Hai...!!
Ifa kangen banget sama kalian, jadi ifa iseng buat story ini, semoga kalian suka..!!
Abaikan typo..!!
.
.
.
Aku selalu melihatnya di tepian jalan berjalan sendiri hanya dengan tongkat di tangannya, dan aku selalu membantunya untuk menyebrang jalan.
Karena setiap hari dia mempunyai tujuan yang sama dengan ku, pergi ke taman dan menikmati sejuknya angin di pagi hari.
Dia selalu bercerita banyak padaku, namun aku hanya bisa mengangguk dan tersenyeum saja mendengar ucapannya.
Terkadang banyak orang menatap aneh pada kami, namun aku ataupun dia tidak peduli akan hal itu.
Karena dia tak bisa melihat dan aku tak bisa berbicara.Sebelum kecelakaan itu aku adalah seorang mahasiswa yang normal seperti kebanyakan pemuda lainnya.
Dan dia pun juga sama, kenapa aku bisa tau? Karena dia yang menceritakan semua keluh kesahnya padaku, dan cara interaksi kami cukup unik jika aku ingin mengatakan sesuatu padanya aku akan menuliskan kata" itu di telapak tangannya.. dan aku selalu suka saat melihatnya tersenyum karena lelucon yang tak bisa ku ucapkan.
Dan di sinilah kisah kami di mulai..
.
.
.
Namanya Tanapon Sukumpatasan, tapi dia bilang..
"panggil saja aku Perth"
Aku hanya tersenyum saat dia mengatakan itu, bagaimana aku bisa memanggil namanya jika tidak pernah ada suara yang keluar dari tenggorokanku.
Setiap hari kami bertemu di taman ini, setiap pagi dan di jam yang sama.
Aku selalu di temani dengan note book di tanganku dan dia sebuah tongkat di tangannya.
Pernah suatu hari di berkata jika dia tidak membutuhkan tongkat lagi saat aku bisa bersama dengannya setiap saat.
Aku tertegun mendengar ucapannya..
Seolah dia ingin aku selalu bersamanya, namun aku kembali tersadar, jika aku tidak bisa selalu bersamanya..
Dia harus bisa melihat dunia ini lagi dan hidup dengan bahagia seperti sebelumnya.
*****
"Pete.."
Aku selalu suka saat dia tersenyum dan memanggil namaku, ku genggam tangannya dan tersenyum padanya, meskipun aku tau dia tidak akan bisa melihat senyumanku.
"Dokter sudah mendapatkan pendonor mata untuku, dan sebentar lagi aku pasti bisa melihat wajahmu Pete.. aku sudah tidak sabar lagi ingin melihat wajahmu.."
Aku tau..
Kau pasti bahagia, karena aku pun juga bahagia saat melihatmu kembali bisa melihat indahnya dunia ini.
"Kau harus menemaniku Pete..aku ingin saat aku membuka mataku, orang yang pertama kali ingin ku lihat adalah dirimu.."
'Tapi aku tidak bisa Perth..
Maaf..'
Tulisku di telapak tangannya, dia terdiam kemudian tersenyum meraba pipiku.
"Baiklah.. tapi kau harus datang untuk menjengukku, karena ada yang ingin aku katakan padamu di depan kedua orang tuaku"
Aku mengangguk dan memegang tangannya yang ada di pipiku, aku tidak tau perasaan apa ini.. namun aku selalu merasa sangat bahagia saat dia membelai pipiku dengan lembut, mungkin benar jika aku menyukai pria tampan ini.
Dan aku tidak bisa berharap banyak jika perasaannya sama denganku.
KAMU SEDANG MEMBACA
One/Two shoot LBC
Cerita Pendek🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞🔞 Berisikan konten dewasa. Harap bijak dalam memilih bacaan. Dosa tanggung sendiri ya.. 😁😁
