[completed] \ˈsē-nyər \ a person with higher standing or rank.
"lee minho yang kalian kenal berbeda dengan lee minho yang aku kenal" - han jisung.
minho yang dikenal orang-orang adalah minho yang baik, pekerja keras, dan penuh sopan santun. tap...
warning!!! ada beberapa kata "sensual" yang tidak cocok bagi pembaca dibawah umur.
sekedar mengingatkan, book ini 🔞 ya! jadi, mohon kebijakan pembaca untuk selektif dalam membaca. thankchuuu!
***
Jisung, Seungmin, dan Hyunjin telah sampai didepan gay club yang disarankan oleh Hyunjin. Setelah melewati pos keamanan untuk pengecekan identitas mereka, Hyunjin, Seungmin, dan Jisung masuk satu persatu kedalam club yang telah ramai dengan para lelaki dewasa itu.
Asap rokok dan bau alkohol secara langsung menyerang indera penciuman milik Jisung. Sangat tidak nyaman untuk dihirup menurutnya. Namun, orang-orang disekitarnya nampak enjoy menari bersama-sama diiringi lagu yang diputar dengan suara keras.
"Sung, ayo cepet jalannya" ajak Seungmin yang telah berjalan beberapa meter didepannya dengan tangannya yang ditarik oleh Hyunjin memasuki gerombolan orang-orang yang sedang berdugem ditengah ruangan.
Jisung mencoba mengikuti langkah Seungmin yang telah hilang didalam kerumunan, namun dorongan dari orang-orang disekitarnya yang nampaknya sedang dalam kondisi tidak terlalu sadar membuatnya kehilangan jejak.
"Min... Seungmin..." panggil Jisung sembari berjalan membelah kerumunan orang-orang. Namun sudah pasti, suaranya kalah keras dengan suara musik yang berdentum keras.
"Kak Hyunjin..." usaha Jisung sekali lagi mencari kedua temannya.
Sayangnya usahanya nihil.
Sudah 15 menit ia berjalan tanpa arah, mengikuti arus dorongan orang-orang disekitarnya, namun sosok kedua temannya tak dapat ia temukan.
Selama usahanya mencari, sudah beberapa kali ia menemukan pemandangan yang tak senonoh. Mulai dari dua orang berciuman panas, seseorang yang menjilat leher pasangannya, pasangan yang saling meremas kemaluan mereka masing-masing, atau pasangan yang sedang bermain dengan puting masing-masing. Jisung hanya bisa menelan ludah ketakutan.
"Jisung takut..." ucapnya tanpa sadar.
Ia terus berjalan tanpa arah. Kini tujuannya hanya ingin keluar dari kerumunan orang-orang aneh ini. Rasanya ia sangat ingin mencari udara segar, karena alkohol dan asap rokok nyaris membuat paru-parunya sesak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Butuh waktu 5 menit, Jisung akhirnya bisa keluar dari lantai dansa itu. Syukurlah tepat didepannya adalah bar dimana para tamu bisa memesan minuman.
Jisung segera mendudukkan dirinya pada salah satu kursi tinggi dan mengambil ponselnya, sekedar mengabari Seungmin posisinya saat ini.
"Ingin pesan apa, tuan?" ucap seseorang mengalihkan perhatian Jisung pada layar ponselnya.
"Eh-oh-itu, eum... sebentar ya, saya belum memutuskan mau pesan apa" jawab Jisung gelagapan karena orang asing yang diketahui ternyata sang bartenderitu mengagetkannya.
"Ingin mencoba tequila atau whiskey, mungkin?" tawar sang bartender.
"Ah, saya kurang toleran dengan alkohol. Apa ada menu non-alkohol disini?" tanya Jisung dengan wajah polosnya.
"Sebenarnya tidak ada, namun jika anda berminat, disini ada mojito dimana alkohol yang ada didalamnya cukup rendah, tidak akan membuat anda mabuk" jelas sang bartender dengan sopan, tak lupa senyum lebarnya menambah kesan tampan dan ramah pada sang bartender.
Jisung mengangguk. "Saya pesan mojito saja deh" ucapnya final.
Sang bartender pun menganggukkan kepalanya, tersenyum, lalu pergi meninggalkan Jisung untuk membuatkan pesanannya.
Jisung kembali fokus memainkan ponselnya sembari menunggu pesanannya.
"Oy! Lino! Darimana aja lu. Lama ga main kesini!" suara bartender yang tadi dengan sopan menawarkan minuman pada Jisung kini terdengar lebih ceria menyambut temannya yang datang mendekati bar.
Hal itu sontak membuat Jisung penasaran siapa orang yang disambut oleh sang bartender.
Seorang laki-laki tampan dengan pakaian santai datang mendekati bar dengan rokok terselip dibibir ranumnya. Dan yang membuatnya terkejut adalah, Jisung kenal sosok itu.
Itu Minho, seniornya, yang selama ini ia kenal sebagai seorang lelaki baik-baik, datang ke klub malam, dengan pakaian santai, tak lupa sebatang rokok yang sedang dihisapnya.
"Oy Chan! Iya biasa sibuk kampus. Capek sendiri gue ngurusinnya gaada abisnya" Suara Minho yang biasa berbicara dengan bahasa yang sopan dan baku di kampus terdengar asing kali ini bagi Jisung.
Minho kini tengah mendudukkan dirinya di kursi tinggi berhadapan dengan sang bartender yang sedang membuatkan minuman Jisung.
Jisung hanya sedikit mencuri pandang kearah samping dimana Minho duduk. Ia tak menyangka ia bertemu dengan sisi berbeda Minho yang tak pernah terungkap sebelumnya. Matanya menyoroti betapa mahir sang senior menyesap batang penuh racun itu.
"Whiskey satu dong, cepet, haus gue" perintah Minho pada Chan, nama sang bartender, sesuai dengan yang Jisung dengar barusan.
Chan nampak mengesampingkan orderan milik Jisung dan mendahulukan permintaan Minho. Toh tidak ribet, hanya memberi sebotol penuh minuman keras itu dan satu gelas kosong berisi es batu.
Jisung semakin kaget melihat sosok sang senior yang dengan cepatnya meneguk habis cairan yang telah ia tuang pada gelas miliknya. Seperti sudah biasa dengan rasa asing alkohol ketika memasuki kerongkongannya.
"Bikin apa sih lu Chan, ribet amat daritadi" tanya Minho santai sembari melihat kesibukan Chan dihadapannya.
"Tuh yang disamping lu pesen Mojito"
Minho pun menolehkan kepalanya kesamping dan detik itu pula, kedua manik mata Jisung dan Minho bertemu. Minho nampak kaget dengan kehadiran Jisung disampingnya. Tak lupa, Jisung yang sedang mencuri pandang kearah Minho tertangkap basah juga akhirnya.
"Jisung?!"
bersambung
sheyeng sheyengku!!
enaknya jisung diapain ya abis ini sama minho wkwkwkwk