01 Just a Dream

1K 54 0
                                        

"Jangan Pernah Takut untuk bermimpi yang sangat tinggi bahkan setinggi langit, karena ketika kau gagal, kau akan jatuh diantara bintang-bintang yang memiliki sebuah makna Indah yang bahkan satu makhluk di bumi pun tiada yang tahu. Because Just Allah."

@Asheera Haba Adzkiyah

🛬🛬🛬

Gadis yang memiliki wajah khas Arab-Indonesia yang berpadu ini bernama Asheera Haba Adzkiyah yang lebih akrab dengan panggilan Haba. Putri bungsu dari seorang lelaki Arab bernama Muhammad Adzhar yang menikahi seorang gadis Indonesia yang bernama Elisha Zazkiyah. Gadis berumur 21 tahun ini mencapai impiannya yaitu belajar di fakultas Kedokteran di salah satu Universitas ternama di Indonesia hanya dengan menggunakan beasiswa. Namun, akhir-akhir ini Haba tidak pernah menyerah mencari dan mendaftar beasiswa ke luar negeri. Tapi, tak selamanya apa yang kita inginkan akan mudah kita dapatkan.

"Gagal berkali-kali bukanlah akhir dari sebuah masa depan. Hanya saja Allah belum memberikan amanah kepada Haba Ummi. Bisa jadikan Allah belum percaya sama Haba." kata gadis yang memiliki citra layaknya gadis Arab. Tentu, perkataannya adalah bentuk usaha untuk menyemangati dirinya.

"Kamu nggak sedih kan, sayang?" tanya seorang wanita paruh baya yang bisa dikatakan umurnya yang sudah berkepala empat.

"Yaahh, sedih yah sudah pasti iya dong Umiii, tapikan masih banyak jalan menuju Roma. Umii nggak usah khawatir sama masa depan Haba. Haba kan udah gede, udah mandiri. Okee Umi?" jelas Haba yang meyakinkan Uminya sambil mengedipkan matanya. Kemudian ia memeluk wanita paruh baya itu.

"Okeelah, anak bungsunya umi. Kamu memang udah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan mandiri yahh. Umii bersyukur banget sama Allah. Meskipun kamu punya kakak laki-laki dua orang dan kamu anak yang paling bungsu, tapi nggak pernah sekalipun ngerepotin Umi, Abi, dan Kakak-kakakmu." sambil tersenyum hangat pada putri satu-satunya itu.

"Alasannya?" tanya Haba yang membalas senyuman hangat Uminya.

"Karena kamu adalah putri Umi dan Abi yang sangat cerdas. Assalamu'alaikum." sambung seorang lelaki yang bagi Haba adalah cinta pertamanya ketika bernaung di muka bumi ini.

"Wa'alaikumsalam. Ehh, Abi." pekik Haba. Pria berumur itu tiba-tiba menghampiri Haba dan mengelus kepalanya dengan lembut.

"Putri Abi sangat cantik. Bahkan lebih cantik dari istriku." goda Abinya yang tersenyum jail kepada putrinya dan istrinya.

"Iyaa dong Abi, kan cantiknya Haba menurun dari Umi yang cantik khas Indonesia kemudian wajah khas Arab dari Abi yang menurun juga ke Haba. Dan jadilah dua perpaduan ini." jelas Haba yang mengundang tawa dari Abi dan Uminya.

***


Apa ini hanya bakal jadi mimpiku saja? padahal udah dari dulu pengennya kuliah di Eropa. Dalam segi berbahasa Inggris, Alhamdulillah udah lumayan mahir. Tapi apalagi yah yang kurang? batinku ketika aku merebahkan tubuhku di kasur yang bernuansa hijau muda yang begitu lembut sambil menatap langit-langit kamarku yang bernuasa langit Eropa.

Dulu, sebelum pindah ke rumah ini, aku sengaja ngomong ke Abi supaya langit-langit kamarku diberi motif yang bernuansa langit Eropa agar aku tidak akan pernah berhenti bermimpi untuk berada di naungan langit Eropa.

Keesokan harinya, menyelusuri koridor kampus adalah salah satu rutinitasku di pagi hari. Biasanya, dosenku masuk jam 09.00. Tetapi, aku membiasakan diri untuk berangkat di pagi hari kemudian berjalan ke arah utara dimana tempat favoritku berada yaitu Mushollah dan Perpustakaan. Aku senang sekali membaca di pagi hari karena pikiranku pada saat itu masih fresh. Itulah alasanku ke kampus pada saat pagi hari.

Granada [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang