1.4

5.9K 1.4K 102
                                        













"lesu amat lo, ngapa?"

felix membuang napas pelan sebagai balasan pertanyaan lino. kakaknya itu membuka pintu kamar tanpa mengetuk terlebih dahulu dan menyembulkan kepalanya begitu saja.

"gapapa,"

"halah gak usah kemayu, berasa cewek aja lo, gapapa gapapa."

"yang kayak cewek di sini siapa?" tatar felix kemudian, "yang kalo keluar rumah sering pake masker item atau gak pake make up biar mukanya keliatan beda? ngapain sih?"

lino menyunggingkan senyum, mendekat ke arah sang adik yang menekuk lutut di kasur, "melindungi privasi."

"privasi your head, berasa artis lo? cakep dikit berasa bagus banget."

"yeu lo mah gak tau kalo gua lagi dikejar-kejar."

"sama mbak kunti? gak heran lah gua."





lino sekedar tertawa lalu menepuk bahu felix pelan, "ayo berangkat."

"hah? mau kemana?" felix melemparkan pandangan pada lino yang sudah siap dengan jersey abu-abu dan kaos putih sebagai dasarnya.

"ke bromo. gak. kan sudah janjian sama jisung dkk tambah kak chan juga mau basketan di lapangan kampus mumpung liburan? lupa?"

tidak, felix tidak lupa dengan janji itu.

tapi itu masih 5 hari lagi sejak dia dan yang lain pulang dari villa.

felix harusnya pulang hari senin walau berakhir pulang satu hari lebih cepat. jadi artinya, janji itu tepat hari sabtu. dan lagi ini masih hari rabu, kenapa lino malah mengajaknya sekarang?




















"eeyy ini kan masih rabu kak linooo, janjinya 'kan hari sabtuuu."

yang lebih tua mendadak mengusap kepala felix, "kakak tau kamu bego tapi kakak belom tau kamu sebego ini sampai gabisa ngitung hari."

"maksudnya apa ya? can you explain it lino yang maha pinter?"








lino mendesah kasar, "hari ini hari sabtu felix bego, darimananya hari rebo?!"































loh?

[iv] nightmare side ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang