Part 20 - Wellcome to school

19 4 0
                                        

Semakin kamu takut kehilangannya, semakin hebat dia mempermainkanmu. - Bryan Frankly Triatmaja.

Hari ini genap dua minggu Senja di rumah sakit dan kabar yang menggembirakan adalah dia sudah boleh pulang dengan catatan harus menjaga pola makan. Dua orang pengawal setianya sudah datang dari tadi pagi.

Ketika Senja bertanya memangnya tidak sekolah mereka hanya menjawab pentingan kamu. Senja hanya menghela nafas dengan memperhatikan setiap perdebatan kecil yang dilakukan mereka berdua.

Setelah membereskan barang-barang Senja mulai pergi meninggalkan rumah sakit. Dengan hati bahagia Senja berjalan keluar menuju parkiran.

Dua orang pengawal sangat setia mengawalnya sampai depan rumah. Ketika mereka menawarkan gendongan gratis Senja menolak karna menurutnya itu terlalu berlebihan untuk tubuhnya yang sudah mulai bugar kembali.

"Jangan jalan cepat-cepat kamu baru sembuh" Ucap Langit.

"Jangan kebanyakan gerak aku gak mau kamu kecapean" Ucap Aksara.

"Kalo mau minum ngomong sama aku. Biar aku ambilin aku gak mau kamu kenapa-napa" Ucap Langit.

Dan bla.. blaa.. blaa

Begitu banyak larangan yang mereka berikan membuat kepala Senja rasanya ingin pecah. Malas meladeni mereka Senja memutuskan untuk mengunci dirinya dikamar agar tak ada lagi gangguan yang bisa membuatnya stress.

Berbaring diranjang king sizenya sambari memandangi langit-langit kamar. Senja mulai beranjak untuk istirahat agar besok dia bisa kembali sekolah.

"Senja"

"Buka pintunya"

Tokk.. Tokk

"Senja"

"Mungkin Jingga sudah tidur. Lebih baik kalian pulang hari sudah larut besok kan sudah sekolah" Saran nenek Dita yang melihat dua orang pemuda sedari tadi mengetok-ngetok pintu kamar cucunya.

"Tapi nek Senja belum makan" Ucap Langit.

"Jingga sudah makan. Walaupun hanya makan apel" Ucap nenek Dita.

"Yaudah nek. Aku pulang dulu salam ya ke Senja jangan lupa makan" Ucap Aksara.

"Modus lo" Ucap Langit sinis.

"Bodo amat" Ucap Aksara.

"Kita pulang dulu ya nek" Ucap Langit berpamitan sambil menyalami tangan sang nenek.

☘☘☘☘

Pagi harinya Senja sudah siap dengan seragam yang sudah bertengger rapih di badannya. Melihat penampilannya dari pantulan kaca Senja mulai memoleskan bedak tipis ke wajahnya. Dirasa sudah cukup Senja turun ke bawah.

"Loh kamu mau kemana?" Tanya nenek Dita yang bingung melihat penampilan cucunya yang rapih.

"Jingga mau sekolah nek" Ucap Senja.

"Memangnya kamu sudah sembuh" Ucap nenek Dita mengelus surai rambut cucunya yang sedang memakai sepatu.

"Jingga udah sembuh nek. Lagian Jinggakan udah dua minggu gak berangkat sekolah" Ucap Senja memberi pengertian pada neneknya.

"Tapi hati-hati ya. Kalau ada apa-apa telfon nenek" Ucap nenek Dita.

"Aku berangkat ya nek" Ucap Senja.

Why Him?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang