Terkadang aku memalsukan senyum ku hanya untuk menutupi kesedihanku. - Senja Jingga Aditama.
Malam ini Senja sedang mangayuh sepedahnya menuju penjual bakso langganannya yang ada di ujung komplek.
Citttt..
"Malam bang doditt" Teriak Senja saat sampai di pos hansip.
"Ya alohhh" Ucap bang Dodit yang terlonjak kaget.
"Bang kok udah tidur sih" Tanya Senja.
"Anu neng bang dodit teh kecapean" Ucap bang dodit.
"Emang abis ngapain bang?" Tanya Senja dengan nada bingung.
"Nangkep making neng" Ucap bang Dodit.
"Ketangkep"
"Enggak hehe" Ucap neng Dodit dengan cengirannya.
"Hadeh bang-bang, yaudah deh Senja Mau kedepan dulu" Ucap Senja.
"Mau ngapain neng?" Ucap bang Mamat.
"Mau beli bakso bang, bang Dodit Mau bakso gak?" Ucap Senja menawarkan.
"Mau banget lah neng, apalagi yang gratis-gratis" Ucap bang Dodit.
"Kalo Mau ya beli sendiri lah bang, Aku kan cuma Tanya" Ucap Senja.
"Sii eneng mah suka ngerjain" Ucap bang Dodit.
"Yaudah lah bang Aku Mau kedepan dulu keburu abis nanti" Ucap Senja.
"Iya neng hati-hati" Teriak bang Dodit.
Dengan hati yang gembira Senja mengayuh pedal sepedahnya dengan kencang. Sampai di depan ruko Senja pun memarkirkan sepedahnya.
"Bang bali bakso 2 mangkok ya" Pesan Senja.
"Loh neng temennya mana" Tanya bang Mamat.
"Aku gak bawa temen kok bang" Ucap Senja.
"Kok pesennya dua" Ucap bang Mamat heran.
"Buat Senja semua bang, Aku laper banget ini" Ucap Senja sambil menepuk-nepuk perutnya.
"Oalah, pesenannya seperti biasanya kan" Ucap bang Mamat.
"Iya gak pakek bakso" Ucap Senja yang langsung mendapatkan tatapan heran bercampur bingung dari semua orang.
"Ehh maaf bang, maksudnya gak pake mie hehe" Ucap Senja dengan cengirannya.
"Ahh siyap neng ditunggu yaaa" Ucap bang Mamat.
Disaat senja sedang meneliti setiap sudut ruko tersebut suara pun berbunyi berasal dari handphonenya.
+6285709677817
Lo dimana?
Ini siapa?
Pangeran berkuda😂😂
Loh bukannya jaman sekarang biasanya pake motor ya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Why Him?
Teen FictionOrang bilang, waktu adalah penyembuh. Waktu bisa membuat lupa. Tapi kataku waktu adalah pembangkit luka dan kenangan. -Senja Jingga Pramata. Seperti tawa yang kini tak lagi bersama. Sekarang semua itu fana. -Langit Arya Samudra
