4.8

5.5K 1.3K 238
                                        














dengan langkah cepat, felix segera keluar sewaktu lino memberhentikan sebentar mobil sebelum akhirnya kembali menancap gas.

masa bodoh dengan lino, chaewon menjadi prioritasnya sekarang.

mata felix bahkan tampak sedikit kabur berkat air mata yang sialnya tanpa diminta justru memenuhi pelupuk begitu dia mendekati genangan cairan pekat milik chaewon.

gadis itu terbujur kaku dengan fisik tak karuan juga napas yang terputus-putus. ah, felix tidak sanggup.







"gausah nangis."

pemuda lee tersentak, "s-seungmin? lo bisa liat gua?"

"bisa."

"t-tapi kenapa?"

"kenapa aja lah, lo gaperlu tau." pemuda kim mengulas senyum, "lo liat 'kan gua bilang salah tadi?"

felix mengangguk.

"baguslah," dia membuang satu tarikan napas, "karena semuanya emang salah lix. yang lo liat dan yang lo ketahui selama ini itu salah."

felix membuka bilahnya kecil, menatap seungmin dengan sendu, "maksudnya?"

"mungkin lo lupa banyak hal, ingatan lo pasti kabur gara-gara kejadian itu. jadi lo sekedar inget chaewon hilang, gak lebih."

"kim seungmin!" mendadak nada felix meninggi, tangannya mencengkram pundak seungmin, "tolong lo jelasin semuanya, gua enggak ngerti! kejadian itu, kejadian apa?! hal apa yang gua lupain tolong lo jelasin!"

"bisa, tapi enggak sekarang."

felix melengos tidak percaya, "k-kenapa?"

"lo capek felix, lo gak sadar? badan sama pikiran lo udah capek, biarin mereka istirahat dulu sebentar."

"don't you understand?! chaewon is more important than me! i don't care if my body is tired or how i don't care! i have to know everything, i have to know where chaewon is, i have to know kim seungmin!"

seungmin menarik napas, "gua ngerti, tapi lo pasti paham kalimat semua yang dipaksakan itu enggak baik? berlaku juga buat badan sama pikiran lo. udah kita istirahat dulu dan gua bakal jelasin pelan-pelan semuanya, setuju?"

"whatever." felix mendecih, "but, where?

"my home."

"chaewon gimana?"

"gak bakal gimana-gimana, ayo berangkat."

felix tidak punya pilihan selain mengikuti seungmin.









































felix kini duduk di ruang tengah rumah seungmin, sedang diam merenung seraya memainkan jari. pikirannya tidak tenang semenjak meninggalkan chaewon yang terluka di tengah jalan.

tapi seungmin bilang tidak akan kenapa-napa, jadi seharusnya felix bisa tenang bukan?

felix ingin percaya pada seungmin.

"min,"

"hm?"

"sebenernya gua sekarang ada di mana? kenapa gua ngalamin lagi hari yang jauh sudah gua jalani?"

seungmin yang ikut duduk bersama felix menyandarkan punggung ke sofa, "lo spesial felix. lo bisa ada di sini artinya lo spesial."

"tapi kenapa harus gua?"

"soal itu, gua juga ga ngerti."

"terus kalo soal gua yang gak nyata dan gabisa nyentuh apa-apa, lo bisa jelasin?"

"itu karenaㅡlo seharusnya gak di sini." seungmin setia dengan kalimat ambigunya, "sudah ada 'felix' yang ngisi hari ini, makanya lo gak nyata."

oke, felix tidak paham tapi, "kalo gua gak nyata, kenapa lo bisa liat gua?"

"karena gua sama spesialnya kayak lo." katanya.

"terserah deh. terus soal chaewon, kak lino, salah salah itu gimana?"

"nah, kalo yang itu lo harus lihat sendiri."

"gua sendiri?"

pemuda kim mengiyakan, "gua di sini cuma sekedar bantu sedikit, sisanya lo jalanin sendiri. lo siap?"

"ready for what?"

"lihat semuanya, lihat kejadian yang sebenernya. benerin semua info yang lo dapet selama ini."

"lo gak bisa bilang aja gitu letak kesalahannya?" felix mengernyit, "otak gua gak setinggi lo, lo harus tau itu."

seungmin tertawa kecil, "mobil, tabrakan, persimpangan, pom bensin. lo dejavu sama semua itu 'kan?"

"lo tau?"

"yap, dan semua itu gak sekedar dejavu. semua itu emang bener kejadian, cuma lo aja yang salah nangkep."

"HAH?!" felix menggeleng, "wait, wait hold onnnnn. hhh astaga, gua nyebut aja deh, gua ga ngerti apa-apa sumpah."

"yang lo liat dan yang kebayang di benak lo hari ituㅡchaewon yang ketabrak bukan?"

"huh? iya."

"nah, di situ salahnya."

"t-terus?!"





"jalanin hari ini sekali lagi sebagai 'felix' yang sebenernya. lo siap?"

felix menarik napas panjang, "oke."

























"tutup mata lo dan jalanin semuanya lagi. good luck, felikseu."

[iv] nightmare side ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang