Part - 45

7K 364 5
                                        

Hi kamu!
Apa kabar? Semoga kamu baik-baik aja.
Jangan lupa follow NurlinSugar768
Vote dan komennya, jangan lupa juga yah.

"Semua akan terasa berbeda, ketika ada nama orang lain yang masuk dalam hubungan kita

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Semua akan terasa berbeda, ketika ada nama orang lain yang masuk dalam hubungan kita."

***

Adzan maghrib telah berkumandang, aku bersiap untuk menunaikan sholat maghrib bersama dengan anak-anak.

"Syifa ... saya berjamaah di masjid dulu," kata Zidan sembari merapikan pecinya di depan cermin.

"Kita jamaah di rumah sama Mamah dong Pah. Udah lama kita nggak jamaah di rumah," tutur Rayhan.

"Iya Pah," sambung Raynal.

"Ehm ... iya sudah atur shafnya," titah Zidan singkat.

Selepas sholat maghrib, aku dan anak-anak mencium punggung tangan Zidan dan mengaji bersama hingga masuk waktu isya.

***

"Pah ... kita makan di luar dong," pinta Raynal.

"Ehmm ... ya sudah. Kalian siap-siap yah kita makan di luar malam ini," ungkap Zidan.

"Yeayy! Makasih Pah ... sekalian ajak Tante Ayesha," ujar Rayhan semangat.

"Rayhan!" pekik Raynal.

"Raynal ... turunkan nada suara kamu sayang," ucapku pelan sambil merapikan mukenaku.

"Raynal gak mau ikut kalo, Tante Ayesha juga ikut!" Pekik Raynal berlalu.

"Raynal!" bentak Zidan menghentikan langkah Raynal.

Raynal menoleh ke arah Zidan dengan raut wajah marah dan Zidan pun sebaliknya.

Rayhan mulai ketakutan dan berlari lalu bersembunyi di belakangku. Aku bangkit dari dudukku dan menghampiri Raynal.

Raynal menatap sinis Zidan dan memeluk erat diriku. Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada Raynal. Akhir-akhir ini Raynal menjadi sangat tak terkontrol.

"Bisakah kamu bicara dengan sopan!" pekik Zidan dengan nada tinggi.

"Zidan! Istighfar ... Raynal masih kecil. Gak baik membentak anak kecil seperti itu. Kita masih bisa bicara baik-baik agar mereka mengerti," jelasku.

"Bukan kita, tapi kamu Syifa. Dia anak kamu bukan anak saya!" tegas Zidan.

"Astaghfirullahaladzim Zidan. Istighfar," pintaku menangis.

HALALKAN AKU [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang