Setelah hari dimana Haba dan Faqeeh bertemu dan menjadi sangat akrab, membuat Crish terus menerus memasang wajah yang masam kepada dosen muda itu.
Hal itu membuat Faqeeh bingung jika bertemu dengan Crish. Sayangnya, Faqeeh tetap cuek padanya. Faqeeh juga salah satu orang yang cuek kepada semua mahasiswanya. Namun, sikapnya berbeda kepada Haba sehingga membuat para mahasiswanya yang wanita merasa iri kepada Haba sebagai mahasiswa dari Indonesia.
Tak heran juga, memang Haba terlihat sangat menarik di negaranya. Mahasiswi dari Indonesia yang kepalanya terbalut dengan hijab yang syar'i hingga menutupi lekuk tubuhnya, memiliki wajah khas gadis Arab. Menurut mahasiswi Spanyol, itulah alasan yang membuat Mr. Faqeeh itu tergoda kepada Haba hingga sikapnya sangat berbeda ketika bersama mahasiswi Indonesia itu. Itu menurut mereka.
Begitu pula yang terjadi pada Crishtian. Selain Haba dan Ashura, dia pula sangat cuek dan dingin kepada semua orang. Namun meskipun dia bersikap seperti itu tetap saja membuat banyak mahasiswi yang suka dan tergila-gila padanya. Hanya saja Crishtian hanya menyukai Haba seorang.
"Guys, bagaimana kalo kita kerjain Haba yang sok alim itu? lagian kegatelan banget. Udah punya Mr. Faqeeh, ehh malah godain Crish juga. Dasar." kata salah satu mahasiswi ketika Haba lewat di depannya. Haba tidak tahu bahwa mereka berniat untuk mencelakainya. Mana tahu dia, mereka kan bicara menggunakan bahasa Spanyol.
"Okee, guys. Kita celakain aja sama temennya yang bernama Ashura itu. Kita kumpul dibelakang kampus. Tempat itukan sepi. Sekalian aja kita kerjain disana." ucap temannya lagi menawarkan tempat yang bagus untuk mencelakai Haba dan Ashura.
Setelah mata kuliah Haba dan Ashura selesai, mereka pun kembali ke rumahnya lewat belakang kampus sesuai rencana mahasiswi yang ingin mencelakainya. Mahasiswi itu kemudian ingin keluar namun membatalkan rencananya karena tiba-tiba datang Faqeeh dan berbicara menggunakan bahasa Indonesia kepada Haba dan Ashura.
"Haba, Ashura, lain kali kalau kalian pulang jangan lewat sini lagi. Di sekitar sini ada mahasiswi yang ingin mencelakai kalian. Tadi saya sempat mendengar pembicaraan mereka. Kalian putar balik dan jangan terburu-buru pulang jika Crish belum pulang. Biar saya yang atasi mereka dan membuat mereka jera." ucap Faqeeh yang membuat mahasiswi itu kebingungan dan khawatir karena mereka tidak mengerti dengan ucapan Faqeeh.
"Makasih Pak atas bantuannya. Kalo begitu kami pamit pulang dulu sambil cari Crish." ucap Haba sambil membungkukkan badan yang diikuti oleh Ashura. Faqeeh hanya membalas dengan senyuman yang tidak pernah diberikan kepada gadis mana pun.
Seiring dengan kepergian Haba dan Ashura yang mulai menjauh, Faqeeh pun menyuruh mereka keluar dan mengancamnya dengan ancaman jika mereka masih berani mengganggu atau mengusik mahasiswa Indonesia itu, maka akan tanggung resiko dikeluarkan dari kampus.
Alasan Faqeeh melakukan hal itu dan mengancamnya bukan semata-mata karena Haba tetapi sikap mereka sudah melewati batas sebagai seorang mahasiswa. Oleh karena itu, Faqeeh mengancam mereka dengan ancaman yang seperti itu supaya menjadi pelajaran dan memberikan mereka efek jera. Alasan keduanya, memang karena Haba.
Disisi lain, Haba dan Ashura mencari Crishtian untuk mengajaknya pulang bersama mengingat kejadian dan pesan Faqeeh tadi.
"Dimana sihh bocah itu? Dasar." umpat Ashura dengan nada kesal yang tak sengaja di dengar oleh Haba.
"Sabar Ra'. Mungkin dia main kali' sama temen laki-lakinya. Diakan orangnya sociable jadi pasti punya temen. Kita pulang aja yuk. Tapi lewat jalanan yang ramai aja." ucap Haba dengan lembut dan sabar.
"Okee Sheera." balas Ashura dengan nadanya yang kini mulai normal.
"Sini, biar saya yang antar kalian pulang. Lagian udah mau maghrib." tawar Faqeeh kepada Haba dan Ashura.
"Baiklah pak." dengan cepat Ashura naik di mobil Faqeeh tanpa menunggu persetujuan Haba. Haba pun menyusul Ashura naik di mobil Faqeeh dan mereka pun duduk di jok belakang.
Keadaan di dalam mobil itu sangat hening dan canggung. Faqeeh yang fokus menyetir sesekali melihat Haba lewat kaca depan. Haba yang tidak menyadarinya tetap dalam posisi melihat pemandangan sepanjang perjalanan. Tiba-tiba terlintas di pikiran Haba tentang Mahasiswi yang hampir mencelakainya.
"Pak, dimana mahasiswi itu sekarang?" tanya Haba yang mulai angkat bicara karena bosan dengan keheningan dan kecanggungan itu.
"Mereka sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Saya mengancam mereka untuk dikeluarkan dari kampus jika melakukan hal itu lagi." jawab Faqeeh yang masih fokus menyetir.
"Hah? kenapa Pak?" tanya Haba kembali. Sedangkan Ashura hanya sibuk menyimak pembicaraan mereka berdua.
"Saya hanya tidak suka sikap mereka yang sudah melewati batas sebagai seorang mahasiswa dan sebagai seseorang yang berpendidikan. Untuk apa mereka kuliah, bersekolah yang tinggi kalo akan jadi orang yang seperti itu kan? So, saya mengancam mereka dengan ancaman yang seperti itu supaya menjadi pelajaran dan memberikan mereka efek jera." jelas Faqeeh yang membuat Ashura menganga mendengar jawaban yang terdengar keren di telingannya.
"Waahhh, bapak hebat yah. Betul banget tuh perkataan bapak. Tapi kirain Bapak nyelamatin kami karna pengen nyelamatin Haba. Kirain alasannya karna Haba." ucap Ashura dengan nada yang bercanda dan mengejek Haba hingga membuat mata Haba melotot ke arahnya karena kesal,
"Ashuraaaaa, awas kamu yah." ancam Haba.
Faqeeh hanya tersenyum mendengar perkataan Ashuraa yang menduga-menduga namun tepat pada sasarannya dan melihat tingkah Haba yang seperti itu membuat Faqeeh teringat masa kecilnya ketika pertemuan pertamanya dengan Haba, gadis polos yang cerdas. Sangat Unik.
Itulah kata pertama yang terlintas di pikiran Faqeeh ketika bertemu kembali dengan Haba yang sudah menjadi gadis dewasa yang cantik nan anggun. Haba tidak mampu mengenali Faqeeh saat itu.
Faqeeh tahu kalau Haba itu penyakitnya adalah penyakit lupa sama orang lama. Namun, untungnya Faqeh Ingat bahkan masih sangat ingat dan mengenali Haba yang kini telah tumbuh menjadi dewasa. Begitu pun dengan Crish.
Faqeeh masih ingat dengan bocah lelaki itu yang sangat panik melihat Haba yang sesak napas akibat memakan seafood saat mereka diculik dan dikurung di gudang taman dekat rumahnya dulu. Tidak banyak yang berubah dari Crish dan Haba menurutnya. Yang berubah hanya postur tubuhnya, bentuk wajahnya yang saat ini Haba telah menutupi rambutnya dengan Hijab, dan semakin cerdas. Namun, pemikirannya mengenai Eropa dan masa depannya. Haba yang paling anti dengan cinta. Faqeeh banyak mengetahui tentang Haba.
Crish, apakah kau tau Haba itu sahabat kecilmu? Apakah kau menyadarinya? Dasar kalian. Pertemuan kita begitu unik yah. Namun, kalian tidak mengenali saya sedikit pun. Bahkan, kalian yang dulunya sahabat kecil dan sekarang tinggal seatap tidak menyadarinya? Kalian memang pelupa tingkat dewa yah, batin Faqeeh dan kemudian tersenyum melihat Haba yang sudah tertidur bersama Ashura.
"Semuanya Butuh Waktu untuk Kalian Menyadarinya."
🛬🛬🛬
"Granada"
Asheera Haba Adzkiyah
KAMU SEDANG MEMBACA
Granada [TERBIT]
Romance[Spiritual-Romance] Sebuah janji masa kecil yang mempertemukan kedua Insan sebagai seorang Dosen dan Mahasiswa. Profesor Muda berdarah Spanyol bernama Faqeeh Musthofa Alvaro kembali bertemu dengan gadis berdarah Indo-Arab, Asheera Haba Adzkiyah yang...
![Granada [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/196681134-64-k883485.jpg)