4.5

5.2K 1.2K 105
                                        














"k-kak lino! kakak harus jujur, kakak harus selesaiin masalah ini secepat mungkin gimana pun caranya!"

"kak jawab! kakak harus bilang semuanya ke papa!"






felix terbangun dengan perasaan tidak nyaman.

perutnya seperti diaduk sehingga membuatnya mual. keringat dingin juga berhasil membasahi pelipis bahkan telapak tangan felix.

dia seperti dibuat trauma setelah melihat perlakuan ibu pada chaewon.

jadi masalah ini yang membuat ibu dan lino bertindak kasar pada chaewon? kenapa pula chaewon begitu kuat menutupi semuanya?

jika chaewon adalah dirinya, felix yakin dia sudah mengamuk dan mengatakan sejujurnya pada papa.

felix juga tidak habis pikir dengan lino. lino dengan fakta seorang pembunuh yang mengubah identitas agar sulit dicari kini tengah bersembunyi di antara keluarganya?

sinting, lino dan ibunya memang sinting.





















"ini bukan urusanmu, pergi chaewon."

"ini jelas urusanku! masalahmu menyangkut keluargaku juga!"

gertakan chaewon spontan membuat lino mengangkat salah satu tangan, seolah bersiap memukul.

felix refleks menarik tangan chaewon yang tidak jauh darinya tujuan agar si gadis tidak terluka, tapi apa?






















felix lagi-lagi hanya menyentuh angin.

sensasi memuakkan saat tangannya menembus tangan chaewon terulang kembali.


















"apa?! mau tampar?! tampar aja, sepuas kakak!" ujar chaewon, penuh dengan amarah, "kalau itu bisa bikin kakak mau jujur soal masalah kakak silahkan!"

"tutup mulutmu!"

sentakan tinggi lino itu jelas membuat badan chaewon merinding. rasanya sekujur tubuhnya meremang hanya dengan satu sentakan.

"sudah kakak bilang ini bukan urusanmu! dan mama juga memintamu untuk diam, tapi kenapa kamu gak ngerti juga?!"

"akuㅡ"

"astaga!"

tiba-tiba saja kehadiran ibu menginterupsi keduanya.

"ada apa ini?!" melihat satu tangan lino yang terangkat bebas, ibu lantas menjengit senang, "oh, tunggu apa lagi? pukul saja!"















napas felix di sana berubah menderu kala mendengar lontaran sang ibu.

semudah itu kah?






























"g-gak ma," tanpa aba-aba lino menurunkan tangannya yang mana langsung disusul kernyitan ibu.

"kenapa?"
















































"aku gak bisa, mama aja....."

[iv] nightmare side ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang