[SUDAH DITERBITKAN OLEH AMB PUBLISHER]
[Tersedia di shopee @dennaasmara, website ambpublisher.com dan ebook di playstore]
#ProjectCelebrity-01
"Cerita ini telah diikutsertakan dalam kompetisi ODWC menyambut anniversarry AMB Publisher tahun kedua."
H...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kamu pacaran sama artis itu tanpa bilang-bilang dulu sama Mas dan Ibu, terus kamu sekarang nangis-nangis karena dia?" Ibra menaikkan satu alisnya sambil menatap Irish. "Ternyata memang dia baik di depan kamera doang. Aslinya bajingan!"
Irish menggeleng lalu mengusap wajahnya yanh basah. "Nggak gitu. Aku yang maksa buat putus tapi dia nggak mau."
"Terus kamu juga yang nangis?"
Irish mengangguk pelan.
"Kamu nggak ada harga dirinya kalo begini."
"Mas!" Irish mengerucutkan bibirnya kesal.
Ibra memutar bola matanya malas. Ia sempat kesal bukan main saat pertama kali Irish muncul di media sebagai kekasih model top Alarick Bale. Adiknya ini tidak menceritakan apa-apa atau sekedar memberitahu kepadanya atau ibu mereka.
"Terus sekarang gimana? Kalian beneran putus apa nggak?" tanya Ibra.
Irish menggeleng.
"Nggak?"
"Nggak tau," ucap Irish.
Ibra semakin tidak tau lagi harus bagaimana. "Sekarang di mana? Biar Mas yang samperin dia."
"Alarick udah pergi ke Paris."
"Kabur dia? Pengecut banget!"
"Bukan." Irish menggeleng. "Bukan kabur. Projectnya sama Gucci mulai bulan ini."
"Terus setelah kerjaannya itu selesai, kalian mau balik lagi? Gitu?" tanya Ibra. "Nggak ya. Mas nggak setuju kalo gini!"
"Mas,"
"Setelah skripsi kamu selesai, kamu pulang ke rumah ibu!" Ibra berdiri, pria itu memasuki kamar Irish untuk beristirahat karena sebelumnya ia telah meminta untuk istirahat sebentar.
"Rish?"
"Gue harus gimana, Nid?" tanya Irish. "Alarick udah berangkat ke Paris dan dia nggak bilang sama sekali soal ini ke gue."
Nida mengernyit heran. "Bukannya lo udah mutusin dia ya? Ya kalo gitu, buat apa dia harus kasih tau lo segala."
Irish menggigit bibir bawahnya. Benar juga yang dikatakan Nida. Tapi apa Alarick sudah benar-benar menerima hubungan mereka harus berakhir? Padahal sebelumnya Alarick memohon untuk Irish tidak meninggalkan pria itu. Tapi sekarang—ah, Irish rasanya begitu labil sekarang.
"Lo niat nggak sih sebenernya buat putus sama Alarick?" tanya Nida.
"Ya nggaklah!"
"Ya terus kenapa lo malah mutusin dia kemarin?"
"Karena gue nggak mau karir Alarick hancur semisal dia ketahuan punya pacar sama Gucci. Project ini project besar. Dan Gucci juga bukan brand sembarangan. Gue cuma takut apa yang Alarick bangun dari nol malah hancur gara-gara gue."