Nahan cemburu itu susah, walau hanya hal sepele bisa membuat mood rusak. - Langit Arya Samudra.
Sejak tadi yang dilakukan Langit hanyalah diam sambil menampilkan ekspresi dingin nya. Entah apa yang membuat moodnya rusak sekarang.
Sejak pertemuan tadi dengan Aksara pikiran Langit berkelana memikirkan bagaimana cara mendapatkan Senja.
Entah itu perasaan obsesi atau cinta yang Langit tau sekarang Senja hanyalah miliknya seorang.
Lalu teman-temannya datang dengan sebungkus kacang dan bingung kenapa temannya suka sekali melamun.
"Lo kenapa sih Dari tadi diem aja?" Tanya Bryan.
"Tau lo gak asik bingit masa Dari tadi akoh di cuekin" Ucap Dylan sok dramatis.
"Kalo ada masalah harusnya lo cerita sama kita-kita jangan di pendem sendiri" Ucap Bryan.
"Salah gak sih kalo gue gak suka kalo ada orang yang berusaha deketin orang yang gue sayang?" Tanya Langit pada mereka.
Sedetik setelah Langit mengucapkan unek-uneknya mereka pun menghentikan kegiatannya yang sedang menyunyah kacang.
Bingung akan pertanyaan yang Langit lontarkan pasalnya temannya yang satu ini tidak pernah bercerita masalah percintaan seperti saat ini.
"Lo sakit ya?" Ucap Dylan sambil memegang dahi Langit.
"Gak panas tapi kok"
"Ckk lo apa-apa'an sih gue tanya palah dikira gak waras" Ujar Langit.
"Ya aneh aja biasanya lo kan gak pernah tanya soal beginian" Ucap Bryan.
"Emang kenapa?" Tanya Dylan.
"Gue lagi suka sama seseorang" Ucap Langit santai.
"Uhuukk.. Uhukkk" Batuk mereka berdua yang tersadak air liurnya sendiri.
"Lo seriusan suka sama orang" Ucap Bryan.
"Cewek apa cowok" Tanya Dylan yang berhasil mendapatkan hadiah jitakan dari sahabatnya.
"Lo tanya perasaan aneh banget dah" Ucap Bryan yang heran.
"Ya gue kirain dia homo gitu emang ada sejarahnya seorang Langit tanya masalah beginian" Ucap Dylan.
"Ya gak gitu juga kali" Ucap Bryan yang jengah akan kelakuan temannya itu.
"Kalian bisa diem gak!" Ucap Langit marah.
"Weee sans-sans kita cuma kaget aja kok lo ngomong kayak gitu" Ucap Bryan.
"Ya sebenernya menurut gue, kalo lo cemburu sih wajar-wajar aja" Ucap Dylan bijak.
"Ngomong-ngomong emang siapa cewek yang lo taksir?" Tanya Dylan sambil meminum soda.
"Senja anak 10 Ipa 3" Ucap Langit pada kedua temannya.
"Anjirr jorok banget sih lo!!" Ucap Bryan yang tak terima karena mendapat semburan air dari Dylan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Him?
Ficção AdolescenteOrang bilang, waktu adalah penyembuh. Waktu bisa membuat lupa. Tapi kataku waktu adalah pembangkit luka dan kenangan. -Senja Jingga Pramata. Seperti tawa yang kini tak lagi bersama. Sekarang semua itu fana. -Langit Arya Samudra
