[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA - PART MASIH LENGKAP]
Sungguh Allah maha membolak-balikkan hati manusia.
"Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf. Yusuf menjauhinya, tapi saat Zulaikha mengejar cinta Allah, maka Allah dekatkan Yusuf untuknya."
Berbeda de...
Hi kamu! Apa kabar? Semoga kamu baik-baik aja. Jangan lupa follow NurlinSugar768 Vote dan komennya, jangan lupa juga yah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kukira, setelah memiliki kamu aku lega. Kenyataanya aku takut, bagaimana jadinya jika kelak tangan yang kau genggam hari ini digantikan oleh tangan seseorang."
"Zidan,"kata Fatir datang menghampiriku.
Fatir bingung melihat keadaan sangat canggung dan heran melihat keberadaan Ayesha. Fatir tidak pernah bertemu Ayesha sebelumnya.
Fatir hendak mengambil Raynal dan Rayhan dari gendonganku untuk menenangkan mereka, namun ke duanya menolak tetap bersikeras memelukku dalam gendonganku.
"Maaf Bu ... bisakah berikan Zidan kesempatan untuk menjelaskan tentang saya dan putra saya Bu?" tanya Ayesha pelan menghampiri ibu yang menangis.
Aku merasa semakin bersalah. Hari ini aku telah membuat dua wanitaku meneteskan air mata kekecewaan karenaku.
"Fatir, tolong kamu antar Raynal dan Rayhan pulang ke apartement. Tolong kamu jaga mereka di apartement untuk hari ini. Suasana hari ini sangat berpengaruh bagi mereka dan tolong kamu antar Ayesha kembali ke kampusnya," pintaku pada Fatir.
"Zidan ... sebenarnya ada apa ini? Apa yang terjadi pada Syifa? Kenapa semua orang nampak tegang?" tanya Fatir penasaran.
Aku hanya diam dan menatap Fatir. Bergegas Fatir mengambil paksa Raynal dan Rayhan dari gendonganku untuk segera melaksanakan perintahku.
"Ayesha, ikutlah dengan Fatir. Dia akan mengantar kamu," titahku.
Raynal dan Rayhan brontak dalam gendongan Fatir. Mereka ingin tetap tinggal, karena mereka sangat mencemaskan Syifa. Tetapi, aku tidak mau jika mereka berlama-lama di sini. Tempat dan suasananya sangat berdampak buruk bagi ke duanya.
" Maafin aku Zidan," sesal Ayesha dan berlalu mengikuti Fatir.
Aku memutuskan untuk menghampiri ibu dan menjelaskan siapa Ayesha. Aku menceritakan semua pada ibu dan menangis menyandarkan kepalaku di lutut ibu. Arkhan hanya diam mendengarkan ceritaku dan mencoba menangkan ibu.
Ibu mengusap-usap pucuk kepalaku dengan lembut. Aku bersyukur, ibu mau memahami dan memaafkanku.
"Masuk dan temui Syifa. Dia membutuhkan kamu," titah Ibu.
Aku bangkit dan beranjak masuk kebruang IGD untuk menemui Syifa sesuai perintah ibu.