Last Only For You II

1.6K 144 73
                                        

Maaf membuat kalian menunggu lama..
Dan semoga Part ini tidak mengecewakan...
Karena ini ifa tulis ulang.
Maaf kan typo ifa...
Dan selamat membaca..!!















Deerrtt...!!

Deerrtt..!!

Saint terpaksa bangun karena ponselnya tak henti-hentinya berbunyi, ia mengambil ponsel itu dan melihat siapa yang tengah malam ini sudah mengusik tidurnya.
Dengan wajahnya yang masih kusut Saint mengangkat telfon itu.

"Hemb!!"

"............."

"Sebetar.. Aku takut Pin terbangun.. Bersabar lah.."

".............."

"Ck, baiklah-baiklah.. Tunggu aku 15 menit lagi."

Saint mematikan sambungan telfonnya dan beranjak dari tempat tidurnya, ia melihat Pin yang masih tidur kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Saint terkejut saat melihat Pin yang sudah terbangun dan duduk di atas tempat tidurnya.

"Phi mau kemana?"

Saint menggaruk tengkuknya, ia bingung harus menjawab apa pada Pin.

"Phi lapar.. Phi ingin membeli sesuatu di luar.. Karena tidak ada makanan di sini."

Pin mengangguk mengerti, kemudian ia merentangkan kedua tangannya, Saint yang melihatnya langsung menghampiri Pin da membantunya untuk berdiri.

"Pin ikut na.. Kita makan di luar saja, bukankah sudah lama kita tidak pergi berdua?"

Mau tidak mau akhirnya Saint menyetujui ke inginan Pin, dan terpaksa membatalkan pertemuannya dengan Zee.
Saint memakaikan jaketnya pada Pin agar kekasih kecilnya itu tidak ke dinginan, karena ini sudah hampir jam 1 malam.

"Apa kau bisa berjalan?"

Pin menggeleng, dan mengerucutkan bibirnya lucu, Saint tersenyum dan segera menggendong Pin di punggung nya, dan keluar dari apartemennya.

"Kau ingin makan apa baby?"

"Emb... Sushi?"

"Mana ada jam segini restoran sushi yang masih buka?"

"Kalau begitu.. Terserah phi saja.."

Saint tersenyum lalu mengusak rambut Pin dengan gemas, Pin sedikit terkejut mendapatkan usakan di rambutnya, ia meremas ujung jaket yang ia kenakan saat Saint terdiam melihat banyaknya helai rambut Pin yang ada di tangannya.

"Maaf.. Phi.. Rambutku sepertinya rontok karena tidak cocok samphonya."

Ujar Pin masih dengan wajahnya yang menunduk.
Saint menarik dagu Pin agar melihat ke arahnya.

"Kenapa minta maaf..? Seharusnya phi yang mengatakan itu, sudah jangan di pikirkan, sebaiknya kita segera berangkat untuk mengisi perut kosong phi.."

Pin akhirnya tersenyum lalu mengangguk, Saint menjalankan mobilnya denga rasa penasaran yang berkecamuk dalam pikirannya.

Setelah selesai makan, mereka kembali ke apartemen, Saint masih diam tak mengatakan apapun, sampai akhirnya mereka masuk ke dalam kamar.
Pin menarik perhatian Saint yang terlihat sedang melamun dengan tak sengaja membenturkan kakinya yang sakit pada sisi meja yang ada di samping tempat tidur.

"Aww.. Sshh.."

"Pin.. Ada apa? Apa kau baik-baik saja?" tanya Saint khawatir.

"Hanya terbentur kaki meja saja.. Tidak apa-apa phi.."

One/Two shoot LBC Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang