43: Berkunjung

33.6K 6.9K 1.9K
                                        

"Dahyun, ini Oom Hangyul. Oom Hangyul, ini Dahyun," kata Dohyon setelah sukses masuk kedalam mobil.

"Hallo Oom.."

"Hallo Dahyun. Aku Oom-nya Dohyon, ini namanya Tante Sihyeon," kata Hangyul, mengenalkan gadis cantik disebelahnya.

"Iiih panggil aku Kak aja ya, jangan Tante," serobot Sihyeon gak terima.

"Ya gimana kan ujung-ujungnya lu juga jadi Tantenya Dohyon," kata Hangyul.

"Ya iya tapi gak sekarang dipanggil Tante-nya," seru Sihyeon.

"Aku baru liat Kak Sihyeon," kata Dohyon.

"Iya, selama Oom gak main kerumah kan lagi usaha mengejar manusia ini."

"Aneh banget lu Gyul," seru Sihyeon.

"Ohh mau dikenalin ke Ayah ya," kata Dohyon.

"Iya dong, Oom kalo punya pacar kan harus laporan. Tapi sekarang kan calon istri," celetuk Hangyul.

"Dohyon, Dahyun, jangan didengerin yaa. Kakak lulus kuliah dulu, jadi masih lama," koreksi Sihyeon, membenarkan kalimat asal pacarnya itu.

Dahyun ketawa aja.

"Ngomong-ngomong Dahyun pacarnya Dohyon ya? Oom masih nyimpen tuh chat si Dodot lagi curha—"

"OOM," semprot Dohyon, melototin Oom-nya itu dari kaca spion.

"Oom Hangyul sama Ayah umurnya jauh banget ya?" tanya Dahyun pelan mengalihkan topik, penasaran soalnya emang Hangyul ini keliatan masih kuliah belom tua-tua amat.

"Hehehe Oom Hangyul ini adik angkat Ayahnya Dodot, lumayan jauh memang umurnya. Cocoknya jadi abangnya Dodot tapi dari kecil kebiasaan dipanggil Oom," jelas Hangyul.

"Oooh gitu." Dahyun ngangguk-ngangguk.

"Jadi Dahyun pacarnya Dohyon bukan?" tanya Sihyeon. 2 siswa sekolah yang duduk dibelakang kikuk.

"Bukan Kak," jawab Dohyon. Dahyun, lagi-lagi, cuma senyum.


















Heejin sedih banget karena harus LDR sama Hwall. Setelah stress ngurus persyaratan, akhirnya hari ini berangkat juga si Hwall ke Bali.

Heejin beneran nangis deres banget pas di bandara, diketawain sama Kevin.

"Hish kamu tuh sama Hwall cuma LDR Jakarta Bali, kalo bosen kamu bisa nyusul. Coba bayangin jadi Kak Kev sama Kak Kim," kata Kevin.

"Yakan beda, you guys don't love each other," omel Heejin. Hwall senyum aja kemudian meluk Heejin, gak rela juga ninggalin anak manis.

EEEEEH JUJURRRRR denger kata-kata Heejin, si Kevin jadi tersinggung. Lhooo??? Kok tersinggung???? Bukannya faktanya demikian????

Setelah melepas kepergian Hwall, Kevin langsung menuju ke kota sebelah karena masih ada kuliah nanti sore. Baru banget mau masuk tol, Kimberly nelepon.

"Where are you? Udah jalan dari bandara?" tanya Kim dari ujung telepon.

"Baru mau masuk tol, kenapa?"

"Tol mana?"

"Tol kearah kampus lah, ada kelas nanti," jawab Kevin.

"Bisa balik lagi kesini kapan?"

"Lu ada perlu apa udah cepet ngomong," seru Kevin.

"Gue besok flight malem balik ke London, ada keperluan di kampus lusanya."

"YANG BENER AJA," omel Kevin, "Kenapa baru bilang!? Harusnya masih minggu depan kan?"

"Gue baru banget beres mesen tiket," jelas Kim.

"Lo dimana malem ini? Udah packing?" tanya Kevin.

"Not yet, mind to help me tonight?"

"Help you with your packing or something else?"

"Both?"

"I'm coming."

























"Mas, anterin ini dong kerumahnya si Arin," kata Krystal, sambil masukin beef teriyaki kedalam Tupperware.

"Aduh males banget Ma," keluh Mingyu, kemudian dipelototin Krystal.

"Mina mau kesini," kilah Mingyu lagi.

"Ya makanya cepet anterin sebelum Mina dateng," ujar Krystal lagi, "Semua orang repot, semua Bibi repot."

"Arin nya aja sih suruh—"

"MAS MINGYU," gertak Krystal. Mingyu lagian tuh kenapa sih udah tau Mama gak bisa dilawan masih aja mencari celah.

Doyeon belum pulang, Felix kan udah di Malang, Mingyu hari ini cuma bimbingan makanya pulang cepet.

Dengan modal celana kolor pendek dan kaos gucci, Mingyu bawa-bawa tas isi Tupperware sambil ngeluarin vespa matic punya Mama jadi keliatannya kayak T-Rex naik motor alias PANJANG BENER TU KAKI.

Tadi diceritain Mama katanya Oom Aron dan Tante Hani lagi ke Lebanon apa ya... Makanya Arin dirumah sendiri. Kemudian Mingyu baru inget soalnya kan Arin pernah ngomong di grup.

Begitu berhenti didepan rumah, seperti biasa pager ketutup. Karena udah biasa mampir jadinya Mingyu main buka pager masuk aja dengan asumsi ada Arin dirumah karena lampu udah nyala.

Ternyata emang bener ada Arin.... Dan tidak sendirian.

"Wadidaaaaaw asik yak," seru Mingyu, dengan kolor super pendeknya, bawa-bawa tas didepan pintu rumah. Pintu gak ditutup jadi keliatan sedikit dari luar.

Panik Arin.

Lari dah tuh ke ruang tamu ngeliat Mingyu bentukannya begitu.

"Assalamualaikum dulu kek orang tuh!" omel Arin.

"Lah kita kan Kristen, Rin?" tanya Mingyu.

"NGETOK DULUUUU orang mah bukannya WADIDAW," omel Arin lagi.

"Mana si Morki, nih buat makan lu sama Morki," seru Mingyu, udah kenal kan soalnya pernah main futsal bareng waktu itu yang diajakin Oom Aron.

"Ada tuh didalem, makasih Mas Mingyu dan Tante Krystal," kata Arin.

"MORKIIII," panggil Mingyu ISENG BANGET, mau gamau Mark keluar nyengir.

"Oit Mas," sahut Mark senyum.

"Makan tuh, emak gua masak beef teriyaki enak banget, ada nasi gak?" tanya Mingyu.

"Ada Mas, tadi Arin masak," kata Mark.

"Nginep lu?" tanya Mingyu ke Mark.

Arin sama Mark salah tingkah.

"Iye dah nginep aja kasian Arin, tapi jangan sampe keliatan tetangga ye, pintu tuh ditutup."

KIRAIN BAKAL DIMARAHIN TERNYATA MALAH DIBERI ARAHAN.

"Iya Mas..."

"Apapun yang terjadi malem ini jangan sampe gua punya ponakan dulu ya."

"LU GILA YA MAS," semprot Arin.

"Daaaah, gua pulang!"

Family CornerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang