Chapter 16 - Welcome my baby

1.2K 93 57
                                        

....mimpiku bukanlah mimpiku jika di dalamnya tidak ada kalian....

*
**
***

[Chapter ini berisi 4rb kata, jadi setara dengan dua chapter. - No details proofreading. Jadi, jika ada kata atau cerita yang perlu direvisi, silahkan berikan komentar.]

Mobil milik Bret akhirnya berhenti di sebuah rumah sakit, yang tidak lain adalah tempat di mana Nadine melahirkan.

James dengan segera keluar dari mobil tersebut dan berlari meninggalkan Bret. Tapi, Bret berteriak berusaha menghentikan sahabatnya itu.

"James! Tunggu dulu!!"

James akhirnya menoleh. "Ada apa?! Kita bisa terlambat!"

"Dasar kau ini, apa kau tau, Nadine berada di ruang apa?"

James menyadari kebodohannya. Bret lalu memberitahukannya di mana ruangnya Nadine berada.

Tanpa menunggu lagi, James langsung berlari mencari keberadaan Nadine.

*Brak!

James langsung membanting pintu ruang rawat Nadine. Seketika, beberapa pasien lain di sana memandangnya kesal, dan James langsung meminta maaf. Ia lalu segera menghampiri Nadine.

Menyadari jika perutnya Nadine sudah tak sebesar sebelumnya. Apakah ia tak sempat menemani Nadine di saat melahirkan?

"Naddie?!" James terlihat panik. "Di mana Beanie kita?!"

"Dia sudah keluar dari perutku, kau terlambat." Jawab Nadine memasang wajah kecewa.

"APA?! La... Lalu? Di.. di mana dia sekarang?! Belum ada yang mengadopsinyakan?!"

Ivan dan Alex masuk ke dalam ruangan dan menghampiri keduanya.

"Untuk apa kau bertanya seperti itu? Bukankah kau lebih memilih kompetisi itu dari pada bayimu sendiri?" Sindir Alex.

Bret akhirnya sampai dan ikut menghampiri mereka. Ia melihat ekspresi James yang sudah berkaca-kaca. "Ada apa?!" Ia menjadi ikut panik. "Apakah Beanie sudah diambil oleh keluarga barunya?!" Ia sungguh butuh penjelasan.

"Kalian terlambat, Beanie sudah tidak ada." Ujar Ivan dengan wajah datar.

"APA?!" Ujar James dan Bret serentak.

"Ti.. tidak mungkin!" James tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Ia memang tak langsung kemari tadi.

Saat Bret mengajak James untuk ke rumah sakit, ia menolak. Ia bilang mereka pasti masih sempat, karena tak mungkin Nadine melahirkan secepat itu. Lagipula, itu sudah giliran mereka untuk tampil.

Jadi, James dan Bret menyempatkan diri untuk tampil di atas panggung, segera setelah juri menilai mereka, mereka langsung saja pergi.

"Naddie! Kumohon beritahu aku jika kalian hanya berbohong.." mohon James.

Sama dengan Ivan, Nadine memasang wajah datarnya. "Kenapa kau ingin menemuinya. Bukankah ia tak penting bagimu? Nyatanya kau lebih memilih untuk mengikuti kompetisi itu dari pada menyaksikan dirinya lahir?"

Tetes demi tetes air matanya James jatuh. "Hiks.. maafkan aku, Naddie. Maafkan aku, Beanie. Hiks~ aku hanya ingin mewujudkan mimpiku... Hiks..."

"Benarkan, mimpimu lebih penting! Lalu, bagaimana apa kau menang?"

James hanya terdiam saat Nadine mempertanyakan hasil dari kompetisi tersebut.

Karena James tak kunjung menjawab, Bret lalu menimpali. "Kami tak berhasil masuk ke babak berikutnya, Nad. James tidak berkonsentrasi saat di atas panggung." Terangnya.

Our Little SecretCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang