Regret of love

2.6K 159 42
                                        

Sorry for typo..!!
Selamat membaca..
Maaf baru nongol..
Ifa lagi pengen bikin one shoot.. Dan itu pun karena dapat request dari reader tercinta ifa..
Semoga ff ini gc mengecewakan..








Di sebuah kamar yang cukup mewah itu berbaring dua orang pria tanpa mengenakan apapun, hanya selimut yang menutupi tubuh bawahnya.
Sang pria manis bersandar pada dada pria yang lebih tua dari nya, dan masih terlihat sangat tampan.

"Pete.. Kau mau kan melakukannya untuk phi?"

"Hemb!! Demi phi dan juga kedua orang tuaku. Aku akan membuatnya tak bisa lagi bernafas dengan tenang."

"Trimakasih na.. Phi sangat mencintaimu."

"Aku juga sangat mencintaimu phi.."

🌺🌺🌺🌺

"Aaahhh... Phii... Ae.. Aaahh... Shiaaa.. Bagaimana.. Aaaa.. Jika ada.. Yang melihatnya... Aaahhh.."

"Shiitt.. Uugghh... Tidak akan ada yang datang kemari sayang.. Aaahh.. Kau sempit sekali.."

Triing...!!

Telfon di atas meja kerja Ae berbunyi, Ae  mendesah juga mengumpat, karena sesi percintaannya di ganggu.

"Ada apa!!?" tanya Ae sarkas, pada Pond asistennya di luar ruangan. Tanpa melepaskan tautan di bawahnya.
Suara desahan Pete terdengar dari telfon itu, hingga membuat Pond berdecak sebal.

"Uiih.. Cepat selesaikan urusan kalian, Lisa sedang ada berjalan ke menuju ke mari." ujar Pond. Kemudian menutup telfonnya.

"Shiitt.. Aahh.. Baby.. Sepertinya kita tidak bisa bermain lama.. Aahh.." Ae terus menggerakkan pinggulnya dengan cepat, membuat tubuh Pete semakin tersentak hebat, tak lama kemudian mereka sama-sama mencapai klimaksnya.

Ae segera membersihkan ke kacau di ruangan itu, dan Pete ia masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersihkan diri.
Ae menyemprotkan pengharum ruangan, agar istrinya tak mencium bau sisa percintaanya dengan Pete.

Ae segera keluar dari ruangannya menghampiri Pond yang sedang berdebat Lisa. Karena Pond menghalangi Lisa untuk masuk ke dalam ruangan Ae.

"Ada apa ini?" tanya Ae pura-pura tidak tau.

"Sayang.. Lain kali katakan pada sekertarismu yang menyebalkan ini, jangan halangi aku untuk masuk ke ruanganmu.." ujar Lisa, seraya bergelayut manja di lengan Ae.

"Maafkan dia na.. Aku tadi yang menyuruh Pond untuk tidak ada yang menggangguku selama aku bekerja. Pekerjaan ku menumpuk. Maaf na.." jelas Ae, ia mencubit gemas pipi Lisa.

Sedangkan Pond, ia memutar bola matanya malas, Ae selalu saja bisa membuat alasan, tapi jika tidak ada Pond yang membantunya, maka bisa di pastikan jika Lisa akan mengamuk di kantor itu, karena mengetahui suaminya bermain dengan asisten pribadinya.

Ae memeluk pinggang Lisa dan membawanya turun, karena kedatangan Lisa ke kantor Ae ingin makan siang bersama dan memberi kabar gembira pada direktur muda itu.
Pete keluar dari ruangan itu dan mendapati Pond masih ada di tempatnya.

"P'Pond.. Tidak makan siang?" tanya Pete ramah, dengan seulas senyum di wajahnya.

"Aku menunggu mu, apa kau baik-baik saja?" tanya Pond agak khawatir. Pee tersenyum lalu mengangguk.

"Aku baik, kalau begitu kita makan dulu. Aku sudah sangat lapar." ujar Pete seraya memegangi perutnya.

"Haahhh.. Sampai kapan kalian akan seperti ini?" gumam Pond, namun Pete masih bisa mendengarnya.
Pete lagi-lagi hanya tersenyum.

One/Two shoot LBC Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang