Chapter 2

3K 225 6
                                        

Matahari kembali mulai menampakkan sinarnya di tengah kota Seoul, Jennie pun mulai terusik dan terbangun dari mimpinya.

ia pun mulai merenggangkan tubuhnya yang terasa sangat sakit pagi ini. bagaimana tidak? ia terlelap di sofa diruang keluarga dari tadi malam. pandangannya tertuju pada seorang namja yang kini sudah bersiap-siap untuk berangkat kuliah.

"chakkaman aku akan membuatkanmu sarapan"ucap Jennie yang langsung buru-buru ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Taeyong.

"tidak perlu, aku bisa makan di kantin"ucap Taeyong dingin lalu keluar dari apartmentnya meninggalkan Jennie sendirian.

~

seorang yeoja cantik terduduk di dekat sebuah danau yang berada dibelakang kampusnya. Yeoja itu duduk termenung dan hanya bisa menatap lurus danau itu.

"Tempat yang indah, huh?"

Jisoo dengan cepat mengedarkan pandangannya kearah asal suara itu dan terlihat seorang namja terduduk tak jauh darinya sambil bersandar pada batang pohon dan memejamkan matanya.

"Kim Doyoung? Apa yang kau disini??"tanya Jisoo bingung, ia tidak menyadari keberadaan namja itu.

Doyoung pun membuka matanya dan menatap Jisoo sambil tersenyum tipis.

"Hanya bersantai saja"

"bagaimana hubunganmu dengan Jennie? sudah membaik? kau sudah merelakan Taeyong hyung?"tanya Doyoung balik yang membuat Jisoo sedikit naik pintam.

"aku tidak akan pernah memaafkan yeoja itu"ucap Jisoo dengan penuh kebencian yang membuat Doyoung terdiam.

"Noona...kau belum melepaskan Taeyong hyung?"

Jisoo pun menatap Doyoung tajam "Taeyong sudah berjanji padaku kalau ia hanya menikahi Jennie untuk sementara dan menceraikannya lalu menikahiku, Doyoung! Aku tidak akan pernah merelakan Jennie bersamanya! Taeyong hanya milikku! Dia hanya untukku!"ucap Jisoo yang mulai dibanjiri airmata.

Doyoung pun menghampirinya dan duduk disebelah Jisoo sambil menatap yeoja itu nanar.

"Aku tidak menyalahkanmu kalau noona berfikir seperti itu. tapi kau harus tau, cinta itu tidak harus memiliki. Terkadang merelakan orang yang kau cintai untuk bahagia dengan orang lain itu harusnya lebih dari cukup untukmu.."

"Tapi aku tidak akan rela melepaskan Taeyong untuk yeoja lain, Doyoung-ah. Aku tau aku egois, tapi aku sangat mencintainya.. Aku tidak peduli kalau aku harus melawan Jennie!"ucap Jisoo disela-sela tangisannya.

Doyoung menghela nafas dan menatap kearah danau itu. "Kau harus tau satu hal, terkadang kau harus berkorban untuk orang yang kau cintai..."

Jisoo terkekeh sinis " kau mengatakannya seperti kau pernah mengalami hal itu Kim Doyoung"

Doyoung tersenyum sambil membangkitkan dirinya "who knows.." Ucapnya yang membuat Jisoo menatapnya penuh bertanya-tanya.

Doyoung mengeluarkan saputangannya lalu menyodorkannya pada Jisoo sambil menunjukkan senyumannya itu.

"Kajja kita pergi dari sini, dan untuk hari ini, aku akan menuruti apapun yang noona mau..anggap saja sebagai hadiah ulang tahunmu beberapa hari yang lalu, aku belum memberikanmu hadiah, bukan?"

~

Malam hari tiba, kini terlihat Chaeyoung yang duduk diatas ranjangnya. Yeoja itu termenung memikirkan hal yang terjadi dan membuatnya penasaran dari beberapa hari yang lalu.

Flashback

"Chaeng, panggil Jaehyun dan ajak dia makam malam.."pintah nyonya Park yang sibuk menata meja makan.

For Love [ ✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang