Jujur, ngerawat Dongpyo sendirian bukan hal gampang. Jadi single parent selama hampir 7 bulan itu gak semudah apa yang Wonho bilang.
Oke, mungkin Wonho udah jadi single parent selama hampir 10 tahun yang bikin dia terbiasa. Ditambah banyaknya ajudan Wonho yang siap ngurus keperluan ini itu untuk Ryujin.
Seungwoo kadang kewalahan nyiapin sarapan untuk anaknya, belum lagi nganter ke sekolah, kalau ada pertemuan orang tua di sekolah Dongpyo kadang Seungwoo masih harus minta tolong mantan istrinya untuk dateng.
Ya tapi semua itu dijalanin ikhlas kok. Seungwoo yang mati-matian menangin hak asuh anak, Seungwoo yang bakal bertanggung jawab biayain semua keperluan Dongpyo sampai anaknya kuliah nanti.
Pagi ini Seungwoo bangun kesiangan, panik banget buru-buru mandi. Udah mikirin nanti mau drive-thru sarapan aja biar makan di mobil tapi ternyata Dongpyo udah bangun, nyeplokin telor buat dia sama Papa nya.
"Abis kan Papa lembur semalem, jadi pasti kecapean," kata Dongpyo sambil makan.
"Makasih ya De," kata Seungwoo. Gapapa keasinan juga yang penting anaknya udah berusaha.
"De, si Dodot anaknya Om Cho dipindahin ke sekolahnya Mbak Ryujin," kata Seungwoo, "Soalnya yang punya yayasannya kenal sama Om Cho."
"Ohh SMP nya ya?" tanya Dongpyo.
"Iya, Dede gak mau pindah juga kesana? Katanya ada temen Dede yang disana? Siapa? Junho? Eunsang?"
"Lah Ayah ikut turun juga?" tanya Dohyon ketika Seungyoun parkir dan ikut turun.
"Iyalah, Ayah mau ketemu temen Ayah. Lagian emang kamu tau kelasmu dimana?" tanya Seungyoun. Dohyon manggut-manggut, bener juga sih. Dohyon kadang suka kaget sama Ayahnya sendiri, asli dah siapa aja kenal temennya dimana-mana.
Sepanjang jalan dari parkiran ke gedung, beberapa siswa ngeliatin Dohyon dan Seungyoun. Ah, lebih tepatnya ngeliatin Seungyoun sih.
UDAH TAU MAU KE SEKOLAHAN ANAKNYA MALAH PAKE KEMEJA LENGAN PENDEK, UDAH TAU TATTOO NYA DIMANA-MANA.
Mana pake kacamata item, beneran deh kalo bisa Dohyon deskripsikan Bapaknya itu superstar.
Jangankan Dohyon, Bunda aja kadang malu sama suaminya sendiri. Tapi gapapa lah, Ayah kan gak membahayakan orang lain.
Gak perlu waktu lama sampe Seungyoun ketemu sama kepala sekolah SMP Dohyon. Pak Yixuan namanya? Entahlah. Yang jelas Dohyon langsung dianterin ke kelas barunya, ketua kelas udah nunggu didepan pintu.
"Cho Dohyon?" tanya si ketua kelas.
Dohyon mengangguk, "Iya."
"Welcome, my name is Jang Wonyoung and I'm the class leader here," kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya.
"Thank you," sahut Dohyon.
"I was surprised when our teacher said there will be a new student here. Our school doesn't accept transfer students unless you are really rich or you are really smart, which one are you?" tanya Wonyoung.
Tentu saja pertanyaan Wonyoung bikin Dohyon kaget.
"Do I really need to answer that?" tanya Dohyon, menaikkan salah satu alisnya.
"Of course."
"Both of them. Now can you please show me my seat, Ms. Class Leader?" tanya Dohyon.
Wonyoung senyum, "Let's see how smart you are, then, Mr. Cho."
Gadis itu kemudian masuk kedalam kelas, Dohyon mengikuti dibelakang.
"You are the Class Leader, does that means you are the smartest here? THE number one in this class?" tanya Dohyon.
"Well, you're not wrong," sahut Wonyoung bangga, "I just need to beat Jung Dahyun's in Math to be THE number one."
"Guess you're number three now," kata Dohyon, "I'll beat everyone in every subject."
"Interesting," kata Wonyoung kemudian berhenti di bangku kosong.
"Cho Dohyon, meet your new seatmate, Jung Dahyun."
Dohyon melirik kearah Dahyun yang kini sedang melihatnya juga.
"He said he wants to beat you in every subject, prepare yourself," kata Wonyoung ke Dahyun kemudian menepuk pundak Dohyon, "Have fun, new kid."
Dohyon masih berdiri, beberapa detik kemudian duduk disebelah Dahyun.
"Jung Dahyun," kata Dahyun.
"Cho Dohyon," sahut Dohyon.
Kemudian gadis itu kembali menulis di catatannya, gak tau lah nulis apa itu.
"Please don't mind Wonyoung, she's always been like that," kata Dahyun.
"Yeah, don't worry. You too."
"Me too what?"
"Don't worry, I'm dumb and its impossible to beat you in every subject."
"Okay, Dohyon," sahut gadis itu kemudian kembali ke catatannya.
"So, Dahyun... You really the smartest kid in here?" tanya Dohyon.
Dahyun menghentikan kegiatannya, kemudian berpikir sejenak untuk menjawab pertanyaan Dohyon. "Most of the students need 3 years to graduate from here, I only need 2."
"..........Senpai."
—
Jung Dahyun, Rocket Punch, 2005
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.