"Sebenernya selain tatapan, orang yang lagi jatuh cinta bisa ditebak dari sikap sama kelakuannya."
~❄️❄️❄️~
Setelah kejadian kemarin, gue jadi canggung banget ke Soobin. Bawaan gue baperan banget. Kira-kira dia bakal jauhin gue gak ya? pikir gue.
Udah beberapa kali Soobin ngomong ke gue, seakan-akan kemarin itu gak ada apa-apa diantara kita. Mengingat soal pelukannya yang kemarin, gue masih bertanya-tanya.
Meskipun alasannya untuk menenangkan gue yang lagi nangis, kalau gak ada alasan terselubung lainnya gak mungkin dia senekat itu. Bersamaan sama memori itu, gue jadi baper sendiri.
Hari ini suasana kelas gue ramai banget. ini bukan ramai kayak biasanya, tapi ramai karena jam pelajaran pertama adalah fisika. Mati gue! Harusnya gue diskusiin hasil kerja kelompok sama Soobin. Tapi, gue gak ada keberanian buat ngomongin ini duluan.
Semua temen-temen gue udah pada pindah posisi duduk sama temen sekelompoknya. Terkecuali Yeji, dia belum pindah karena Yeonjun belum dateng.
"Cil, maafin gue ya?" kata Yeji tiba-tiba yang membuat gue menoleh ke dia.
"Maaf?" gue masih menerawang apa kesalahan yang Yeji perbuat ke gue, sampai dia harus minta maaf ke gue.
"Gue tau, kemarin lo marah sama gue. Chat gue lo gak bales. Telfon gue, gak lo jawab. Gue khawatir Cil. Lo gak kenapa napa kan?" cecar Yeji tanpa menjeda.
"Gue sehat sentosa, Ji." gue tersenyum tulus.
"Gue sayang banget sama lo, Cil. Please, jangan tinggalin gue. Lo sahabat gue yang paling baikkk," Yeji meluk gue tanpa aba-aba. Tubuh gue merespon kaget.
"Astaga, Ji. Biasa aja kali. Lebay amat lo." gue menarik pelukan Yeji. gue tatap dianya. Matanya berair. Yeji nangis tepat di depan muka gue. Ini fenomena langka.
"Lo, nangis Ji? Gue gak marah Ji, astaga." gue menyemburkan tawa gemes melihat apa yang terjadi sama Yeji. Habisnya, mukanya yang sangar itu berubah jadi pengen diuyel-uyel.
"Gue serius Cil." Yeji ngucek-ngucek matanya yang berair.
"Kalau pun gue berbuat salah ke lo, dan itu kesalahan yang amat besar. Dan nyakitin perasaan lo, lo mau kan maafin gue?" kata Yeji sendu.
"Ngomong apasih?" gue makin bingung sama arah pembicaraan Yeji.
Bersamaan sama Yeji yang belum bisa ngejelasin ketidakngertian gue ini, Soobin nyamperin gue. Kita sempet beradu pandang sesaat. Sampai akhirnya, Soobin membuka suara lebih dulu.
"Cil, pindah ke tempat gue." katanya dengan muka yang flat seperti biasanya.
"Ngapain?" tanya gue yang masih belum bisa mencerna maksud Soobin.
"Fisika. Tugas fisika, Cil." kata Soobin menekankan.
"Yeonjun belum dateng juga. Gue mau ngobrol bentar sama Yeji." tolak gue.
Gak lama, orang yang disebut-sebut dateng. Dengan gaya selengekkannya, dia masuk ke kelas sambil bersiul gak jelas. Siulannya berhenti, tat kala pandangannya terfokus sama Yeji. Dengan percaya dirinya, Yeonjun nyamperin Yeji.
"Ji, lo nangis? Siapa yang bikin lo nangis? Biar gue tonjok orangnya." kata Yeonjun yang diiringi sama gerakan nyelenehnya.
"Yang ada, lo yang bakalan kena tonjok." ucap Soobin sarkas.
"Gak jelas lo, Njun." timpal Yeji. Yeji keliatannya agak ilfeel sama tingkah laku cowok satu ini.
"Yeji sayang, bilang sama abang kalo ada yang nyakitin ya." tambah Yeonjun lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
My Cold Crush [On Hold/Slow]
Fanfiction"Emangnya bisa gitu, gunung es meleleh karena satu sentuhan?" "Bisa lah. soalnya, lo nyentuhnya pake cinta njir," °•🌜Jeonuwuw🌛•° Maaf bahasanya bisa aja baku bisa aja santuy; tergantung mood aing🌚 Start: 19 Maret End: Highest rank✔️ [...
![My Cold Crush [On Hold/Slow]](https://img.wattpad.com/cover/180809985-64-k125010.jpg)