2.1

5.7K 1.4K 45
                                        











"ng-nganterin hyunjin ke rumah?" ucap felix sedikit terbata. "bukannya itu sudah dua hari yang lalu?"

"nak," papa mencondongkan badan, menatap manik felix lekat, "what happened to you? kamu baru semalem nganterin hyunjin, kok bilangnya dua hari yang lalu?"

kali ini ibu yang mendekat, "felix gapapa?"

badan felix gemetar.

semalam?

apa felix kembali di malam dia mengantar hyunjin pulang ke rumah? bukannya dia sudah melewati malam itu lalu bertemu dengan chaewon, melihat temannya bermain basket, dan kecelekaan?

seluruh pertanyaan berputar di kepala felix. membuat jantungnya membuncah hingga suara detak memenuhi telinganya.






melihat keadaan si pemuda yang shock, papa lantas bergegas hendak memanggil dokter. namun, baru dua langkah sosok yang dicari sudah memasuki ruangan terlebih dahulu.

"bagaimana perasaanmu? sudah lebih baik?" pecah sang dokter, intermeso antara dirinya dengan felix.

"hah? t-tidak juga..." felix mengulum bibir, "saya boleh bertanya sesuatu?"

sembari memeriksa keadaan felix, dokter mengulas senyum. mempersilahkan pemuda lee untuk bertanya, "silahkan."

"a-apa yang terjadi pada saya?"









"oh? kukira orang tuamu sudah memberitahumu." pria itu tersenyum lagi, "semalam kamu dibawa ke sini dalam keadaan pingsan, waktu saya cek kamu hanya kelelahan."

sosok itu lantas menggiring felix agar kembali merebahkan diri di kasur. mau tidak mau felix menurutinya, berangsur menaruh kepala di bantal dengan tatapan setengah bingung.

"jangan banyak berpikir, kamu istirahat dulu okey?"



























siapapun tolong katakan pada felix.

bagaimana caranya dia beristirahat dengan pikiran penuh seperti ini?

[iv] nightmare side ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang