2. Jawaban

2.3K 185 9
                                        

Sial

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sial. Sial. Sial.

Satu kata itulah yang selalu Irish gumamkan setiap saatnya ketika mengingat percakapannya dengan Alarick beberapa hari yang lalu ketika pria itu menawarkannya sebuah... kesempatan? Entahlah, Irish bingung harus menyebutnya apa.

Dekat dengan Alarick Bale? Seorang model papan atas yang begitu terkenal di majalah dan televisi?

Semua wanita menginginkan itu, termasuk Irish sendiri. Beneran, Irish tidak berbohong ketika dulu saat pertama kali Alarick sedang booming, Irish begitu mengidolakannya karena wajahnya yang tampan seperti oppa dan rambutnya putih seperi orang barat—bukan uban ya.

Dan ketika sebuah penawaran itu dilemparkan kepadanya, sekali lagi, Irish tidak berbohong jika saat itu ia sangat senang—dalam hatinya. Namun jujur, Irish sangat bingung sekarang. Menerima atau justru menolak. Karena tentu saja akan banyak hal terjadi jika mereka dekat.

Irish masih ingat saat makan malam itu Irish tak kunjung menjawab saat Alarick melemparkan penawaran itu. Hingga akhirnya Alarick memberinya waktu satu minggu untuk berpikir baik-baik. Dan itu hanya tinggal satu hari lagi. Dan besok ia harus segera memberikan jawabannya.

Seperti yang sudah dikatakan tadi, Irish mempertimbangkan banyak hal jika mereka melakukan apa yang ditawarkan Alarick itu. Salah satunya nasib perasaan mereka masing masing. Irish juga masih belum mengerti kenapa Alarick justru memberikan penawaran itu kepadanya yang hanya seorang MUA, bahkan ia belum lulus kuliah.

Padahal Irish tau banyak rekan sesama model atau artis yang kerap kali terjaring kasus dating bersama Alarick—walau hanya gosip. Irish sering membaca gosip-gosip itu di akun @lambe_nyinyir di Instagram.

Huft! Memikirkannya saja membuat Irish berdebar tidak karuan. Apalagi saat sebuah pesan masuk ke ponselnya. Dan itu dari Alarick Bale.

Alarick Bale : bagaimana? Sudah memiliki jawabannya?😉

Irish sudah tidak tau lagi bagaimana membalas pesan Alarick itu. Sejak saat itu—kejadian penawaran dan ia pulang—entah kenapa bisa Alarick memiliki nomor ponselnya dan terus menghubungi dengan mengirimkan pesan-pesan yang cukup aneh dan menggelitik perut.

"Irish, kamu tidak mendengarkan penjelasan saya?"

Detik itu juga Irish langsung menyimpan ponselnya ke bawah pahanya, membiarkan ponsel murah itu ia duduki. Gadis itu lalu mengangkat pandangannya ketika seorang dosen yang mengajar menegurnya. Irish sadar jika sedari tadi ia melamun karena memikirkan sebuah pernawaran konyol itu.

"Maaf, Pak."

Dosen berusia lanjut itu tampak menghela nafasnya. "Jika kamu tidak bisa konsen karena mengantuk, lebih baik kamu cuci muka sana, karena kelas saya masih lama."

Irish tidak beranjak, ia masuk duduk di kursinya seolah jika ia tidak ada masalah apa-apa termasuk mengantuk. Kemudian dosen itu melanjutkan pembahasannya.

Closer To YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang