2.3 || Baju dan Telepon

1.7K 177 12
                                        

Untuk yang baru bergabung dengan Ruang Rindu ini, selamat! Kalian tidak akan bisa keluar dan akan terjebak di dalamnya!




Malam itu sudah berakhir, dan sekarang mendekati empat hari sebelum pertandingan.

Senja dan Nalda sudah sibuk mempersiapkan konsumsi dan segala macam keperluan yang dibutuhkan anggota tim basket termasuk Devo.

Keduanya saat ini sedang sibuk mengecek baju yang akan digunakan di dalam ruang osis.

"Gimana, Nal? Yang cewe lengkap?"

Nalda mengangguk sambil mengecek sekali lagi. Lalu ia bangkit dan merapikannya kembali.

"Nja, punya yang cowo lengkap semua gak?"

Senja terdiam. Tangannya masih mencari satu baju yang entah kenapa tidak ada di dalam tasnya itu.

"Radha. Punya Radha gak ada, Nal."

Seketika Nalda langsung ikut panik. Ia terduduk membantu Senja untuk mencoba melihat dan mengeceknya sekali lagi. Tidak mungkin baju milik Radha saja yang hilang.

"Lo sempet bongkar bajunya ini?" tanya Nalda masih fokus mencari.

"Pernah. Tapi cuma angkat dua baju aja. Gak sampe gue bongkar penuh. Kok punya Radha gak ada sih?!"

Senja berdecak sebal. Ia ingat tidak ada yang pernah mengambil tas berisi baju itu.

"Waktu lo bawa barang ini, sama siapa?"

Senja terhenti sejenak. Ia menatap Nalda. "Radha."

"Coba tanyain, siapa tau dibawa dia."

Senja mengembuskan napas lalu ia berlari dari ruang osis mencari Radha di lapangan. Ya mereka sedang latihan saat ini.

Sampai di lapangan, Senja tidak melihat ada jejak keberadaan Radha. Lelaki itu tidak mengikuti latihan hari ini.

Senja berlari ke arah Eltra. "Eltra, lo ada liat Radha gak?"

Eltra tidak menjawab. Ia malah bermain mata dengan Gara. Tidak tau untuk apa.

"Eltra!!" teriak Senja sambil mengguncang lengan Eltra.

"Calm down. Gue gak liat Radha. Gue juga gak liat Fana. Dia ada bilang mau ke mana?"

Senja menautkan alisnya. Seketika mendengar nama Fana, ia melupakan Radha. Tadi Fana tidak berkata apa-apa. Ia bilang akan latihan.

"Gak ada. Katanya bakalan ke sini kok. Mungkin lagi di rumah sama Bunda. Telat mungkin."

Senja terdiam lalu ia menepuk tangannya sendiri. "Ahh ya! Gue harus pergi dulu! Bye!"

Gadis itu berlari dari lapangan. Lalu ia berhenti karena ponselnya mendadak berbunyi. Ia mengangkatnya.

"Halo?"

Tidak ada jawaban yang terdengar dari sana.

"Ini siapa?"

Masih belum terdengar ada suara-suara yang akan menjawab.

"Ini salah sambung ya?"

Kali ini Senja mendengar hembusan napas seseorang.

"Maaf, sepertinya anda salah sambung."

Baru saja Senja menjauhkan ponselnya, ada seseorang yang menyahut di ujung sana.

"Ahh... akhirnya saya bisa mengeluarkan suara lagi kepadamu."

Ruang Rindu [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang