"Ketika semua kebenaran terungkap namun tidak sesuai dengan jalan yang telah kita rencanakan, saat-saat seperti inilah Allah menguji keikhlasan Hamba-Nya untuk menerima kebenaran itu secara lapang dada. Jika berhasil, maka Allah akan menggantikannya dengan hal yang jauh lebih baik lagi."
@Crishtian Alarico
❤❤❤
Crishtian POV :
Setelah kejadian kemarin di rumah Umi, membuat diriku sangat terpukul dan frustasi dengan kebenaran yang sebenarnya karena hati ini sudah terlanjur memilih Haba. Mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melupakan dan mengikhlaskan gadis yang merupakan adikku sendiri.
Rasanya takdir telah mempermainkanku yang menganggap hatiku ini seperti sebuah lelucon atau bahan candaan baginya.
Namun, jika mengatakan hal yang seperti itu maka kita telah mengkhianati takdir Allah dan Allah tidak menyukai seorang pengkhianat. Na'udzubillah min dzalik. Aku tidak ingin termasuk dalam kelompok orang-orang pengkhianat.
Meskipun terkadang hati ini merasa tidak mendapatkan keadilan. Rasanya hati ini ingin memberontak. Tetapi, aku lebih takut pada Allah. Seharusnya aku bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Nikmat kehidupan hingga saat ini, hingga aku bisa memperbaiki diri.
Kemarin setelah berbicang-bincang sangat lama dengan Umi, Umi pun mengatakan bahwa Haba pun telah di jodohkan oleh Abi dengan putra dari rekan bisnis Abi yang merupakan sahabat lamanya. Putra dari rekan bisnis Abi pun merupakan sahabat dari Abang Ash di mesir.
Tetapi pria ini pun awalnya tidak tahu masalah perjodohannya. Begitu pun dengan Haba. Sayangnya, bagi Haba itu semua tidak ada gunanya.
Apalagi Haba tidak pernah memiliki rasa cinta setahu Umi. Namun, berbeda denganku yang mengetahui segala tentang perasaan Haba. Perasaannya kepada Faqeeh yang entahlah sampai sekarang seperti apa keadaannya.
"Den udah mau balik lagi ke tempat Aden kuliah yah.?" tanya Mbok Li yang melihatku merapikan baju-bajuku ke dalam koper yang kemudian Mbok Li ikut serta membantuku.
"Iyaa Mbok. Aku udah mau balik. Mungkin beberapa minggu kemudian baru balik kesini lagi." jawabku namun tetap fokus pada aktivitasku sebelumnya.
"Ooooo. Pengen ngapain lagi tuh disana? Masih kuliah yah?" tanya Mbok Li yang membuat suasana menjadi tidak hening.
"Udah nggak Mbok. Cuman pengen jemput seseorang disana." jawabku tetap sama.
"Cieee Adeeen. Siapa tuh?" ejek Mbok Li.
"Iiiihh Mbok kepo dehhh. Hahahahah." jawabku yang membuat Mbok memanyunkan bibirnya.
"Oiyaa Den, jadi nikah nggak?" tanya Mbok yang membuatku berhenti dari aktivitasku dan tiba-tiba aku tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahaha.. Mbok, Mbok. Masih lama tau'. Lagian belum ada gadis yang cocok sama aku Mbok." jawabku yang masih tertawa.
"Gadis yang kemarin gimana toh den?" tanya Mbok yang ingin tahu tentang rencana kemarin untuk melamar Haba.
"Aku nggak bisa menikah dengannya Mbok. Dia sahabat kecilku dulu. Kami bertetanggaan di rumah yang belum lama ku beli dan ternyata Umiinya dulu pernah menyusuiku. Kan artinya aku dengan gadis itu bersaudara, yahh hukumnya juga haram untuk menikah dengan saudara sendiri." jelasku yang kemudian tersenyum kepada Mbok Li. Entah arti dari senyuman itu seperti apa.
"Waduhhh, ribet banget tuh. Sabar aja yahh Den. Pasti Aden akan ketemu sama gadis yang lebih baik dan cocok buat Aden nanti." ucap Mbok Li sambil menepuk-nepuk bahuku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Granada [TERBIT]
Romance[Spiritual-Romance] Sebuah janji masa kecil yang mempertemukan kedua Insan sebagai seorang Dosen dan Mahasiswa. Profesor Muda berdarah Spanyol bernama Faqeeh Musthofa Alvaro kembali bertemu dengan gadis berdarah Indo-Arab, Asheera Haba Adzkiyah yang...
![Granada [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/196681134-64-k883485.jpg)