1.8. Apakah Kamu Malaikat Yang Dikirimkan Tuhan?

526 39 34
                                        

Hari yang cerah. Seorang gadis kini masih terbaring meringkuk di sebuah kasur dengan setengah badannya yang terbalut oleh selimut tebal.

Matahari mulai menampakkan dirinya, cahayanya kini hadir setelah terbalut oleh awan hitam semalaman.

Gorden kamar sedikit terbuka, sehingga cahaya matahari masuk melaluinya dan menyorot langsung pada wajah mungil gadis yang masih tertidur pulas.

Tok, tok, tok.

Damn, suara ketukan yang berasal dari pintu kamarnya membuat gadis itu harus menghentikan mimpi indahnya. Ia terpaksa bangun dari tidurnya. Ia duduk ditepi ranjang sejenak sembari mengucek-ngucek matanya.

"Iya sebentar."

Tok, tok, tok.

Ketukan pintu itu lagi-lagi terdengar di telinga sang gadis.

"Iya sebentar! Jangan diketuk mulu! Ini mau di buk--" ketika gadis itu membuka pintunya, dia tidak melanjutkan perkataannya.

"Devan? Ngapain kesini?"

Hari ini memang SMA PELITA sengaja diliburkan, karena semua guru sedang rapat mengenai Ujian Tengah Semester.

Devan tersenyum miring di hadapannya. "Kan lo udah janji bakal temenin gue beli gitar. Tadi mama lo teriak-teriak di bawah tapi gaada sahutan dari lo, jadi mama lo minta gue nyamper aja ke kamar lo."

"Oh iya. Gue lupa Van, sorry." Thalitha nyengir kuda.

"Lagian lo ngebo sampe siang banget gila."

"Semalem gue ga bisa tidur, liat aja nih mata gue ada pandanya."

"Mana panda? Gaada panda." Devan mendekatkan wajahnya pada wajah Thalitha untuk mencari panda di matanya.

"Ya ga gitu juga bego!" Thalitha mendorong wajah Devan menggunakan telapak tangannya.

"Kan lo sendiri yang bilang mata lo ada pandanya." Devan tertawa receh.

"Udah, udah. Sana pergi! Gue mau mandi dulu." Thalitha menutup pintu kamarnya, dan segera memasuki kamar mandi untuk melakukan ritualnya.

Tiga puluh menit bukan waktu yang sebentar. Thalitha bersiap-siap dalam waktu itu. Entah apa saja yang dilakukannya, hingga memakan waktu yang lama.

"Sorry Van. Lama ya?" Thalitha melangkahkan kakinya menghampiri Devan yang tengah asik dengan handphonenya.

Devan menoleh ke sumber suara tersebut. "lo ngapain si? Mandi apa bersihin kamar mandi? Lama banget dah."

Thalitha terkekeh geli. "Kaya ga tau cewe aja. Yaudah yu berangkat sekarang."

Devan beranjak dari duduknya, dia menyimpan handphone di saku celananya.

"Ma. Thalitha sama Devan berangkat ya."

"Iya sayang hati-hati."

"Permisi tante, Devan sama Thalitha pergi ya."

"Iya Van."

Thalitha dan Devan segera pergi dari rumah. Mereka berdua terlalu asik berbagi tawanya di dalam mobil sehingga tanpa disadari mobilnya sudah terparkir di depan sebuah toko alat musik.

"Ayo Tha." Devan turun dari mobil diikuti oleh Thalita.

Mereka berdua memasuki toko tersebut. Sepasang mata Devan dan Thalitha mulai melihat gitar-gitar di sekelilingnya.

"Van sini deh!"

Devan menghampiri Thalitha.

"Yang ini bagus gila, gue suka."

REYTHACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang