Haba, Crishtian, dan Ashura kemudian bertemu di kampus dan kembali berkumpul di kantin untuk mengisi perutnya yang sedari tadi di kelas merengek untuk diberi makan.
Crish dan Ashura pun kini hubungannya mulai membaik. Maksudnya bukan hubungan seperti pacaran tetapi hubungan pertemanannya. Ashura mau pacaran? Itu hanya mimpi. Lagian Haba dan Ashura sudah berkomitmen untuk menjadi jomblo fisabilillah atau jomblo sampai halal. Mana mungkin Ashura mau pacaran. Tapi kita lihat saja nanti.
Tiba-tiba Handphone Haba berdering. Haba pun permisi ke toilet untuk mengangkat panggilan yang ada di Handphonenya.
"Assalamu'alaikum Umii." sapa Haba.
"Wa'alaikumsalam sayang. Kamu baik-baik aja kan, Nak?" tanya wanita paruh baya yang sangat Haba rindukan setiap saat.
"Iyaa Umii, Alhamdulillah Haba baik-baik aja. Sehat wal 'afiat kok. Kalo umii sendiri gimana?" tanya Haba dengan pertanyaan yang sama.
"Alhamdulillah sama dengan jawabanmu, Nak." jawab Uminya.
"Oiyaa Umii, Umii masih ingat nggak sama Rico sahabat kecilnya Haba?" tanya Haba dengan penuh Semangat.
"Ooooo, Rico. Tetangga kita dulu yah sebelum kita pindah rumah?"
"Iyaa Umii." jawab Haba.
"Emang kenapa sayang? Rico memang udah nggak pernah kasih kabar sama Umii setelah kita pindah rumah."
"Rico baik-baik saja kok Umii." jawab Haba dengan entengnya.
"Hah? Kok kamu bisa tau sih?" tanya Uminya Haba yang merasa heran.
"Karena Haba udah ketemu langsung dengan Rico, Umii. Malah satu kampus lagi." ucap Haba yang menambah rasa penasaran Uminya.
"Kamu nggak bercanda, kan sayang?" tanya Uminya untuk kembali meyakinkan dirinya.
"Iyaa Umi. Rico itu Sebenarnya adalah Crish, teman kampusnya Haba."
"Teman kamu yang lulus pertukaran pelajar itu? Alhamdulillah dong sayang. Yahh setidaknya ada Rico yang bisa jagain kamu." jawab Uminya dengan enteng dan dengan perasaan lega.
"Iiihhh, Umiiiii. Biar gimana pun dia kan orang lain bagi Haba." ucap Haba yang pura-pura ngambek.
"Pokoknya Umii seneng aja kamu bisa ketemu dia. Biar bagaimana pun dia juga udah Umii anggap sebagai anak Umii."
"Iyaa dehh Umii. Yang penting Umii bahagia." jawab Haba menyerah dan mengalah demi Umiinya yang tersayang.
"Tapi ingat yahh Haba, tidak boleh jatuh cinta sama Rico. Okee?" nasihat Uminya yang begitu tegas dan penuh larangan. Namun, menjadi sebuah tanda tanya besar bagiku. Apakah karena Uminya tahu kalau Rico atau Crish itu Atheis?
"Pastilah Umii, lagian Haba belum kepikiran Cinta-cintaan. Tapi emangnya kenapa Umii? Kok ngelarang sihh? Gimana Haba bisa dewasa kalo jatuh cinta aja dilarang.?"
"Sama orang lain aja jatuh cintanya. Jangan sama Rico. Dengerin Umii. Okee. Umii tutup yahh teleponnya. Assalamu'alaikum." jawab Uminya kembali dengan nada yang lebih tegas.
"Wa'alaikumsalam, Umi." jawab Haba terakhir yang menandakan panggilan sudah terputus.
***
Haba POV :
Umii kenapa yahh? Kok ngelarang aku suka atau jatuh cinta sama Crish? Emangnya Crish salah apa? Tapi Umi udah nganggep Crish sebagai anaknya kok. Berarti Umi menyayangi Crish dan Crish tidak memiliki salah apa-apa. Untungnya juga aku kan nggak suka atau jatuh cinta sama Crish. Suka sih iyaa tapi hanya sebatas teman bukan suka yang layaknya sepasang kekasih atau bahkan bisa dikatakan jatuh cinta.
Emang bagemana mana yah rasanya kalo jatuh cinta? Mungkin karna gara-gara aku dulu keseringan belajar hingga tidak menikmati masa remajaku seperti gadis-gadis di luar sana yang terlihat bahagia jika bersama lelaki terkasihnya dan sampai-sampai orang di luar sana menganggapku pun tidak memiliki rasa cinta.
Hahahahhah. Terdengar lucu di telingaku kata-kata yang terlontar dari mulut mereka. Tapi aku bersyukur bisa menempatkan rasa cintaku pada tempatnya dan menjaganya agar tetap suci. Lagi pula, Andaikan aku benar-benar tidak mempunyai rasa cinta dan kasih sayang, pasti saat ini di dalam jiwaku tidak ada yang namanya hati dan Allah tidak akan memberiku hati ini. Tujuan Allah memberikan hati ini kepada manusia kan untuk saling mencintai dan menyayangi agar tidak terjadi pertumpahan darah. Karena dengan adanya cinta dan kasih sayang, maka kita akan merasakan kedamaian, batinku.
"Sheera, Sheeeeraaaa. Kok kamu bengong sih?" teriak Ashura tepat d samping telingaku yang membuat telingaku sakit.
"Ra' nggak usah teriak kaliiiiii'. Suaramu itu aurat loh. Mau dosa?" ucapku yang kesal sekaligus menasihatinya.
"Lagian kamu diajak ngomong malah bengong. Emang telpon dari siapa tadi?" tanya Ashura yang begitu penasaran. Begitu pun Crish yang hanya menyimak.
"Yahh, cuman dari Umii. Katanya Umii rindu." jawabku dengan tersenyum.
"Enak banget kamu yahh di hubungin sama Emakmu. Aku aja kagak pernah." ucap Ashura dengan perasaan malas.
"Umii baik-baik aja, Haba?" tanya Crish yang kemudian angkat bicara.
"Iyaa Crish. Alhamdulillah sehat banget." jawabku
"Syukurlah kalo begitu." balas Crish dengan perasaan lega.
"Yahh yahh yahh, emang kamu kenal sama Umi?" tanya Ashura ketika panggilan Umi yang keluar dari mulut Crish terdengar sangat akrab di telinganya.
"Iyaa dong. Sejak kecil malah." jawab Crish dengan entengnya.
"Oyahh? Masa'sihh?" tanya Ashura yang tidak percaya dan menganggap remeh perkataan Crish.
"Crish benar Ra'. Crish adalah sahabat kecilku dulu sebelum aku pindah. Dia Rico yang pernah ku ceritakan dulu sama kamu."
"Oooo. Iyaa yahh. Makanya kalo aku perhatikan yahh ini anak dari pertama kali gangguin kamu Sheera dan terus-terus gangguin kamu, kayak keliatan banget kalo kalian tuh di kirain udah kenal lama. Padahal pas kamu bilang nggak kenal, aku kecewa loh karna prediksiku yang salah. Ehh, pas semuanya kebongkar ternyata benar-benar yahh prediksiku memang tepat sasaran." jelas Ashura yang bangga dengan dirinya.
Memang Ashura mempunyai ketajaman hati yang benar-benar sudah terbukti. Mulai dari membaca pikiran dan hati orang, sampai kepada memprediksi sesuatu yang benar-benar tepat. Kayaknya dia lebih cocok jadi peramal. Hahahahah. Dia lebih cocok menjadi psikolog.
"Iyaa dehh. Terserah luh." jawab Crish yang nampaknya tidak mempunyai gairah untuk beradu mulut dengan Ashura.
"Benar-benar kalian itu bikin gemas aja yah."
🛬🛬🛬
"Granada"
Asheera Haba Adzkiyah
KAMU SEDANG MEMBACA
Granada [TERBIT]
Roman d'amour[Spiritual-Romance] Sebuah janji masa kecil yang mempertemukan kedua Insan sebagai seorang Dosen dan Mahasiswa. Profesor Muda berdarah Spanyol bernama Faqeeh Musthofa Alvaro kembali bertemu dengan gadis berdarah Indo-Arab, Asheera Haba Adzkiyah yang...
![Granada [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/196681134-64-k883485.jpg)