Chapter 09 - Pilihan

1.6K 108 64
                                        

....rahasia kecil kita sedang dalam bahaya....

*
**
***

[No details proofreading.]

"Mm.. aku tak.. ng.. a.. aku tak ingin menggugurkan bayi ini.."

Sebuah kalimat yang tak pernah diduga oleh James untuk ia dengar hari itu. Ia membeku, dan tercengang. Lidahnya kelu.

"Ma.. maksudmu, a.. apa?" Usut James terbata.

"Iya, Jamie. A.. aku tak ingin, ke.. kehilangan. Hiks.. bayi ini.." ucap Nadine dengan tetesan air matanya yang telah membasahi pipinya.

"Ja.. jadi?" James benar-benar sulit percaya dengan apa yang didengarnya.

Nadine mendekati James. Lalu, tiba-tiba memeluk sahabatnya itu sambil menangis tersedu-sedu.

Padahal, dahulu ia pantang menangis. Namun,  sejak hamil, ia gampang meneteskan air mata.

"Jamie, hiks.. a.. aku tak tega.. hiks.. membunuhnya.. hiks.. bantu aku.. hiks.."

James sedikit mendorong tubuhnya Nadine, agar ia bisa menatap mata sahabatnya itu.

"Bantu apa, Nad? Membesarkannya?" Usut James.

"Bukan, hiks.. Jamie. Aku tak yakin hiks.. bisa membesarkannya.. hiks.. tapi, bantu aku sampai.. hiks.. dia lahir.. hiks.. setelah itu, mung.. mungkin hiks.. aku a.. akan memberinya hiks.. kepada orang lain.. hiks.. aku tak yakin.." terang Nadine.

James sekarang paham maksudnya Nadine. Sahabatnya itu tak sanggup menggugurkan darah dagingnya sendiri. Tapi, juga tak tau dapat membesarkannya atau tidak. Jadi, dari pada membunuhnya, lebih baik ia titipkan kepada orang lain.

Sebenarnya, jika James yang yang ditanya, tentu dari pada ia berikan kepada orang lain. Lebih baik, ia membesarkan anaknya sendiri. Namun, apa daya, ia masih muda, dan belum dewasa. Ia juga belum mapan. Kelak bagaimana ia bisa membesarkannya.

Bukan hanya itu masalahnya mereka. Akan tetapi, masalah 'keluarga'. Keduanya tak menikah, dan tak berpacaran. Lalu, nanti bagaimana nasib sang anak melihat kedua orangtuanya yang tidak bersama. Mungkin mereka pikir lebih baik, ia dirawat oleh sepasang suami istri yang mapan.

"Baiklah, ayo kita keluar dari tempat ini, sebelum perawat itu datang kemari." Ajak James.

Lalu keduanya menuju bagian administrasi. James menerangkan bahwa Nadine tak jadi menjalani operasinya. Jadi, bolehkah ia mendapatkan kembali uangnya. Tapi, ternyata ia hanya dapat setengah dari uang yang telah ia bayarkan.

"Jamie, maafkan aku, kau jadi kehilangan PlayStationmu, dan sekarang kita tak bisa membelinya kembali." Ucap Nadine.

"Tak apa, Nad. Kita bisa menggunakan sisa uangnya untuk membeli susu ibu hamil dan vitamin untukmu." Sahut James. "Aku lebih memilih kehilangan PlayStationku dari pada kehilangan bayi kita, Nad." Sambungnya dalam hati.

Merekapun pulang ke flatnya James. Sore itu tak menjadi kelabu bagi keduanya. Mereka tak jadi kehilangan sang cabang bayi, tetapi walaupun begitu banyak konsekuensi lain yang menunggu mereka. Terlebih Nadine, di awal ia lebih memilih Finn dari pada janinnya. Namun, karena sekarang ia lebih memilih sang janin, lalu bagaimana dengan nasib hubungannya bersama sang kekasih?

***


Ketika malam tiba lagi.

James dan Nadine sedang berbaring di atas ranjang yang telah menjadi saksi, bagaimana Nadine kehilangan keperawanannya.

Our Little SecretCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang