....Gairah pembawa sengketa. Keduanya tak menyadarinya. Ini adalah awal dari semua rasa sakit untuk menjadi lebih dewasa, dan rahasia yang harus mereka jaga....
*
**
***
[ ⚠️ Warning ⚠️ Mengandung konten smut. Yang belum dewasa diharap bijak. No details proofreading.]
Kembali ke masa sekarang.
James terdiam melamun sendirian.
"Aku sungguh tak tau, mengapa aku bisa menyebutkan namamu saat itu, Naddie..." Gumamnya.
Sebuah misteri bagi dirinya. Alam bawah sadarnya telah mengkhianatinya. Sehingga, ia tak tau mengapa, dan apa yang terjadi kepada dirinya.
***
Ketika malam tiba.
"Tunggu sebentar!" Teriak James saat mendengar suara ketukan pintu yang familiar itu.
"Jamie, aku membawakanmu adobo!" Ujar Nadine bersemangat. "Maaf, aku baru bisa membuatkanmu sekarang. Karena tadi siang aku agak sibuk."
Jamespun menyambut kotak makanan itu. "Tak apa, terima kasih, Nad. Sekarang pulanglah."
"Hah? Aku bahkan belum melangkah sedikitpun ke dalam flat-mu, Jamie."
"Jangan sekarang, Nad. Sebaiknya, kau pergi ke tempatnya Finn. Bukankah besok kalian akan pergi berlibur?"
"Iya, tapi... Emm.. aku tak ingin ke tempatnya malam-malam begini.."
"Ya, sudah. Pulang saja ke flat-mu sendiri lalu tidur."
"Jamie, kau benar-benar mengusirku?"
"Mm.." angguk James.
"Apa kau marah padaku, Jamie?" Usut Nadine.
"Tidak, Nad. Tapi, apa kau tak memikirkan perasaan Finn? Bagaimana kalau ia tau jika kau menginap di rumah pria lain?"
"Tapi, kau sahabatku, Jamie."
"Sudahlah, Naddie. Pulanglah, aku tak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan."
James sudah berkali-kali menyuruh Nadine pergi.
"Apa sesuatu yang tidak diinginkan itu, Jamie?"
James mendengus, "Nad, aku ingin mengundang kekasihku kemari." Dustanya agar Nadine mau pergi.
"Oh, begitu. Kalau begitu, maafkan aku, Jamie." Nadine menunduk tanda menyesal.
"Sudahlah, Nad. Jangan meminta maaf."
"Ya sudah, aku pulang." Pamit Nadine.
"Bye, see you... My partner in crimes..." Ucap James.
"See you..." Sahut Nadine dan berlalu pergi.
Jamespun menutup pintunya kembali saat Nadine sudah tak terlihat lagi.
"Nad, aku pasti akan merindukanmu." Gumam James.
Ya ampun, James. Nadine hanyalah punya kekasih. Ia bukannya pindah ke luar negeri ataupun meninggal. -author
***
Keesokan paginya, Nadine telah berada di dalam mobilnya Finn.
"Honey, kenapa kau diam saja sedari tadi?" Usut Finn.
"Hah? Tidak, aku hanya merasa masih menggantuk." Jawab Nadine.
"Oh, tak apa. Tidurlah, jika kita telah sampai, nanti akan aku bangunkan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Little Secret
RomansaBagaimana jika seorang gadis polos sengaja melepas keperawanannya untuk sahabatnya sendiri. Karena ia takut jika sang kekasih tau bahwa ia tidak berpengalaman dalam hal tersebut. Sang sahabat bersedia membantu, namun mereka berdua malah terjebak aka...
