3. Bioskop

1.8K 178 14
                                        

Di sinilah sekarang Irish berada, di dalam sebuah bioskop di salah satu mall besar di daerah Jakarta bersama Alarick

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Di sinilah sekarang Irish berada, di dalam sebuah bioskop di salah satu mall besar di daerah Jakarta bersama Alarick.

Irish meremas tangannya dengan gugup. Ia memandang punggung kokoh Alarcik yang sedang mengantre tiket di loket. Irish tidak tau mereka akan menonton film apa dan Irish juga tidak tau apakah pilihan Alarick menonton film di bioskop sebagai kencan pertama mereka adalah hal yang tepat atau tidak.

Sejauh ini tidak ada yang mengenali Alarick disini. Pria itu masih mengenakan pakaian tadi—lengkap dengan topi, kacamata dan ditambah masker hitam untuk menutupi wajahnya.

Debaran jantungnya sedari tadi terus saja berdetak kencang. Bahkan di detik pertama Alarick mengatakan; yang pacaran juga kan disebut pasangan.

Sumpah, saat itu Irish tidak bisa membayangkan ekspresi bodohnya ditambah dengan wajahnya yang merona sehingga membuat Alarick tertawa geli pada saat itu.

"Maaf ya lama." Alarick berdiri di depannya. "Yuk nunggunya didepan teater aja. Mau beli makanan dulu nggak?"

Irish mengangguk kecil. Ia tidak berani mengeluarkan suaranya atau sekedar menatap Alarick.

Setelah mereka membeli dua minuman dan satu popcorn, mereka langsung menunggu di depan teater 2. Banyak orang yang menunggu masuk teater di sepanjang lorong, membuat Irish was-was karena takut Alarick ketahuan.

"Kenapa?" tanya Alarick, menyadari kegelisahan Irish.

Gadis itu menggeleng. "Nggak. Cuma takut orang lain bisa ngenalin Mas Alarick aja."

"Penampilan saya udah item-item kayak gini, jadi nggak bakalan ada yang ngenalin." Cowok itu terkekeh. "Dan jangan panggil nama saya, itu bisa menarik perhatian orang lain."

Irish mendongak, menatap wajah Alarick yang seluruhnya tertutup. "Terus saja panggil apa dong?"

Alarick menunduk, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Irish—karena tinggi wanita itu hanya sebatas dadanya. Pria itu menarik turun sedikit maskernya. "Mungkin sayang nggak bakalan narik perhatian orang."

Sontak ucapan Alarick membuat semburat merah muda muncul di kedua pipi Irish, membuat pria itu terkekeh lalu mengacak gemas puncak kepala Irish.

"Ya ampun, gimana saya nggak suka sama kamu kalo kamunya aja gemesin kayak gini," ujar Alarick.

Irish memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan wajahnya yang semakin merona dan enggan untuk melihat Alarick. Ia lalu merasakan tangannya digenggam Alarick lalu menariknya masuk ke dalam studio dan berdesak-desakan dengan penonton lain yang hendak masuk mau pun keluar.

"Nonton horor?" tanya Irish dengan tatapan terkejutnya.

"Iya." kata Alarick masih dengan menarik tangan Irish dan membawanya menaiki tangga untuk mencapai tempat duduk mereka yang berada dijajaran bangku paling atas—sedikit pojok.

Closer To YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang