2.8

5.4K 1.3K 168
                                        












"s-seungmin?! kenapa dia?"

"lo tau sendiri 'kan seungmin paling tenang dan paling pas dimintai saran di antara kalian?" ucap gadis hwang, "kalian maksudnya temen-temen satu kumpulan lo."

"tapi masih ada kak chan? dia jugaㅡ"

"yang seumuran kita maksudnya."







kalau dipikir-pikir omongan yeji ada benarnya juga. jujur saja, seungmin memang paling tenang di antara mereka. pemuda itu selalu bicara karena butuh, bukan karena ingin.

selebihnya dia hanya menyimak jika sedang berkumpul bersama.

ah, tapi seungmin jarang ikut berkumpul. seungmin juga jarang terlihat, akibatnya eksistensinya terkadang dilupakan.



























"jadi, gara-gara seungmin?" ulang felix dengan alis bertaut, "chaewon pergi karena saran seungmin?"

"mungkin, tapi lo jangan marah dulu sama seungmin. karena sekali lo minta saran sama dia, kayaknya lo gak bakal bisa buat nolak saran itu. lo pasti ngelakuin apa kata dia."

"hah?"





yeji menghela napas, "gua minta saran ke seungmin biar hyunjin ga terlalu asik sama temennya, biar ryujin gak terlalu cari perhatian sama hyunjin soalnya ryujin sampai ngirim setan segala ke gua."

"dan seungmin bilang, jangan bales perbuatan ryujin. mending bikin diri lo seolah tersiksa biar hyunjin lebih percaya ke lo."




"seungmin bilang gitu? makanya loㅡ" felix tidak mampu melanjutkan omongannya.

semua terlalu memusingkan, dia tidak pernah mengira seungmin ikut andil dalam kejadian itu bahkan dalam hilangnya chaewon juga.













"iya, gua lakuin." yeji rasanya muak dengan dirinya sendiri, "gila memang."

tangan si pemuda mengepal, "gua mau nemuin seungmin, gua mau denger semuanya dari dia." ujarnya kemudian.

"tapi seungmin sekarang gak ada,"

celotehan yeji yang terdengar seperti gumaman itu membuat felix menoleh, "maksudnya?"


































"seungmin sekarang gak ada, seungmin adaㅡbaru hari jumat nanti."

[iv] nightmare side ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang