....dan deru detak jantung mereka menderu, menggema ke seluruh tubuh. Hanya rasa panas yang menjalari seluruh tubuh. Kini tiada pilihan lain, selain menghadapi hasrat yang menggebu-gebu....
*
**
***
[Mengandung sedikit konten smut dan umpatan. No details proofreading.]
Suatu malam...
James sedang bermain dengan PlayStation-nya sendirian.
*Tok.. tok.. tok..
Dan James tau siapa itu.
"Masuklah!" Sahut James.
Nadinepun masuk ke dalam flat-nya dan langsung duduk di samping James yang tengah asyik bermain video games. Nadine tau kata sandi flat itu, begitupun James, ia tau kata sandi flat-nya Nadine.
"Jamie..."
"Ada apa?"
"Kau tau, hadiah apa yang harus aku berikan untuk Finn?"
"Hadiah? Memangnya ada apa dengannya?" Usut James dengan tangan yang masih sibuk dengan game stick controller dan mata menuju layar televisinya.
"Sebentar lagi ulang tahunnya. Dan aku tak tau harus memberinya apa.."
"Berikan saja apa yang ia mau. Bukankah kau kekasihnya, harusnya kau tau inginnya. Mengapa malah bertanya padaku?"
"Ya, karena kau kan pria." Sahut Nadine.
"Bukankah kau pernah mempertanyakan ini sebelumnya? Aku sungguh tak punya jawaban lain, selain itu." James masih sibuk dengan video games-nya.
Entah James menyadari atau tidak, tapi raut wajahnya Nadine menjadi gelisah.
"Mmm.. Jamie.." seru Nadine lagi.
"Ada apa lagi, Nad?! Apa kau sengaja agar aku gagal menaikkan levelku?"
"Enak saja! Tentu saja tidak!" Nadine berpura-pura ingin pergi. "Ya sudah aku bertanya kepada yang lain saja!" Nadanya merajuk.
James menghentikan permainannya.
"Baiklah, baiklah, aku akan meladenimu. Cepatlah duduk!"
Nadinepun segera duduk kembali. "Jamie.."
"Apa?!"
"Mmm... Sebenarnya, aku khawatir.."
"Khawatir tentang apa? Jangan berbicara setengah-setengah, kau membuatku penasaran, Naddie!"
"Baiklah..." Nadine menghela nafasnya. "Kau tau kan kalau aku masih perawan?"
"Ya aku tau dari gerak-gerikmu dan perkataanmu. Tapi,.." James memandangi Nadine mencoba menggodanya. "..tapi aku belum percaya jika belum membuktikannya.."
"Jamie!!" Teriak Nadine. "Berhenti bercanda!"
"Hahaha.. baiklah, maafkan aku.." tawanya James pecah.
"Aku takut jika aku tak bisa memuaskan dirinya, karena aku tak pernah punya pengalaman melakukan 'itu' sebelumnya. Jadi, bagaimana jika ia kecewa padaku?"
"Tak apa, Nad. Kau bisa belajar darinya.." jawab James santai setengah bercanda.
"Kau temanku atau bukan?!" Nadinepun kesal
"Naddie, kenapa nada bicaramu menjadi tinggi? Kau kesal padaku?"
"Seharusnya kau melarangku berbuat 'itu', namun kau selalu mempengaruhi bahwa itulah satu-satunya hadiah untuk Finn." Gerutu Nadine.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Little Secret
RomantikBagaimana jika seorang gadis polos sengaja melepas keperawanannya untuk sahabatnya sendiri. Karena ia takut jika sang kekasih tau bahwa ia tidak berpengalaman dalam hal tersebut. Sang sahabat bersedia membantu, namun mereka berdua malah terjebak aka...
