07 Little Friend

338 26 0
                                        

"Saat semuanya ku sadari, rasa rindu itu sudah tak pantas lagi untuknya."

@Asheera Haba Adzkiyah

❤❤❤

Setelah membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, Haba pun beranjak turun di lantai satu berhubung belum ada yang masak. Tiba-tiba Ashura datang dan membantu Haba menyiapkan makan malam.

"Ra', Crish belum datang yahh?" tanya Haba yang nampak khawatir.

"Belom. Biarin aja anak itu. Lagian kalo dia ada pasti ngajakin aku beranteeeem terus." jawab Ashura dengan nada yang kesal.

"Ra', dia tuh temen kita. Kita barengan datang kesini. Tapi beneran yah, kalian berdua tuh cocok banget. Lucu kalo liat kalian berdua. Jangan-jangan, kalian jodoh." kata Haba yang kali ini balas dendam kepada Ashura yang sering kali mengejeknya.

"Amit-Amiiiiit." jawab Ashura dan Crish yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya yang ternyata Crish sudah ada sejak tadi sebelum mereka pulang dan tertidur di sofa itu.

"Ka.. Kamu? kok kamu di situ sih?" tanya Ashura yang gelagapan.

"Yahh, suka-suka gue dong. Ini kan juga tempat tinggal gue." jawab Crish dengan santai yang membuat Ashura lebih kesal.

"Aku tau, maksud aku kamu pulang duluan yah? Nggak nungguin kami?" tanya Ashura kembali dengan nada heran.

"Emangnya kenapa? kalian suruh si dosen itu aja antar kalian tiap hari. Selesai kan." jawab Crish kembali dengan nada yang sama.

"Apa? tega kamu yah. Kamu pikir itu tadi salah siapa pak Faqeeh itu ngantarin kami? Salah kamu tauu'." ucap Ashura dengan nada tinggi tanda dia sedang emosi. Dia tidak habis pikir Crish akan bersikap seperti itu.

"Kok loh emosi sih? santai aja kali'." jawabnya dengan santai namun dengan nada yang mulai naik 1 oktaf.

"Gara-gara fans berat kamu tuh, aku sama Haba hampir celaka. Kalo bukan karna Pak Faqeeh, kamu bakal liat kami berdua di rumah sakit, tau nggak? Kamu kemana aja hah nggak nungguin kami berdua malah ninggalin? so, pacarin aja semua tuh fansmu biar berhenti gangguin kita berdua." jelas Ashura yang emosi sambil nunjuk-nunjuk Crish.

"Yuk, Haba mendingan kita naik. Dari pada disini cari masalah aja." Haba yang hanya diam kemudian tangannya ditarik oleh Ashura naik ke lantai 2 meninggalkan Crish yang berdiri mematung dan merasa tertampar dengan ucapan Ashura.

Crishtian merasa sangat bersalah kepada Ashura karena sikap dan gaya bicaranya pada saat berdebat tadi. Terlebih-lebih kepada Haba karena Crishtian sudah berjanji akan menjaga dan melindunginya tapi ia justru meninggalkannya dan gara-gara ia, Haba dan Ashura hampir celaka.

Dibalik sikap Crishtian yang seperti itu mempunyai sebab dan yang pastinya berkaitan dengan Haba. Itu semua karena kedekatan Haba dengan Dosen muda itu. Crishtian merasa cemburu pada dosen itu. Apalagi Haba dan dosen itu seagama, seiman, dan dirinya? jauh untuk bisa mendapatkan Haba.

Aaaaaahhhhhhh, kacaaauuu. Aku benar-benar kacau, teriak batin Crish sambil ia mengacak-acak rambutnya.

Tak lama kemudian, Crishtian belum beranjak dari sofa sementara Haba sedang membuat secangkir teh untuk dirinya dan secangkir untuk Crishtian.

"Minum dulu Crish." sambil menyodorkan secangkir teh itu ke hadapannya.

"Kamu nggak usah masukin ke hati yah omongan Ashura tadi. Dia kan lagi emosi dan pada saat dia emosi, itu bukanlah Ashura melainkan setan yang ada dalam dirinya. Jadi itulah yang menyebabkan kata-kata orang yang emosi itu terdengar menyakitkan." Haba menasihati Crishtian dengan sangat lembut.

Granada [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang