Chapter 7

1.7K 135 3
                                        

"Hey, babe!"

Jisoo yang baru saja keluar dari bandara pun terkejut saat melihat Taeyong yang tak jauh dari hadapannya sambil tersenyum kearahnya.

"Taeyong??"

Taeyong terlihat melebarkan tangannya saat Jisoo berlari kearahnya dan menghamburkan pelukan pada namja itu.

"aigoo.. yeojachinguku merindukanku ternyata" ucap Taeyong sambil membalas pelukan Jisoo dan terkekeh pelan.

"tentu saja! aku merindukanmu! sangat!"

Jisoo terkekeh pelan lalu mengendorkan pelukannya dan menatap lembut namjachingunya itu.

"kenapa kau menatapku seperti itu?"

Jisoo lagi-lagi tersenyum tipis sambil mengusap pipi namja itu "hanya ingin mengamati wajah tampan namjachinguku, wae? kau ada masalah??"

"wae? aku tampan bukan?"ucap Taeyong dengan penuh percaya diri dan membuat Jisoo kesal lalu meninggalkan namja itu. Taeyong hanya tertawa kecil dan mengejar yeoja itu. "arrasseo, arrasseo..jangan cemberut"ujar namja itu sambil merangkul Jisoo menuju mobilnya.

keduanya hanya tertawa kecil dan saling bercanda seperti pasangan pada umumnya hingga mobil Taeyong berhenti disebuah restorant untuk makan siang bersama.

"woah, lihatlah kau terlihat seperti orang yang sudah tidak makan selama 1 tahun. kau belum sarapan??"tanya Jisoo sambil menatapi Taeyong bingung saat melihat namja itu yang memakan makanannya dengan sangat lahap.

Taeyong hanya menyengir kecil menandakan apa yang dikatakan Jisoo benar dan membuat yeoja itu menatapnya tajam "bukankah aku sudah sering mengingatkanmu untuk sarapan? itu sangat penting Lee Taeyong!"

"ne, ne, mianhae.. aku kelupaan"ucap Taeyong sambil menyengir yang hanya dibalas oleh helaan nafas Jisoo hingga sebuah notifikasi mengalihkan pandangan Jisoo.

From: Jennie

eonnie, apa kau sudah pulang?

kudengar dari Lisa dan Chaeyoung kalau kau pergi ke Jepang kemarin untuk menemui Jiyeon eonnie. bagaimana kabarnya? aku sudah lama tidak menemuinya.

Jisoo menghela nafas dan membalik handphonenya itu diatas meja makan sebelum melanjutkan makannya. Taeyong yang melihat perubahan ekspresi diwajah Jisoo pun menatap yeoja itu bingung.

"waeyo??"

"gwenchana, lanjutkan makanmu"ucap Jisoo sambil tersenyum paksa, Taeyong sadar ada sesuatu yang salah. bagaimana tidak?, ia mengenal Jisoo sangat lama.

"apa karena Jennie?"tanya Taeyong yang membuat aktivitas Jisoo terhenti. "bisakah kita tidak membahasnya?"

Taeyong pun menghela nafasnya berat dan melanjutkan makannya, ia tidak ingin membuat mood Jisoo hancur. sebenarnya ia sudah tau kalau Jisoo membenci Jennie karena perjodohan itu, ia bisa melihat dari tatapan yeoja itu

"okay, jadi, apa yang akan kau lakukan hari ini?"tanya Taeyong yang berusaha menghangatkan suasana "waeyo?"

"aku kosong hari ini, mau aku temani??"

Jisoo tersenyum tipis, "hmm..arrasseo, mau menemaniku jalan-jalan??"

"okay, aku akan mentraktirmu hari ini"ucap Taeyong, "jinjjayo?woahh! gomawo!"

~

Lisa terlihat berlari kecil menuju sebuah café, ia benar-benar terlambat bangun padahal hari ini ia memiliki janji untuk menemani Bambam mencari sepatu di mall.

"wow, kau terlihat seperti dikejar setan"ucap Bambam sambil tertawa kecil melihat Lisa yang kini ngos-ngosan dihadapannya. Bambam pun menyodorkan minumannya pada yeoja itu dan tanpa berfikir panjang yeoja itu meminumnya dan membuat namja itu terkekeh pelan.

"sorry, aku telat bangun tadi"ucap Lisa dengan nafasnya yang masih memburu. "aku tidak kaget soal itu, dulu kau selalu terlambat saat kita kencan"ucap Bambam yang membuat suasana menjadi canggung. "mau jalan sekarang??"tawarnya lagi untuk mencairkan suasana.

keduanya pun berangkat menuju mall dan berbincang-bincang, tak jarang mereka tertawa dan saling bercanda.

"apa ini cocok untukku?"tanya Bambam saat mencoba sepatu yang ia pilih. Lisa menggeleng pelan "why? apa jelek??"tanya namja itu lemas.

"bukan begitu, sepatunya memang sangat bagus, hanya saja yang memakai sepatu itu saja yang jelek" ucap Lisa yang membuat Bambam menarik lengannya hingga terjatuh disebelahnya sebelum menggelitiki yeoja itu dan membuat yeoja itu tertawa lepas sambil minta ampun agar Bambam berhenti menyerangnya.

"okay, okay, stop it!"ucap Lisa sambil menahan lengan Bambam,

"it's suit with you"

"okay, I'll take it then"

setelah dapat sepatu yang Bambam inginkan, kini keduanya berhenti di tempat bermain yang ada di tempat itu, sesuai dengan janji Bambam untuk menemani yeoja itu.

"memang kau bisa bermain basket?"tanya Bambam, "kau suka sekali meremehkanku"kesal Lisa

"aku tidak bermaksud meremehkanmu,nona Manoban. hanya saja, aku tidak pernah tau kau bisa bermain basket"ucap Bambam.

"Phi Ten mengajariku dulu, dan aku rasa ini seru"ucap Lisa yang membuat Bambam menatapnya bingung.

"Phi Ten? siapa itu?"

"ah, aku lupa memberitahumu..dia..pacarku"ucap Lisa sambil tersenyum tipis, "kau ternyata cepat sekali move on dariku"ucap Bambam sambil tersenyum tipis. tidak, lebih tepatnya senyuman paksa.

"memangnya kau belum move on??"ucap Lisa sambil menshotting bolanya hingga masuk kedalam ring.

"belum.."

DEG..

Lisa terdiam terkejut, ia pun menatap namja itu tidak percaya. "aku belum bisa move on dari dirimu Lalisa, semenjak hari itu, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu meskipun aku berusaha keras"

For Love [ ✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang