chapter 29
rooftop
(1272 words)
author's note:
maaf aku malem banget updatenyaaaa! karena sekarang ngetiknya rada panjang jadi updatenya rada malem. maaf ya gaes. semoga masih ada yang mau baca hehehehehe.
enjoy reading!
***
"Terima kasih dunia, terima kasih atas memori indahmu. Aku harap aku akan hidup berbahagia disana bersama dengan anakku ini"
"Sekali lagi, terima kasih"
Dengan mata tertutup, Jisung mulai melemaskan badannya, membiarkan badan kurusnya itu tertarik gaya gravitasi dengan mudahnya menuju tanah melewati gedung 6 lantai tempatnya menimba ilmu itu.
Namun bukannya terjatuh kedepan, ternyata ada dua buah tangan tiba-tiba menariknya paksa kebelakang, membuat punggungnya terjatuh menimpa seseorang yang menarik badannya itu.
Jisung membuka matanya kembali, hendak mengetahui siapa yang berani-beraninya menggagalkan rencananya itu.
"K-kak C-Changbin..."
Changbin masih tetap memeluk badan Jisung agar tetap menempel di badannya.
"L-lepasin K—kak!" berontak Jisung mencoba melepaskan diri dari dekapan Changbin.
"Nggak! Kamu gaboleh bunuh diri, bodoh!" bentak Changbin dengan posisi masih tetap memaksa memeluk Jisung.
"L-lepasin K-kak! Hiks..." Jisung mulai menangis namun tetap berusaha memberontak.
"J-Jisung c-capek hidup k-kak! H-hiks... L—lepasin!"
"Jangan bertindak bodoh Sung!" bentak Changbin
Jisung masih tetap memberontak dalam pelukan Changbin.
"Aku bilang lepasin!" Jisung balik membentak Changbin kali ini.
Changbin tidak sebodoh itu untuk melepaskan Jisung. Sudah pasti lelaki manis itu akan segera melompat jika Changbin melepaskan pelukannya itu.
"LEPASIN AKU BANGSAT!" teriak Jisung frustasi. Wajah Jisung memerah dengan menatap tajam namun sarat akan kesedihan kearah Changbin.
PLAK!
Changbin menampar Jisung, cukup keras.
Tangis Jisung pecah seketika. Lelaki mirip tupai itu menangis sesenggukan saat itu juga pada ceruk leher Changbin. Badannya kembali melemas tanpa ada berontakan atau perlawanan seperti sebelumnya.
Changbin tahu, Jisung sedang tidak bisa berpikir jernih. Otaknya sarat akan emosi dan kesedihan. Ia menampar Jisung bukan karena benci, Changbin hanya ingin menyadarkan lelaki itu untuk berpikir secara realistis dan normal kembali.
Pelukan erat Changbin berubah menjadi pelukan untuk menenangkan. Ia mengelus punggung Jisung secara konstan, membiarkan lelaki itu untuk mencurahkan sesak dalam dadanya melalui tangisannya.
"Maaf Sung..." ucap Changbin disela-sela tangisan Jisung.
"Tolong jangan bunuh diri..."
"Kamu tak sendiri didunia ini"
"Masih banyak orang yang menyayangimu, dan pastinya akan menyayangi bayimu juga"
Changbin terus mencoba mengucapkan kata-kata positif kepada Jisung, meskipun ia tidak yakin Jisung mendengarkannya atau tidak karena sedang menangis terisak dalam pelukannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Senior (Minsung)
Fanfiction[completed] \ˈsē-nyər \ a person with higher standing or rank. "lee minho yang kalian kenal berbeda dengan lee minho yang aku kenal" - han jisung. minho yang dikenal orang-orang adalah minho yang baik, pekerja keras, dan penuh sopan santun. tap...
