Gadis itu terjebak.
Senja terjebak tidak tau di mana, tempatnya gelap. Gadis itu tidak mengerti bagaimana ia bisa sampai di bawa ke tempat ini. Tadi ia hanya memesan taksi dan taksi itu tiba-tiba langsung mengantarnya ke sini dan anak buah pria itu langsung membekap mulut Senja termasuk menutup matanya.
Senja hanya mendengar bahwa ini adalah taman bermain yang terbengkalai dan Senja tidak mendengar ada tanda-tanda seseorang akan menolongnya.
Gadis itu merasa ia dimasukkan ke dalam tempat yang entah apa. Dan di sana ada celah kecil, ia bisa melihat keluar.
"Fannnnn mphhh..." Gadis itu berusaha berteriak dengan keadaan mulut terbekap dan tangan yang juga terikat.
Ia bisa melihat Fana dan Gara dari dalam sana. Dan terlebih, ia bisa melihat bahwa Fana juga sedang melihat ke arahnya. Senja tidak tau ia berada di mana. Sungguh. Namun, sepertinya Fana tidak mendengar Senja memanggilnya.
Senja tiba-tiba terdiam. Lalu mengetuk-ngetukkan tangannya yang diikat itu ke belakang dan yang terjadi adalah tangan Senja memerah.
Gadis itu sadar, ia berada di tempat yang mungkin terbuat dari besi. Yang mana, suaranya dari dalam tidak akan bisa terdengar.
Fana... Senja di sini. Tolongin Senja...
Senja mulai menangis. Ia tidak tau apakah bisa keluar dari tempat ini atau tidak. Dan gadis itu semakin mengeluarkan cairan beningnya dengan sangat deras ketika Fana sudah hilang dari pandangannya. Ia tidak bisa melihat Fana lagi dari celah itu.
Kepalanya menunduk dan ia menangis semakin kuat.
Tidak akan ada yang bisa menolongnya.
Ia mungkin akan kehabisan oksigen di dalam sana.
Fana tidak mungkin menolongnya.
Ia bisa mati di dalam sana sebelum bertemu dengan papanya sendiri.
Semua kalimat buruk itu bersarang di pikiran Senja. Ia sudah merasa kehabisan napas setelah menangis, tempat ini juga tidak ada oksigen selain celah kecil itu.
Tapi, siapapun itu... siapapun tolongin Senja...
Tiba-tiba, cahaya masuk dari atas dan seketika menerangi tempat Senja, gadis itu langsung mendongak dan ia berusaha bangkit.
"Fanaa!!"
"Njaa! Tunggu di sana! Gue bakalan ngeluarin lo dari sana!" teriak Fana, lelakinya, pacarnya, Fanathannya dari atas sana.
Saat itu juga Senja langsung terduduk lagi. Ia menangis lagi. Dan sebuah tali terjulur ke bawah. Sementara Senja tidak tau harus berbuat apa, tangan dan kakinya diikat. Ia tidak bisa bergerak.
Lalu sesaat kemudian, Fana mulai turun ke tempat Senja, ia membuka ikatan Senja dan membiarkan gadis itu keluar terlebih dahulu dan disusul Fana.
Keduanya sudah berada di luar dan beberapa polisi juga sudah mulai meninggalkan lokasi. Terlihat jelas wajah Eltra dan Gara yang sedikit khawatir.
Saat itu, pandangan Fana dan Senja bertemu. Fana dengan wajah gusarnya langsung memeluk erat gadisnya. Ia tidak tau lagi harus berbuat apa kalau tadi ia benar-benar mau diajak kembali.
Fana memejamkan matanya.
Setelah mengecek wanita terakhir itu, Eltra dan Gara yang sedang berkomunikasi dengan polisi meninggalkan Fana sendirian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ruang Rindu [Completed]
Teen Fiction"Fana jadi debu! Fana selamanya jadi ilusi buat Senja!" Senja tidak pernah menduga akan memasuki lingkaran kehidupan baru ketika bertemu Fanathan, salah satu anggota tim basket di SMA Harapan Nusantara. Kembali berurusan dengan Regha; manta...
![Ruang Rindu [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/163288110-64-k13234.jpg)