"What are you doing here?" tanya Wonyoung melihat Dohyon duduk di kursi dudepan gedung perempuan.
"What else?" tanya Dohyon.
"Waiting for your girlfriend?" tanya Wonyoung.
"Well, she't not my girlfriend....yet...."
"Well well well," ujar Wonyoung kemudian duduk disebelah Dohyon, "Haven't you heard about the rumor?"
"What rumor?"
"Dahyun and Kak Eunsang," kata Wonyoung.
"Its just a rumor," kilah Dohyon.
"Dohyon, I know everything about my people, including what's happening between Dahyun and Kak Eunsang. I'm the president here, remember?" tanya Wonyoung.
Kepercayaan diri Dohyon jadi turun drastis tatkala mendengar Wonyoung berkata demikian. Iya sih, Dohyon tau kalo Dahyun lagi deket sama Eunsang tapi ya gak tau deketnya kayak apa.
Dan Dohyon denial.
"What should I do, then?" tanya Dohyon.
"YOU TWO CUT IF OFF, STAY AWAY FROM EACH OTHER!"
Baik Wonyoung dan Dohyon TAU banget ini suara siapa. Si manusia ribet bernama Park Jisung yang baru keluar ruang OSIS bersamaan dengan Dahyun, Eunsang dan beberapa anggota lainnya.
"Ahhh, here comes the trouble," ujar Wonyoung, "Get her back lah stupid. What else?"
Selesai ngomong gitu, Wonyoung cabut dari sana karena males ada Jisung. Sementara Jisung cuma sinisin Dohyon, Dohyon cuma melet karena gak ada peduli-pedulinya dia sama Jisung. Karena niat deketin Wonyoung aja kaga ada.
"Dohyon!" panggil Dahyun.
"See you tomorrow, Dahyun," kata Eunsang kemudian mendahului.
"See you tomorrow, Kak!"
"Udah nunggu lama ya? Sumpah maaf banget ya," kata Dahyun.
"Enggak kok, santai aja," sahut Dohyon. Padahal iya.
"Yuk, Bunda udah nungguin dirumah," kata Dohyon.
Ni rencananya mau main kerumah Dohyon, sekalian Dahyun mau ngasih kado buat Bunda katanya.
"Naik mobil Dodot kan? Soalnya udah bilang ke supir jangan jemput," kata Dahyun.
"Please call me Dohyon kalau di sekolah..."
"Dodot," ujar Dahyun.
Dohyon menghela napas, "Alright, as long as you're happy."
Si bongsor dan si mungil itu jalan bersebelahan menuju mobil. Sepanjang jalan Dohyon pengen nanya banget ke Dahyun perihal Eunsang tapi buyar semua.
"DODOOOOOOOOTTTTT!"
Dohyon melotot melihat sosok sangat tidak asing munculin kepala dari mobilnya.
Itu dia... Oom-nya yang sangat menyebalkan... Very very annoying... Tapi Dohyon very very miss him....
"OOM HANGYOOOOOOOOOL!!!!!!"
✨
Eunbi bingung banget tapi sekaligus bersyukur punya pacar kayak Moonbin. Liat deh Eunbi tuh kayak apa, Moonbin tetep aja mau.
Eunbi tau banget gimana temen-temennya Moonbin yang sesama polisi menggunakan seragamnya sebagai umpan untuk mainin cewek-cewek, tapi Moonbin dari gajinya masih 1 digit sampe sekarang udah 2 digit tetep banggain Eunbi.
Eunbi gak pernah bisa blend sama pacar dari temen-temennya Moonbin. Jiwa-jiwa sosialita yang cuma mengejar materi agar statusnya naik di sosial media. Sumpah, Eunbu gak bisa banget.
Cewek itu juga pernah denger julid-an dari orang-orang itu perihal 'Kok Moonbin betah ya apa dipelet sama si Eunbi?'
MAU NGAMUK LAH SI KAKAK, terakhir kali dia beratem di SMA sampe di skors. Kalo disuruh berantem sekarang juga gak akan ilang skill pukul-memukulnya.
"Gak usah marah-marah, lu kan gak nyanyet gua," kata Moonbin santai sambil bukain plastik minuman cola kemudian disodorin ke Eunbi.
"Terus pas lo denger itu reaksi lo ngapain?" tanya Eunbi.
"Ya gua ketawain lah? Sambil gua bilang, 'Mana ada gua di santet, yang ada gua nyantet dia biar mau terus ama gua'," sahut Moonbin.
Malem itu abis nonton, mau makan tapi restoran penuh semua akhirnya drive thru McD makan di mobil.
"Jinyoung gimana itu, Bi?"
"KAGET GUE SUMPAH?? Bisa-bisanya dia mengelabui gue sekeluarga, bener-bener gak ketauan."
Moobin yang tau semua ceritanya juga pada akhirnya penasaran, apalagi sama reaksi Minhyun dan Bona.
"Ayah sama Mama gimana?" tanya Moonbin.
"Kaget sih Mama kemaren gue telpon, tapi yaudah biasa aja sih, Ayah cuma nyampein ke Abang biar hati-hati jangan sampe keulang lagi," ujar Eunbi.
Moonbin menggeleng kepala, "Hebat si Jinyoung, musti belajar gua kali ya ke dia."
"LU MAU GUE TAMPAR," seru Eunbi.
"Nah kan..." ujar Moonbin. Kebukti sendiri deh tuh. Gimana mau megang, baru niat aja udah ditampar sama pacarnya itu.
"Si Aa' dirumah pasti bingung banget kenapa pada heboh."
"Lah emang Hyunjin belom tau?" tanya Moonbin.
"Belom, bingung juga. Masalahnya itu termasuk aib keluarga gak sih? Ya iya dia keluarga juga cuma kayak... Gak enak aja mau diceritain."
"Ohhh yayaya paham," sahut Moonbin.
Abis itu makanin ayam dan kentangnya sambil tetep lanjut ngobrol, merembet bahas soal Hyunjin lagi.
"Yang gua mau tanyain dari dulu nih Bi... Si Hyunjin bisa sekolah di Putra Bangsa tuh gimana? Maksud gua kan Mama nya sakit ya kalau gak salah selama dia sekolah?"
Eunbi mengangguk, "Pakde-nya kaya raya, Kakak dari Mamanya."
"Oohhh." Moonbin ngangguk-ngangguk.
"Kalo gak salah kan kanker ya, jadi selama itu yang biayain juga Pakde-nya itu."
Moonbin kalo denger ceritanya Pak Minhyun suka gak abis pikir... KOK ADA AJA... KOK BISA...
Moonbin ampe mikir gak akan ada reward lebih hebat yang bisa dikasih ke Mama Bona selain surga.
"Ayah udah liat tatto kamu?" tanya Moonbin lagi.
IYA akhirnya yang kemaren Eunbi dibeliin baju renang pun gak jadi renang karena akhirnya cewek itu ngaku. Moonbin jedotin kepala ke pintu kamar hotel saking STRESSSSSSSSSSSS.
"Belom, padahal gue udah nyiapin alesan kalo ditanya kenapa tatto tatto gini."
"Apa alesannya?"
"Ini salah satu bentuk dari rasa protes Kakak ke Ayah selama ini."
