"Alhamdulillah, kini kita telah menjadi saudara seiman Crish. Akhirnya, hidayah itu pun datang dengan cara yang indah di kota ini."
@Faqeeh Musthofa Alvaro
❤❤❤
Hari ini Haba benar-benar sangat sibuk sampai dia tertidur di sofa ruang tengah. Dari kesibukan yang mengurus segala kegiatan penelitiannya, sampai kesibukan Crishtian yang malam ini akan memeluk agama Islam. Melihat Haba yang tertidur pulas, Crishtian mengambil selimut untuk menyelimuti Haba.
Kamu benar-benar gadis yang baik hati. Ini adalah terakhir kali aku menatapmu sebagai seorang non-muslim. Berkat dirimu dan dorongan dari Pak Faqeeh, aku bisa lebih mengenal Islam. Terima Kasih, Haba, batin Crishtian yang kemudian menyelimutinya. Crishtian begitu menyayangi Haba.
***
Malam pun kini menyapa. Ba'da maghrib, Faqeeh beserta Ustadznya yang bernama Ustadz Al-Fatih. Mereka semua telah berkumpul di ruang tengah.
"Baiklah, kamu sudah siap Crishtian?" tanya Faqeeh dengan raut wajah yang behagia.
"Iyaa Pak, saya sudah siap." jawab Crishtian yang tegas dan penuh keyakinan.
"Kamu sudah benar-benar yakin?" tanya Faqeeh kembali.
"Iyaa Pak. Saya yakin dan saya telah memantapkan hatiku." jawab Crishtian.
"Kalo begitu, ikuti perkataan Ustadz Fatih ketika mengucapkan dua kalimat syahadat." ucap Faqeeh dengan lembut. Haba, Ashura, dan Pak Syamsul hanya menyimak.
"Baik Pak." jawab Crishtian dengan perlahan mengatur nafasnya.
"Tafadhol, Ustadz." ucap Faqeeh untuk mempersilahkan Ustadz Fatih menuntun Crishtian mengucapkan dua kalimat syahadat.
Ustadz Fatih kemudian menuntun Crishtian dan terlebih dahulu membacakan kalimat syahadat yang pertama.
"Asyhadu an laa Ilaha Illa Allah." ucap Ustadz Fatih.
"Asy.. Asy.. Hadu an laa Ilaha Illa Allah." ucap Crishtian dengan terrbata-bata yang mengulangi ucapan Ustadz Fatih.
"Wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah." ucap Ustadz Fatih
"Wa.. Asy.. hadu anna Muhammadar Rasulullah." ucap Crishtian kembali yang mengulangi ucapan Ustadz Fatih.
Semua orang yang mendengar dua kalimat syahadat yang menggetarkan hati dan jiwa, keluar dari bibir pemuda yang bernama Crishtian Alarico membuat haru semua orang, terutama Haba yang merupakan sahabat kecilnya.
"Kamu ulangi sekali lagi Crish tanpa dituntun oleh kami semua." ucap Faqeeh dengan senyuman yang tertaut di wajahnya.
"Baiklah Pak. Asyhadu an laa ilaha Illa Allah. Wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah." ucap Crishtian dengan baik dan tegas. Sontak semua orang mengucapkan Alhamdulillah.
Tiba-tiba Faqeeh menjadi orang yang pertama memeluk Crishtian dalam keadaannya yang sekarang ini, yaitu seorang muslim. Tanpa sadar, Crishtian meneteskan air mata haru dan bahagia. Perasaan yang kini bercampur aduk bahagia yang mendominan dan tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
"Alhamdulillah, kini kita telah menjadi saudara seiman Crish. Akhirnya, hidayah itu pun datang dengan cara yang indah di kota ini." ucap Faqeeh masih dalam keadaan memeluk Crishtian yang kemudian dibalas oleh Crishtian.
"Makasih Pak." ucap Crishtian.
"Sama-sama." balas Faqeeh yang kemudian melepas pelukannya.
Tak lupa pula Crishtian berterima kasih pada Ustadz Fatih yang telah menuntunnya tadi mengucapkan dua kalimat syahadat. Kini, Crishtian beralih kepada Pak Syamsul, Ashura, dan yang terakhir adalah Haba.
"Assalamu'alaikum, Haba." salam Crish sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada yang membuat Haba sangat terharu bahagia. Ia bahkan meneteskan air matanya.
"Wa'alaikumsalam, Crish." balas Haba sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya yang kemudian membuat Haba tersenyum dan menundukkan pandangannya.
"Ekheeeeem." tiba-tiba Ashura berdehem yang membuat semua orang menoleh kepadanya.
"Kita di jadiin obat nyamuk nih." sambungnya.
"Lohh iri yah?" tanya Crishtian yang mulai jahil kepada Ashura.
"Iriiiiii? siapa juga yang iri? preeeeeettt, Geer luh. Bleeeeeee'." jawab Ashura sambil menjulurkan lidahnya kepada Crishtian. Crishtian pun semakin jahil pada Ashura.
"Assalamu'alaikum Ashuraaaa." salam Crish dengan wajah yang dibuat-buat sok manis.
"Wa'alaikumsalam, Sok manis banget luh. Muka luh nggak bakal bisa membuatku meleleh." balas Ashura dengan nada ngambek yang dibuat-buat pula.
Mereka semua pun tertawa melihat Ashura dan Crishtian yang beradu mulut. Mereka benar-benar terlihat sangat cocok. Tapi kita bisa kembalikan pada perasaan masing-masing. Kita tiba bisa memaksakan kehendak. Meskipun mereka serasi di mata Manusia, bisa jadi Crishtian terlihat serasi di mata Allah jika bersama Haba. Wallahu'alam.
"Oiyaa, saya mandi wajib dulu. Kemudian, sholat Isya berjamaah disini." ucap Crish yang kemudian beranjak untuk ke kamarnya yang hanya berada di lantai satu. Semua orang mengaji sebelum Adzan Isya.
Tak lama kemudian, Crishtian pun keluar dari kamarnya dengan menggunakan sarung, baju kokoh dan menggunakan kopiah. Terlihat sangat tampan.
Di tempat tinggal mereka, terpampang sudah dua pria tampan. Yang pertama, dosen muda yang bernama Faqeeh yang memiliki wajah khas Spanyol yang hampir mirip dengan wajah orang Arab yang pesonanya menarik para mahasiswinya, sedangkan yang kedua adalah Crishtian yang memiliki wajah bule khas Jerman yang kini menjadi seorang muslim.
"Wow, Maasyaa Allah tuh Ashura temen jailmu, ganteng banget tuh. Liat tuh." ucap Haba sambil menunjuk Crishtian yang berniat sengaja membuat Ashura kikuk. Ashura pun menoleh sekilas dan kemudian menundukkan kepalanya.
"Biasa aja Sheera. Kalo yang kayak gitu, aku udah sering liat. Beda sama pesonanya Pak Faqeeh. Liat tuh, Maasyaa Allah. Auranya terpancar loh. Bacaan Al-Qur'an yang begitu fasih. Jangan-jangan dia seorang Hafidz, Sheer." balas Ashura yang kemudian membuat Haba malu dan kikuk.
Haba menoleh ke arah Faqeeh kemudian tersenyum. Tanpa disadari, Faqeeh pun menoleh ke arah Haba. Kedua bola mata Indah itu bertemu dan bersamaan keduanya mengalihkan pandangan.
Astaghfirullah, batin Haba dan Faqeeh. Keduanya salah tingkah yang kemudian larut dalam pikiran masing-masing. Tiba-tiba semua orang berhenti mengaji dan Pak Syamsul kemudian mengumandangkan adzan. Hening.
Semua orang khusyuk mendengarkan lantunan adzan itu yang kemudian setelah adzan dikumandangkan semua orang pun berdiri melaksanakan shalat sunnah Rawatib Qabliyah. Setelah melaksanakan shalat sunnah Rawatib, Ustadz Fatih pun mempersilahkan Faqeeh untuk menjadi Imam shalat Isya. Faqeeh menolaknya dengan alasan Ustadz Fatih berada di tempat itu.
Namun, Ustadz fatih tetap mempersilahkan Faqeeh yang kemudian Faqeeh pun maju menjadi seorang Imam semua orang yang berada di rumah itu.
"Sawwuu sufuu fakum fa inna taswiyatashshoffi min tamaamishsholah." ucap Faqeeh yang menengok ke belakang sebelum takbir yang artinya Luruskanlah shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya lurusnya shaf termasuk kesempurnaan shalat.
Kemudian ia pun balik menghadap kiblat dan bertakbir. Usai membaca surah Al-Fatihah, ia pun membaca surah Ar-Rahman. Suara Faqeeh begitu merdu, menyentuh dan menyayat hati.
Terutama pada ayat, Fabiayyi 'aalaa 'irobbikuma tukadzdziban (Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?). Setelah melewati hari ini, mereka pun menyadari bahwa nikmat yang diberikan oleh Allah itu sangat banyak, terutama nikmat iman.
Maa Syaa Allah, suara Pak Faqeeh membuat hatiku luluh, batin Haba.
Aku merasa sangat jauh ketika saingan dengan dosen ini. Haba akan merasa luluh dengan segala keistimewahan yang Faqeeh miliki. Aku takut Haba akan lebih sulit ku gapai, batin Crishtian.
"Rasanya aku ingin memilikimu, Haba"..
🛬🛬🛬
"Granada"
Asheera Haba Adzkiyah
KAMU SEDANG MEMBACA
Granada [TERBIT]
Storie d'amore[Spiritual-Romance] Sebuah janji masa kecil yang mempertemukan kedua Insan sebagai seorang Dosen dan Mahasiswa. Profesor Muda berdarah Spanyol bernama Faqeeh Musthofa Alvaro kembali bertemu dengan gadis berdarah Indo-Arab, Asheera Haba Adzkiyah yang...
![Granada [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/196681134-64-k883485.jpg)