"Diam, bukanlah caranya."
~❄️❄️❄️~
Satu tahun yang lalu...
Semua siswa siswi baru, berbaris di lapangan. Terdengar kegaduhan dari barisan. Sampai akhirnya, datang seorang guru laki-laki yang terlihat berwibawa memasuki lapangan.
Dia berdiri di sebuah podium yang di letakkan di depan barisan siswa. Semua siswi terdengar heboh sekali membicarakan guru itu. Begitu juga dengan para siswanya.
Lain dengan dengan satu siswa itu. Dia gak peduli sama sekali, siapa dan apa yang dilakuin guru itu nanti. Yang dia mau, supaya cepet-cepet pulang. Soobin, bukan tipe pendengar yang baik. Makanya, pas guru itu lagi ceramah dia malah bodoamat.
Soobin memecarkan penglihatannya ke sekeliling barisan. Dia berharap, bisa ketemu orang yang di kenalnya. Kenapa baru sekarang Soobin nyari? Ya, soalnya dari awal MOS dia cuma dateng, ikut kegiatan, pulang.
Waktu ceramah pun selesai. Para siswa baru pada berhamburan sana sini. Ada yang langsung duduk, ada yang nyamperin guru tadi, ada juga yang ke arah kantin.
Soobin masuk dalam kategori langsung duduk. Eh, baru aja duduk ada siswa lain yang nyamperin dia. Cowok itu keliatannya sumringah pas ngeliat Soobin di hadapannya.
"Bin! Anjir, lo sekolah disini juga ternyata." kata cowok itu penuh semangat. Vibenya jauh berbeda sama Soobin yang pendiem.
"Jun?" Soobin bingung sesaat. Menerka-nerka orang di hadapannya itu.
"Lo lupa sama gue? Gue, Yeonjun. Anak 9B dulu." jelas cowok bernama Yeonjun itu.
"Ah, iya. Baru inget gue." kata Soobin tanpa ekspresi apapun.
"Minum kuy?" ajak Yeonjun. Bukan tanpa alasan, masalahnya cuaca panas banget. Dan mereka sama sekali gak minum dari pagi. Kakak OSIS, nyuruh semua siswa baru untuk langsung baris di lapangan.
"Duduk dulu lah," Soobin menolak. Capek kali Jun. Batin Soobin.
"Yeji! Gak asik banget sih lo." suara cempreng dari kumpulan cewek-cewek disana mengundang perhatian Soobin.
Emang gak penting dan gak ada faedahnya, cuma Soobin tertarik buat ngeliat kesana. Daya tarik dari suara itu keras banget.
Soobin merhatiin sedetail-detailnya ke arah sana. Dia penasaran sama pemilik suara cempreng tadi. Sampe, satu persatu dari siswi itu bubar. Dan yang tersisa cuma dua diantaranya.
Satu cewek dengan postur badan yang lebih tinggi, juga rambut hitam legam yang dia kuncir kuda. Satunya lagi, lebih pendek dari temennya. Rambutnya agak kecoklatan di kuncir sembarang tapi gak terlalu panjang.
Yang semakin menarik perhatian Soobin, salah satu cewek itu. Yang postur tubuhnya lebih pendek. Dia punya senyum yang manis, juga bentuk mata yang indah. Dimata Soobin, cewek itu terkesan imut dan gemesin.
"Bin, lo liat apaan?" Yeonjun menyadarkan Soobin dari lamunannya ke cewek tadi.
"Kagak." elak Soobin. Pandangannya keliatan gak fokus. Yeonjun jadi curiga.
"A! Lo liat cewe dua yang disana itu ya? Mau gue kenalin?" goda Yeonjun. Karena gemes liat tingkah temennya itu, si Yeonjun narik tangan Soobin paksa ke dua cewek tadi.
Dua cewek itu natapin Soobin juga Yeonjun bingung. Sesekali mereka saling tatap. Sampe salah satu cewek itu ngomong.
"Kenapa ya?" tanya cewek yang postur badannya lebih tinggi itu.
"Ini, temen gue mau kenalan." kata Yeonjun tanpa malu sedikit pun. Yeonjun kalo masalah cewek paling semangat.
"Bikin malu, si anjir." umpat Soobin.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Crush [On Hold/Slow]
Fanfiction"Emangnya bisa gitu, gunung es meleleh karena satu sentuhan?" "Bisa lah. soalnya, lo nyentuhnya pake cinta njir," °•🌜Jeonuwuw🌛•° Maaf bahasanya bisa aja baku bisa aja santuy; tergantung mood aing🌚 Start: 19 Maret End: Highest rank✔️ [...
![My Cold Crush [On Hold/Slow]](https://img.wattpad.com/cover/180809985-64-k125010.jpg)