini menjadi 'felix' yang sesungguhnya. menjadi 'felix' pengisi hari ini.
























"jadi, lo bakal jelasin soal chaewon sekarang?"

lino mendesah kasar, "mama gasuka sama chaewon."

"iya, gua tau. gua juga tau mama sering main fisik sama chaewon 'kan?"

"maksud lo?"

"dari mukul, nampar, nginjek, ngelukain pake garpu, dan bikin dahi chaewon berdarah kena ujung meja. mama ngelakuin semua itu 'kan? bahkan beberapa diantaranya disuruh sama lo, bangsat."

"a-apa? lo gausah ngarang cerita!"

"ngarang cerita darimana sih, orang gua liat semuanya sendiri kak lee minho."

"BRENGSEK! LO TAU SEMUANYA?!"

"yep semua, semuanya. jadi lo gausah susah-susah bikin gua lupa atau apapun niat lo, it will only be something useless."


ah, senang sekali rasanya memojokkan lino setelah sekian lama tak dapat melakukan apapun.

rasanya benar-benar menyenangkan. felix tidak dapat menyembunyikan senyumannya.

















"something useless? are yㅡ"











tin! tin! tin!












"oh, wow. kebetulan sekali. "

lino menaikkan maskernya hingga sebatas hidung dan semakin menambah kecepatannya seperti yang sudah felix lihat.

begitu felix menjatuhkan pandangan ke jendela samping, tampaklah chaewon di dalam sebuah taksi yang tampak lebih cepat dari mobil lino.

"c-chaewon..." gumam felix tertahan, "apa dia bakalㅡkak, kak lino turunin kecepatannya! kak!"

"lo takut sekarang? gausah khawatir, ini bakal jadi kejutan besar buat lo~ masih sama kayak niat gua sebelumnya kok~ katanya gak guna tapi kok lo bingung hm?"

apa-apaan ini?! apa yang direncanakan lino sebenarnya?!

ini kah yang dimaksud benar oleh seungmin?























felix yang tidak dapat membalas ucapan lino hanya mampu terfokus pada taksi yang ditumpangi oleh chaewon.

taksi itu terlihat sampai terlebih dahulu di persimpangan depan sana dengan chaewon yang langsung terburu keluar.

sama seperti kejadian sebelumnya, chaewon tanpa berpikir panjang langsung berlari ke tengah jalan dan membuat postur seakan menghadang mereka.

sial, jika begini chaewon bisa tertabrak lagi.




























"apa niat lo sebenernya?! lo mau nabrak chaewon hah?!"

"sounds good, but that's not my wish."

"lo mau apa?! dengan kecepatan kayak gini jelas lo mau nabrak chaewon!"

"do you think so?"









hingga tiba-tiba saja lino membanting stir, membuat segala yang terlihat berputar dan baru berhenti setelah bunyi hantaman keras terdengar.

































mobil mereka menghantam pohon besar.


























namun hanya dengan sisi kiri yang menghantam, sisi di mana felix duduk.


















lino lantas terkekeh, "yah, niat gua sebenarnya kayak gini. lo aja yang berdarah-darah, gua ga perlu~"

felix yang terhimpit kerangka mobil tak mampu bergerak. kepalanya pening luar biasa, seluruh badannya terasa sakit disertai dengan darah yang tak berhenti memancar.

brengsek, felix tidak menduga akan seperti ini jadinya.


















"lo harus lupain semuanya, felix~ kalo kayak gini lo 'kan bisa pingsan beberapa hari dan lupain semuanya ya kan~"

"......."

"maaf felix."

lino beranjak keluar dari mobil dan tersenyum kecil.

"enjoy your time, gua pergi dulu~"
































lino pantas mati.

[iv] nightmare side ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang