1: The Shin ≠ Militer

97.7K 13K 2K
                                        

Memasuki perumahan Angkatan Darat itu, Dongpyo udah mulai menghela napas berat. Seungwoo yang lagi nyetir gak bisa nahan ketawa, lucu bgeliat anaknya stress sendiri padahal cuma mau dibawa kerumah Pakde nya.

"Dek, kenapa sih?" tanya Seungwoo setelah Dongpyo berkali-kali menghela napas kencang, seperti menyesal ikut Papa nya di mobil siang itu.

"Bayangin deh, Pa. Mbak Ryujin disini berarti tandanya aku tiap hari pasti disamper harus lari pagi, mungkin sore juga," keluh Dongpyo.

"Lho bagus lah, Dede kalo Papa ajak olahraga nolak mulu. Olahraga biar sehat, biar ototnya gak kaku," kata Seungwoo.

"Ya Dede mau aja olahraga asal gak sama Mbak Ryujin atau sama Papa, terlalu ekstrim," kilah anak lelaki itu.

"Berarti kalo sama Pakde Wonho? Mau?"

"APALAGI ITU PA!!! Dede percaya abis ini PASTI Pakde nawarin masuk militer lagi, aduh gak mau!" Dongpyo geleng-geleng kepala frustasi.

"Ya kalau emang Dede jodohnya di Militer kayak Pakde dan kayak Mbah Kung, kenapa enggak?" tanya Seungwoo.

Dongpyo kembali menggeleng, "Enggak, Dede mau kayak Papa aja kaya raya tanpa harus berkeringat."

Begitu mobil berhenti di depan rumah Wonho, Ryujin keluar rumah sumringah. Duh rasanya Dongpyo mau kabur.

"DEDEEEEEEEE SENENG GAK MBAK RYUJIN SEKARANG RUMAHNYA DEKET DEDE," teriak Ryujin sambil menghampiri Dongpyo.

Pasti mau meluk! Pasti mau meluk— Ah tuh kan.

Dongpyo pasrah aja, mana tenaga Ryujin ini kacau lah pokoknya. Sampe sesek Dongpyo ini.

"S-seneng, Mbak..." sahut Dongpyo didalam pelukan Ryujin yang kelewat gemes sama sepupu satu-satunya itu. Keluarga Shin ini sepi banget deh, untung Ryujin rame anaknya.

Ryujin bilang ke Dongpyo bahwa ini sekolah terakhir yang bakal Ryujin datengin sampe nanti lulus sekolah, dan yang pasti kembali ke tempat dimana dia sama Dongpyo tumbuh besar bareng.

"Gimana, Dongpyo? Udah berubah pikiran belum? Biar ikut Mbak Ryujin nanti," kata Wonho setelah Dongpyo masuk ke dalam rumah. Seungwoo ketawa aja inget tadi di mobil.

Tuh kan.

"Hah.. Berubah pikiran apa, Pakde?" tanya Dongpyo.

"Ayo kalo mau masuk militer nanti Pakde urus, mulai dari sekarang ikut latihan Mbak Ryujin, biar tinggi dan fisiknya mumpuni," kata Wonho.

Dongpyo cuma haha hehe aja, kabur biar gak ditawarin aneh-aneh lagi sama Wonho.

"Ryujin jadi sekolah dimana?" tanya Seungwoo setelah duduk santai di ruang keluarga rumah Kakak-nya itu.

"Sekolah Swasta yang kemarin aku bilang jadinya," kata Wonho.

"Putra Bangsa International? Bagus memang disana fasilitasnya." Seungwoo mengangguk menyetujui.

"Belum sempat aku kesana, biar Changkyun sama istrinya aja yang urus. Aku masih sibuk ngurusin berkasnya Ryujin untuk nanti," kata Wonho.

Seungwoo mengangguk paham.

Sementara di kamar, Dongpyo heboh denger Ryujin bakal sekolah di sekolah swasta terkenal di daerah rumahnya. Hello siapa yang gak tau sekolah yang bayaran bulanannya bisa beli motor?

"Serius lu disana, Mbak? Temen gua SMP ada yang disana tuh," kata Dongpyo.

"Siapa? Kelas berapa?"

"Junho namanya, masih kelas 2 juga sama kayak gua," kata Dongpyo.

"Oooh, nanti gue cari ah kalo sempet," kata Ryujin, "Gue juga deg-degan takut gak bisa berbaur, kita mah rakyat sederhana aja gak sih, Pyo?"

"Cocote," celetuk Dongpyo. Dengan lo masuk disana ya udah jelas bukam rakyat sederhana lah, Dongpyo nyinyir dalem hati soalnya kalo enggak di smackdown.

"Gue selama disini mau seneng-seneng aja ah, kan gak tau kapan lagi gue akan bersenang-senang," kata Ryujin.

"Iya, seneng-seneng sama temen baru ya please gak usah ngajak gua olahraga mulu kayak waktu puasa dan lebaran kemaren, mau mati," seru Dongpyo.

"JUSTRU ITU LAH, BIAR GAK LETOY!" seru Ryujin sambil nonjok lengan Dongpyo kenceng banget.

"MBAK NANTI BIRU!!!!!" Omel Dongpyo.

"Dedek jangan teriak-teriak," ujar Seungwoo dari luar kamar.

"Iya, Pa," katanya kemudian melirik ke Ryujin, "Gua doang yang diomelin!"

"Tapi serius gue pasti tahun ini latihan mati-matian, gue butuh lo Dek buat nemenin gue, ya lo duduk aja gapapa," kata Ryujin.

"Iya Mbak, tenang aja, ngerti," kata Dongpyo sambil ngusap-ngusap lengannya. Ya masih sakit lah.

"Mbak," panggil Dongpyo lagi.

"Apaan?

"Pakde ada tanda-tanda mau nikah lagi?" tanya Dongpyo.

Ryujin memicingkan matanya, "Kenapa nanya gitu? Om Seungwoo mau nikah lagi?"

"Ih gua kan nanya kenapa lu nanya balik?" tanya Dongpyo.








nikah sama siapa sama aku kali ya biar kalian semua protes

Family CornerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang