4

1.2K 76 9
                                        

Wide game selesai pukul 15.30. Ambalan segera berganti baju karena kotor saat merayap pada pos terakhir.

😎😎😎

Pasukan api unggun telah bersiap. Setelah api menyala Ghiffar memimpin pensi. Kelompok yang belum tampil segera menampilkan pensi. Ditutup penampilan bantara putra dengan atraksi dan tarian. Api unggun membuat hawa panas.

Ambalan diizinkan untuk beristirahat. Namun, bagi calon bantara tidak diperkenankan meninggalkan lapangan. Panitia telah menyiapkan lilin. Mereka berusaha mematikan nyala api unggun. Agara suasana menjadi gelap. Hanya terang dari cahaya lilin di tangan masing-masing calon bantara. Akuifer mengambil alih toa.

" Sudah nyala semua lilinnya sepertinya. Sudah menutup mata dengan setangan leher juga, " Esa sibuk membuat barisan selang seling. Aray membaca puisi yang sangat menyentuh. Lilin semakin pendek. Panitia mengambil lilin dari calon bantara. Penanggung jawab tiap calon bantara menjadi penunjuk jalan. Karena calon bantara masih memakai penutup mata. Terdapat satu tempat dengan lima rintangan telah didesin panitia. Lima puluh meter sebelum tempat panitia menyuruh membuka penutup. Mereka berjalan sesuai pasangan selang seling.

😎😎😎

Pagi panitia dan peserta bumi perkemahan melakukan apel. Setelah melakukan apel panitia mempersiapkan minuman brotowali untuk ambalan dan calon bantara. Juga ada pembagian hadiah bagi kelompok yang menang. Semua masih terasa pahit di mulut. Mereka akhirnya makan jajanan yang menjadi hadiah bagi yang menang. Kemudian membongkar tenda.

😎😎😎

Akuifer menunggu Ghiffar. Ia duduk di bawah pohon dekat gerbang sekolah. Duduk menyandar dengan ransel di sampingnya. Suara motor Ghiffar tak jadi membuatnya terpejam. Matanya benar-benar kurang tidur. Sangat mengantuk. Ia naik ke motor tanpa memakai helm padahal Ghiffar sudah menyodorkan helm.

" Pakai nih! " Akuifer memakai helm cepat. Ghiffar menjalankan motor.

Tuk tuk

Tak lama kepala Akuifer telah jatuh ke pundak Ghiffar. Ia segera mengambil tangan gadis itu agar memeluk perutnya. Gadis itu melingkarkan tangannya erat. Ghiffar memasukkan motor ke halaman rumah Akuifer. Ia menurunkan standar motor. Turun motor perlahan agar Akuifer tidak terjatuh. Ia meletakkan ransel Akuifer di dekat motor kemudian menggendong gadis itu.

" Loh tidur Far? " Mama Akuifer baru saja akan menghampiri mereka karena mendengar suara motor Ghiffar.

" Iya ma, " Ghiffar melanjutkan jalan ke kamar Akuifer kemudian menutup pintunya. Ia menghampiri mama di dapur.

" Ma aku langsung pulang ya? "

" Gak istirahat dulu di sini? "

" Gak usah ma. Lain kali ya ma. Assalamualaikum. "

" Yasudah. Wa'alaikumussalam. Hati-hati. "

😎😎😎

Ghiffar memasukkan motor ke garasi. Ia melepas sepatu. Masuk ke rumah.

" Widih adikku sayang pulang. Sana bersih-bersih habis tu makan, " Ghiffar mencuci pakaian dan mandi. Kini ia telah memakai celana pendek dan kaos. Rama tengah menyiapkan piring juga gelas untuk adiknya. Rama menyalakan televisi. Ghiffar menyusul dengan membawa sepiring nasi lauk dan air minum.

" Abi di mana bang? "

" Ke rumah Bibi Alvicha tadi nyamper paman Faren ada urusan. Kenapa? "

" Gak kirain di batalyon atau keluar kota. "

" Kemarin Breach ngajak makan pas malam. "

Uhuk uhuk

Ghiffar tersedak air minum. Rama menepuk punggung belakang adiknya.

Beloved Brave (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang