Part 2 - Semua Gara-Gara Kuachi

57 11 1
                                        

Senja mengajarkanku bahwa yang indah tidak akan bertahan lama. - Senja Jingga Aditama.

Matahari pagi yang mulai nampak dengan sinar yang berhasil membuat terganggunya kegiatan bobok syantik seorang gadis yang tadi subuh udah bangun tapi entah kenapa sampai sekarang masih tidur dengan nyenyaknya.

Sampai suara lembut khas nenek Dita yang mulai membangunkannya cucu satu-satunya itu.
"Jingga, bangun nak udah jam 06.45 kamu gak sekolah apa? " Ucap nenek sambil membenarkan surai rambut cucu tersayangnya yang acak-acakan.

Memang dasarnya  pemalasnya tingkat akut jadi ya hanya dibalas gumaman" Hmmm" Dan menarik selimut agar posisinya lebih nyaman.

Sampai suara pak Amin supir rumah yang teriak-teriak gak jelas cuma karna ada kucing nyuri si Loli selaku ikan yang sudah dianggap seperti anak dan dirawat sepenuh hati.

Eeeeehh

"Apa sih berisik banget nganggu aja" Gerutu Sanja sambil menatap horor jam walker yang menunjukan pukul 07.00.

Glubrakkk!!

Krekkk!!!

Prangg!!

"Ya ampun nenek demi sempak doraemon!! Kok gak bangunin aku sih kan jadinya Telatt!!" Teriak Senja dengan cemprengnya.

"Astaga Jingga kamu ini perempuan jadi yang lembut sedikit sayang"
"Udah sekarang kamu mandi dulu terus sarapan, cepet ya ini udah siang kan hari ini kamu pertama masuk sekolah" Ucap nenek dita.

Dengan jurus cepat melebihi hiro flash senja langsung mandi dan siap-siap untuk turun ke bawah.
"Nenek aku berangkat ya Asallamualaikum" Teriak senja sambil berlari.

"Anakmu sudah besar nakk" Ucap nenek dita dengan tatapan sendunya.

🍁🍁🍁🍁

Skip sekolah

Dengan nafas tersengal-sengal Senja menatap gerbang dengan dramatis dan mata melotot. Karena tadi di jalan mobil pak Amin terjebak macet karna sudah kesiangan dan jalanan sudah padat oleh kendaraan yang akhirnya dengan terpaksa mengharuskan Senja untuk lari maraton dengan kecepatan flash yang dia miliki. Namun sayang sekarang gerbang Sma Garuda sudah di tutup karna jam sudah menunjukan pukul 07.30 itu artinya dia sudah telat setengah jam.

"Ya ampun gimana ini udah hari pertama masuk telat pula"
"Ya tuhan berilah hambamu yang imut ini keajaiban untuk dapat membuka gerbang sekolah ini" Doa Senja di depan gerbang seperti orang gila.

Dan dengan otak nya yang pintarnya melebihi Albert Einstein jadi lah kini Senja mulai mencari ancang-ancang untuk mendobrak gerbang yang terbuat dengan besi itu.

Glubrakkk!!!

Alhamdulilah puji tuhan dengan kekuatan dan otak nya yang pintar Senja pun jatuh tersungkur dengan gerbang yang masih berdiri dengan kokohnya.

"Anjir nih gerbang terbuat dari apa sih kok keras banget udah jidat gue jadi benjol lagi ini, gimana coba masa iya gue sekolah jidat benjol segede telur unta" Gerutu Senja sambil mengusap-usap jidat nya yang benjol.

Why Him?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang